Suarindonesia – Gubernur Kalsel H Sahbirin Noor menyatakan bahwa akan terus memperjuangkan dan menindaklanjuti janji Presiden Jokowi saat berkunjung ke Kalsel yang menjanjikan pembangunan jalan Trans Kalimatan dan Rel Kereta Api yang sebelumnya sudah digagas empat Gubernur se Kalimantan.
“Saya akan berjuang untuk mewujudkan keinginan ma¬syarakat yang selama ini sangat mengharapkan jaringan rel kereta api (KA) trans Kalimantan supaya segera terwujud,’’ ucap Gubernur Kalsel H Sahbirin Noor kepada awak media saat membuka Mustawarah BKPRMI di Hotel Daffan Banjarbaru, Sabtu (30/03).
“Bahkan saya sendiri sering menyanyikan lagu (berjudul) Kereta Malam. Dengan keinginan tersebus, dia berharap impian daerah ini akan ada terwujud untuk memiliki kereta api secepatnya terealisasi,” ujar dia.
Untuk itu, ia berharap pemerintah pusat mendengar impian masyarakat Kalsel dan segera mewujudkannya. Karena impian ini sudah lama dan sangat diridukan sehingga diharapkan tahun ini bisa mulai melakukan studi lapangan.
Alumni Sosial Politik Uniska Banjaramsin ini juga sudah berupaya terus mengkoordinasikannya ke pemerintah pusat, bahkan proposal pembangunan rel kereta api sudah kita serahkan untuk segera direalisasikan, akunya.
Pemerintah Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Joko Widodo sudah mencanangkan pembangunan rel kereta api di Tanah Borneo, dan seperti diungkapkan Menteri Perhubungan Ignasius Jonan, pembangunannya akan dimulai pada 2019 ini.
Menurut Menhub, panjang rel kereta api yang akan dibangun di Pulau Kalimantan sekitar 2.000 kilometer. Dananya berasal dari anggar¬an pendapatan dan belanja daerah (APBN) sebesar Rp25 triliun, dengan jangka waktu lima tahun. Rel kereta api itu akan melalui daerah Kalsel yang terdiri dari 13 kabupaten/kota.
Dikutip dari situs resmi Dinas Perhubungan, rel kereta api trans Kalimantan akan menghubungkan Marabahan-Banjarmasin, Tanjung-Paringin-Barabai-Kandangan-Rantau- Martapura-Banjarbaru-Bandara Syamsuddin Noor di Kalsel, dan Palangka Raya-Pulang Pisau-Kuala Kapuas di Provinsi Kalimantan Tengah.
Kemudian, dari Tanjung, Kalsel, ke Provinsi Kalimantan Timur melalui Tanah Grogot Balikpapan dan Balikpapan-Samarinda, hingga akhirnya ke Provinsi Kalimantan Barat.(SU)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















