GUBERNUR KALSEL Ingatkan Penanganan Stunting Menjadi Prioritas Bersama.

- Penulis

Senin, 21 Maret 2022 - 23:11

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SuarIndonesia – Sekretaris Daerah Provinsi Kalsel, Roy Rizali Anwar, ST, MT mewakili Gubernur Kalsel membuka secara resmi Sosialisasi Rencana Aksi Nasional Penurunan Stunting Indonesia (RAN PASTI) di salag satu Hotel di Banjarmasin, Senin (21/3/2022).

Turut hadir dalam sosialisasi itu Inspektur Utama BKKBN Ari Dwikora Tono, Ak, M. Ec. Dev yang menjadi keynote speaker dan juga hadir bupati/walikota se- Kalsel atau yang mewakilinya.

Gubernur Kalsel H Sahbirin Noor dalam sambutan tertulisnya menyampaikan, permasalahan stunting merupakan permasalahan serius yang dialami balita di Indonesia bahkan dunia.

Berdasarkan data Survei Status Gizi Balita Indonesia (SSGBI) tahun 2021, prevalensi stunting saat ini masih berada pada angka 24,4 persen atau 5,33 juta balita.

Meski prevalensi stunting ini telah mengalami penurunan dari tahun-tahun sebelumnya, namun mengingat target nasional sebesar 14 persen di tahun 2024, maka penanganan stunting ini harus menjadi prioritas bersama.

“Ini tidak bisa dipandang sebelah mata, kita tidak boleh mengendurkan upaya pencegahan dan penanganan stunting,” sampainya.

Kemudian, berdasarkan data hasil Studi Status Gizi Indonesia atau SSGI, angka stunting Kalsel tahun 2021 masih berada di atas rata – rata nasional dan menempati urutan ke 6 tertinggi di indonesia dengan angka 30 poin.

Mengingat pentingnya penanganan stunting di Kalsel, Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) diharapkan Paman Birin harus bergerak segera. Rencana aksi harus difokuskan pada kantung-kantung stunting yang ada di kabupaten dan kota di Kalsel.

“Ada 5 kabupaten dengan angka stunting lebih tinggi dari rata – rata provinsi, yaitu Kab Tanah Laut, Balangan, Barito Kuala, Tapin, dan Kab Banjar,” tambahnya.

Sementara Ari Dwikora Tono dalam paparannya menyampaikan, BKKBN diberi amanah oleh Presiden Joko Widodo sebagai ketua pelaksana percepatan penurunan stunting, sebagaimana tertuang dalam Peraturan Presiden Nomor 72/2021.

Melalui sosialisasi RAN PASTI ini, dapat memberikan penjelasan secara komprehensif kepada para pemangku kepentingan mengenai mekanisme tata kerja percepatan penurunan stunting di tingkat provinsi, kabupaten dan kota serta desa.

Baca Juga :   PEMKO BANJARMASIN Gandeng Bank Kalsel Sambut Jemaah Haul Guru Sekumpul Bagikan Ribuan Konsumsi

“Jumlah penduduk Indonesia saat ini didominasi oleh generasi muda yang baru berkeluarga dan yang akan berkeluarga.

Tahun 2025 hingga 2035 adalah puncaknya bonus demografi sehingga kita tidak boleh lengah akan potensi lahirnya bayi-bayi stunting. Stunting bisa dicegah asalkan kita semua berkonvergensi untuk mengatasi persoalan itu,” ungkapnya.

Dalam sosialisasi ini, Ari Dwikora Tono, menguraikan penjelasan mengenai mekanisme tata kerja percepatan penurunan stunting di tingkat provinsi, kabupaten dan kota serta desa.

Menurut Ari, BKKBN menyadari peran keluarga begitu sangat strategis sehingga patut disematkan sebutan keluarga sebagai tiang negera.

Keluarga yang sehat, produktif dan memiliki kualitas dipastikan akan memiliki bayi-bayi yang sehat pula.

Stunting merupakan sebuah kondisi gagal pertumbuhan dan perkembangan yang dialami anak-anak akibat kurangnya asupan gizi dalam waktu yang lama, infeksi berulang, serta stimulasi psikososial yang tidak memadai terutama pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan sang anak.

Stunting ditandai dengan pertumbuhan yang tidak optimal sesuai dengan usianya.

Anak yang tergolong stunting biasanya pendek walau pendek belum tentu stunting serta gangguan kecerdasan.

Probematika stunting akan menyebabkan kesenjangan kesejahteraan yang semakin buruk bahkan stunting dapat menyebabkan kemiskinan antar generasi yang berkelanjutan.

Sebagaimana diketahui, sebelumnya Sekdaprov Kalsel menerima piagam penghargaan, atas keberhasilan Pemprov Kalsel meraih juara Juara 2 Capaian KB MKJP Tk Provinsi Kalimantan Selatan

Target MKJP < 1.500 dan Juara 3 Total Capaian Pelayanan KB Tk Provinsi Kalimantan Selatan Target Total 10.000-60.000, Hari Keluarga Nasional ke-28 tahun 2021 lalu.

Penghargaan ini diserahkan oleh Inspektur Utama BKKBN, Ari Dwikora Tono, Ak, M. Ec.(adv/K-2)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

DILIBATKAN BPBD Dua Sekolah di Balangan dalam MPLS
PERKUAT KOMITMEN Kesejahteraan Warga, Dinsos Balangan Luncurkan Lima Inovasi Layanan
MEMBENTUK MPA Pemkab Balangan dan Kementerian LH
DPRD Balangan Desak BWS Kalimantan III Selesaikan Persoalan Banjir
DITEGASKAN GUBERNUR KALSEL Komitmen Bangun Ekosistem Seni Inklusi
RESMI DITUTUP Sekdaprov Kalsel MTQN Tingkat Provinsi di Batola, Piala Bergilir dan Tetap Diraih Kota Banjarmasin
DIPERSIAPKAN Pemprov Kalsel Lima langkah Penguatan Gubernur sebagai Wakil Pemerintah Pusat
PERSIAPAN Dua Tahun, Bank Kalsel Kantongi Izin OJK Layani Transaksi Devisa

Berita Terkait

Rabu, 29 Juli 2026 - 22:52

VIRAL! Emak-emak Diikat dan Dianiaya Massa

Rabu, 29 Juli 2026 - 22:49

PELAKU DAN PENADAH Penggelapan Motor Diringkus Team Reskrim Polsek KPL Banjarmasin

Rabu, 29 Juli 2026 - 22:45

BERTAHUN-Tahun Diperkosa Ayah Kandung

Rabu, 29 Juli 2026 - 22:34

GEISZ CHALIFAH Diperiksa KPK Jadi Saksi Kasus Mantan Bupati Kukar

Rabu, 29 Juli 2026 - 22:33

KEBERANGKATAN UMRAH TERTUNDA, Syakira Tour Tawarkan Reschedule atau Refund kepada Jemaah di Kalsel

Rabu, 29 Juli 2026 - 22:07

BUAYA 4,5 Meter Diamankan TRC Balai PK

Rabu, 29 Juli 2026 - 22:04

AMBAPERS Tunggu Restu Kemenhub Naikkan Tarif Alur Sungai Barito

Rabu, 29 Juli 2026 - 21:58

MASYARAKAT tidak Boleh Main Hakim Sendiri

Berita Terbaru


Foto Ilustrasi. (SI/UT/@Gemini.AI)

Kaltim

VIRAL! Emak-emak Diikat dan Dianiaya Massa

Rabu, 29 Jul 2026 - 22:52

Ketua TRC PPA Kaltim, Rina Zainun (kiri). (Foto: detikKalimantan/M Budi K)

Hukum

BERTAHUN-Tahun Diperkosa Ayah Kandung

Rabu, 29 Jul 2026 - 22:45

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca