GILIRAN WNA Berpaspor Ghana Diringkus Dit Reskrimsus Polda Kalsel

GILIRAN WNA Berpaspor Ghana Diringkus Dit Reskrimsus Polda Kalsel
Kasubdit V Tipidsiber, AKBP Zaenal Arifien

SuarIndonesia – Satu lagi, giliran WNA (Warga Negara Asing) berpaspor Ghana diringkus anggota dari Subdit V Tipidsiber Dit Reskrimsus Polda Kalsel.

Ini atas kasus penipuan barang impor. Dimana kasus sebelumnya juga ada meringkus tersangka WNA berpaspor Nigeria pada April Tahun 2021.

Dan kembali Subdit V Tipidsiber Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Dit Reskrimsus) Polda Kalsel meringkus tersangka lainnya.

Tak lain ada kaitan jaringan sebelumnya hingga membaut orang ditipunya rugi mencapai miliaran rupiah.

Plt Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Kalsel, AKBP Budi Hermanto melalui Kasubdit V Tipidsiber, AKBP Zaenal Arifien, ketika ditanya wartawan, Senin (7/6/2021) membenarkan.

“Tersangka yang kita amankan berinisial SO (36) WNA berpaspor Ghana.

Dalam penangkapan, kita dibantu Subdit Tipidsiber Polda Metro Jaya saat berada di suatu rumah berlokasi di Komplek Taman Ubud Kencana 7, Desa Binong, Kecamatan Curug, Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten, Jumat (28/5/2021) silam,” tambahnya.

Dikatakan, tersangka tindak pidana ITE (Manipulasi Data) modus kirim barang dari luar negeri, ditangkap setelah dilakukan penyelidikan sehari sebelumnya di kawasan Banten.

“Iya ini pengembangan dari pengungkapan sebelumnya yang tersangka WNA Nigeria.

Dari tersangka sebelumnya, sirkulasi hasil kejahatan ditelusuri ada ke SO,” tambah   AKBP Zaenal.

Dari tersangka SO, petugas menyita sejumlah barang bukti di antaranya satu kartu ATM Bank BCA, satu buku tabungan Bank BCA, dua telepon genggam, satu fotokopi paspor dan satu Kartu Izin Tinggal Terbatas (Kitas) atas nama tersangka.

“Tersangka sekarang sudah diamankan di Banjarmasin untuk penyidikan lebih lanjut.

Kemungkinan nanti masih akan ada tersangka lain karena masih kami kembangkan,” jelasnya.

Masalahnya satu jaringan, jika dirunut dari pengungkapan sebelumnya, komplotan ini menggunakan sejumlah modus dalam melancarkan aksi penipuannya.

Satu di antaranya yaitu dengan penawaran barang-barang impor dari luar negeri yang ditawarkan melalui percakapan media sosial.

Saat korban setuju, komplotan ini menyampaikan kepada korban bahwa seolah-olah barang yang dimaksud tertahan di bea cukai dan untuk memuluskan masuknya barang.

Korban diminta untuk mentransfer sejumlah uang. Selain penawaran barang-barang impor dari luar negeri, komplotan juga menggunakan modus lainnya.

Seperti penawaran investasi berhadiah, kerjasama yayasan sosial dari Bank asal Inggris dan bahkan penawaran penjualan barang-barang hasil rampasan perang Taliban.

Diketagui sebelumnya, warga Banjarmasin  ada yang terjerat penipuan  dilakukan sindikat tersebut

“Laporan warga kita terima sejak September hingga Desember Tahun 2020,” tambah AKBP Zaenal.

AKBP Zaenal mengimbau masyarakat agar tidak mudah terpancing dan terjebak penawaran yang sengaja dirangkai sedemikian rupa para sindikat. (ZI)

 1,383 kali dilihat,  1 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: