GARAWAND Koma Usai Diserang Polisi Moral

- Penulis

Rabu, 4 Oktober 2023 - 22:55 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Armita Garawand dilaporkan terluka parah dalam 'serangan fisik parah' yang dilakukan oleh petugas polisi moral wanita di kota Teheran. (hengaw.net)

Armita Garawand dilaporkan terluka parah dalam 'serangan fisik parah' yang dilakukan oleh petugas polisi moral wanita di kota Teheran. (hengaw.net)

SuarIndonesia — Seorang gadis berusia 16 tahun di Iran jatuh koma setelah diserang oleh sejumlah polisi wanita (polwan) yang merupakan anggota polisi moral di dalam kereta bawah tanah di ibu kota negara tersebut. Remaja ini sedang dirawat di rumah sakit setempat dengan pengamanan ketat.

Seperti dikutip detikNews dari AFP, Rabu (4/10/2023), kelompok hak asasi manusia (HAM) setempat yang berfokus pada Kurdi, Hengaw, menyebut remaja putri bernama Armita Garawand itu mengalami luka parah dalam bentrokan dengan sejumlah polwan di dalam kereta bawah tanah di Teheran.

(hengaw.net)

Laporan soal pemukulan telah disangkal oleh otoritas Iran, yang menyebut remaja itu ‘pingsan’ karena mengalami tekanan darah rendah. Ditegaskan juga oleh otoritas Iran bahwa tidak ada keterlibatan pasukan keamanan dalam insiden ini.

Hengaw, dalam pernyataannya, menyebut Garawand mengalami luka parah setelah ditangkap dan diserang secara fisik oleh agen-agen polisi moral di stasiun kereta bawah tanah Shohada di Teheran pada Minggu (1/10/2023) waktu setempat.

Tidak disebutkan secara jelas penyebab Garawand diserang oleh polisi moral Iran.

Namun video yang beredar disebut menunjukkan momen saat remaja itu bersama teman-temannya, yang tampak tidak mematuhi aturan berpakaian yang berlaku, didorong ke dalam kereta bawah tanah oleh beberapa polwan, dan kemudian salah satu remaja dievakuasi keluar dalam kondisi tidak sadarkan diri.

Laporan situs berita IranWire yang berbasis di luar Iran dan mengutip sebuah sumber bahkan menyebut remaja itu menderita ‘cedera kepala’ usai didorong oleh petugas.

Sementara laporan Hengaw menyebutkan bahwa Garawand saat ini dirawat di bawah pengamanan ketat di Rumah Sakit Fajr Teheran. “Saat ini tidak ada kunjungan yang diperbolehkan bagi korban, bahkan tidak dari keluarganya sendiri,” sebut Hengaw dalam laporannya.

Baca Juga :   CHINA OPEN 2026: Fajar/Fikri Juara, Sukses Pertahankan Gelar!

Organisasi itu kemudian mempublikasikan gambar yang disebut menunjukkan Garawand terbaring di ranjang rumah sakit, dengan bagian kepala dan lehernya dibalut perban serta selang makanan terpasang pada tubuhnya.

“Kondisi kesadarannya tidak berubah,” demikian pernyataan Hengaw pada gambar tersebut.

Orang tua Garawand memberikan wawancara untuk media pemerintah Iran di rumah sakit, namun menurut Hengaw, wawancara itu dilakukan ‘di hadapan para pejabat keamanan tingkat tinggi’ dan ‘di bawah tekanan yang besar’.

Insiden yang menimpa Garawand ini mengingatkan publik pada tragedi kematian Mahsa Amini, seorang wanita muda berusia 22 tahun yang tewas setelah ditangkap polisi moral Teheran atas dugaan melanggar aturan wajib hijab.

Kematian Amini memicu unjuk rasa besar-besaran di berbagai wilayah Iran, yang kemudian meluas menjadi aksi memprotes rezim pemerintah Teheran. Unjuk rasa itu mereda setelah adanya tindakan keras oleh otoritas Iran, yang menurut para aktivis, membuat ribuan orang ditangkap dan ratusan orang tewas. (*/UT)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

LANJUTKAN Penanganan Karhutla dengan Surfaktan dan Water Bombing di Kabupaten Banjar
BURUH BANGUNAN TEWAS, Tubuhnya Ditemukan Dalam Air di Bawah Proyek Padel
HUJAN TURUN, Paman Birin Ajak Peserta Pra Kongres KBB ll Sadunia Sujud Syukur
PERSONEL KPL Banjarmasin Mengurai Kepadatan Kendaraan, Keselamatan sebagai Prioritas
UTAMAKAN Tindakan Preemtif dan Preventif pada Operasi Patuh Intan 2026
SUJUD SYUKUR Relawan Karhutla saat Hujan di Martapura
KAPOLDA KALSEL, Gagas Forum Rektor dan “Crisis Center” Atasi Karhutla, Ciptakan Kamtibmas hingga Mendukung Pendidikan Unggul
SINERGI KAMTIBMAS Forkopimda Kalsel bersama Para Pimpinan Perguruan Tinggi, Begini Penekanan Kapolda
Tag :

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 23:28

CHELSEA dan GUNDUL Terdampak Karhutla Tanjung Puting

Selasa, 27 Oktober 2026 - 19:49

BANPRES untuk Warga Gumas Terdampak Karhutla

Senin, 26 Oktober 2026 - 22:06

TNTP DIGUYUR HUJAN DERAS, Bara Api Masih Tersisa

Senin, 26 Oktober 2026 - 22:00

TANGANI KARHUTLA, 100 Personel Brimob Mabes Polri Dikerahkan

Minggu, 25 Oktober 2026 - 21:12

WARGA LAMANDAU ‘MENUGAL’ Padi Gogo di Lahan Bekas Karhutla

Minggu, 25 Oktober 2026 - 21:05

MEMBURU HUJAN TURUN, 7,2 Ton Bahan Semai Ditaburkan

Minggu, 25 Oktober 2026 - 20:54

VIRAL! Foto Menkes Pakai Oksigen, Menkes Bantah Sesak Napas

Jumat, 23 Oktober 2026 - 21:59

PUNCAK MUSIM HUJAN antara Desember-Januari 2027

Berita Terbaru

Potret Chelsea dan Gundul, orang utan terdampak karhutla Tanjung Puting. (Foto: Istimewa)

Kalteng

CHELSEA dan GUNDUL Terdampak Karhutla Tanjung Puting

Selasa, 27 Okt 2026 - 23:28

Nina (43), perempuan yang tergabung dalam Srikandi BPBD Samarinda. (Foto: dokumentasi pribadi)

Kaltim

NINA, Berjibaku Padamkan Karhutla

Selasa, 27 Okt 2026 - 21:18