SuarIndonesia – Hujan buatan melalui teknologi modifikasi cuaca (TMC) di Kalsel turun pada 3 hari, yaitu Sabtu hingga Senin (7-9 Oktober 2023). TMC telah dilaksanakan sejak Selasa (3/10/2023).
Kasubbid Kesiapsiagaan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalsel, Ariansyah, menjelaskan pelaksanaan TMC berhasil menurunkan hujan. Berdasarkan laporan hingga kemarin hujan paling lebat terjadi pada Minggu (8/10/2023).
“Selama pelaksanaan TMC telah menghabiskan 80 ton bahan semai awan,” bebernya.
Daerah yang ditabur dengan garam penyemai awan hampir di seluruh langit Kalsel, tapi paling banyak daerah Kabupaten Banjar, Kota Banjarbaru, dan Tanah Laut.
“Setelah besok (hari ini, red) apakah TMC dilanjutkan lagi, BNPB masih koordinasi dengan BMKG. Karena syarat TMC harus ada potensi awan yang bisa hujan,” urainya.
Menurut Ari, dengan adanya hujan beberapa hari berpengaruh terhadap asap. Kondisi asap berkurang dalam beberapa hari terakhir. Ia menyebun air yang turun dari langit membasahi lahan gambut.
“Dengan hujan itu setidaknya membahasai lahan gambut. Memang titik api tidak berkurang karena untuk menghilangkan api di lahan gambut harus benar-benar terendam sehingga air bisa masuk ke dalam. Paling penting kondisi asap mulai berkurang,” ungkapnya.(RW)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















