Suarindonesia – Kepengurusan Federaso Olahraga Karate-do Indonesia (Forki) Kalsel periode 2019-2024 terjadi dualisme.
Yang pertama dipimpin H Sahbirin Noor (Gubernur Kalsel) dan yang ke dua dipimpin Johan Supit, mantan pesilat terbaik Indonesia tahun 2008.
Johan Supit terpilih sebagai ketua melalui Musyawarah Provinsi (Musprov) XI dan ditetapkan Selasa (29/1), sedangkan Sahbirin dilantik oleh Ketua Umum Pengurus Besar Forki, Jendral (purn) Gatot Nurmantyo, Rabu (30/1).
Dualisme kepengurusan ini menjadi hal yang menarik. Pasalnya, kedua kubu mengklaim sama-sama yang sah secara aturan.
Gatot Nurmantyo misalnya, menegaskan kepengurusan ganda di tubuh FORKI Kalimantan Selatan telah usai.
“Saya hadir ke sini untuk melantik Paman Birin jadi ketua, berarti semuanya telah selesai,” tegasnya.
Sedangkan Ketua Harian Forki kubu Johan Supit, Geman Yusuf menambahkan pihaknya ingin mengharapkan insan karateka mengerti jalan dan produser Musprov.
“Jadi kamilah Musprov yang sah sesuai AD/ART Forki. Setelah ini kami ingin mengajukan hasil ini ke KONI Kalsel setelah itu ke PB Forki.
Apabila tidak ditindaklanjuti maka kami akan menempuh jalur hukum,” tegasnya.(RW)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















