Suarindonesia – Dua wartawan Belanda melakukan investigasi tentang Demang Lehman setelah membaca artikel salah satu Koran Belanda dari mahasiswa Indonesia yang pernah melihat langsung tengkorak kepala Demang Lehman di Belanda.
Alasan kedua dari saksi sejarah yakni peneliti Belanda yang menyebutkan tengkorak Panglima Perang asal Indonesia banyak terdapat di Museum Belanda, dan terdapat nama Demang Lehman pada salah satu koleksi digital di Museum Leiden.
Pihak Museum tidak mau memberikan keterangan apapun kecuali apabila ada perwakilan dari pihak keluarga dan pemerintah Indonesia yang memintanya secara langsung.
Museum Leiden sendiri merupakan museum yang hanya dibuka 2 tahun sekali dan bekerja sama dengan rumah sakit untuk keperluan praktek anatomi tubuh dan tidak dibuka untuk umum.
“Melalui saluran radio nanti akan menyiarkan apa yang diobservasi atau diinvetigasi selama di Kalsel guna menelusuri jejak sejarah Demang Lehman.
Kami mengetahui baru dari pihak Museum Leiden saja, belum ke pemerintah di Belanda. Tapi nanti bisa jadi mulai banyak tau dengan sajian siaran radio yang disiarkan, ” ujar wartawan Radio Omroed-Nederlandse Christelijke Radio Verniging (KRO-NCRV), Mathijs Groot didampingi Zoet Brood, saat berada di ruang kerja Gubernur Kalsel, Kamis (1/8)
Mereka menggali data salah satunya dari Gubernur Kalsel, H Sahbirin Noor untuk menyusun program serial Podcast Het Verloren Hoofd (Kepala yang hilang). Sahbirin Noor menyambut dengan antusias investigasi sejarah mencari kerangka Pahlawan Demang Lehman di Kalsel yang dilakukan 2 wartawan Belanda tersebut.
Ia menyebut kedatangan mereka dapat membuka celah komunikasi antar Pemerintah Provinsi Kalsel dengan Pemerintah Belanda.
Menurut Sahbirin Noor, masyarakat Kalsel adalah masyarakat yang menghargai sejarah, keberadaan salah satu dari organ tubuh Demang Lehman yang apabila benar ada di Belanda, menjadi hal penting untuk bersama ditelusuri.(RW)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















