SuarIndonesia – Kondisi Sungai Martapura yang kian memprihatinkan akibat kerusakan lingkungan dan bencana alam mendapat sorotan tajam dari Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kalimantan Selatan (Kalsel).
Dalam kunjungan reses ke Kecamatan Mataraman, Kabupaten Banjar, Anggota DPRD Fraksi NasDem, Ahmad Sarwani S.Sos, secara terbuka mengkritik kinerja Balai Wilayah Sungai (BWS) yang dinilai belum optimal dalam menangani masalah krusial di sungai yang menjadi urat nadi ekologi dan ekonomi Kalsel.
Kunjungan dilakukan pada Sabtu (4/10/2025) tersebut meninjau langsung dampak parah longsor dan banjir besar 2021 yang merusak rumah-rumah warga di bantaran sungai, khususnya di Desa Sungai Langsat, Sungai Raya, Bawahan Seberang, Bawahan Selan, hingga Desa Tanah Abang.
Sarwani menemukan fakta bahwa beberapa titik longsor yang parah hingga kini belum tertangani secara maksimal.
Dirinya menyoroti kondisi sungai yang disebutnya memprihatinkan.
Banyak rumah warga runtuh, terjadi pendangkalan masif, pencemaran sampah, dan pertumbuhan eceng gondok yang mengganggu aliran air.
“Kondisi sungai kita kian memprihatinkan. Balai Sungai seharusnya hadir lebih kuat dalam penanganan,” ujar Sarwani, menegaskan bahwa peran BWS dalam menjaga fungsi Sungai Martapura masih di bawah harapan.
Permasalahan ini bukan hanya ancaman lingkungan, tetapi juga berpotensi memicu masalah kesehatan dan menurunkan produktivitas ekonomi masyarakat.
Sarwani mendesak BWS untuk mengambil langkah nyata dan tidak hanya menunggu.
Dirinya juga menekankan perlunya normalisasi sungai, pengelolaan sampah terpadu, serta kolaborasi serius antara BWS dan pemerintah daerah untuk mengembalikan fungsi sungai dan kebersihan air. (*/HM)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















