DKP3 dan DLH Cek Lokasi Keramba yang Ikannya Mati

- Penulis

Rabu, 9 Oktober 2019 - 22:52

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SuarIndonesia – Memasuki sepekan paska kematian ikan keramba jaring apung milik para petambak yang berusaha di sepanjang Sungai Tepi Martapura Banua Anyar akhirnya Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikan (DKP3) Kota Banjarmasin dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) yang dipimpin Drs H Mukyar akhirnya melihat langsung ke lokasi keramba.

Bahkan dari hasil uji kualitas air di kawasan petambak ikan keramba jaring apung, Kelurahan Banua Anyar pada Senin (7/10/2019) memang sampai sekarang belum diketahui cara pasti karena masih menunggu hasil Laboratorium.

Dari hasil pengambilan sampel air diharapkan bisa diketahui penyebabnya. Namun DKP3 Banjarmasin mendapati faktor utama penyebab matinya puluhan ton ikan jenis bawal ini karena rendahnya oksigen terlarut (dissolved oxygen, DO) dalam air.

“Saat ini kondisi air di sungai kualitasnya makin parah sehingga ikan dalam keramba terlalu padat dan berebut oksigen setiap hari sehingga terancam kematian,’’ ucap Kepala Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Perikanan (DKP3) Banjarmasin Ir Lauhem Mahfuzi kepada awak media, Selasa (09/10/2019).

Ia menjelaskan, selain faktor tingginya kadar garam, pola penangkaran ikan melebihi kapasitas. Idealnya memang dalam satu keramba hanya memuat 200-300 ikan, sehingga oksigen yang dimiliki bisa mencukupi.

“Ini kan dalam satu keramba diisi sampai 500 ikan siap panen dan 1.000 untuk bibit ikan,” papar Lauhem.

Ia menerangkan pihaknya telah lama memberitahukan tata cara yang benar dalam membudidayakan ikan di tambak agar tidak terjadi kerugian besar terhadap para petani ikan.

Baca Juga :   TIGA PROYEK di Kalsel Senilai Rp 54 Miliar Lebih Putus Kontrak Secara Hukum, Pasca OTT KPK

Bahkan kejadian seperti itu, agar ke depannya para penambak ikan bisa lebih menjalankan teknis yang benar dalam pembudidayaan ikan. Seperti tidak sembarangan memberikan pakan, serta menjaga kualitas keramba.

Kepala DLH Kota Banjarmasin, Drs H Mukhyar bahwa terlalu banyak memberikan makanan terhadap ikan juga bisa mencemari sungai. Apalagi kondisi air sungai yang kandungan kadar garam di dalamnya cukup tinggi, membuat kondisi ikan tidak bisa bertahan hidup lama.

“Iya kan tak hanya dari airnya tapi dari pakannya pun bisa tercemar sehingga banyak ikan yang mati,” terangnya.

Ia pun mengimbau kepada para petani ikan untuk bisa lebih memperhatikan dalam pola pemeliharaan ikan agar, tidak terulang kembali kejadian yang dapat merugikan.

Sedangkan tujuan tinjauan itu terlihat kondisi air sungai surut dan berwarna kuning kecoklatan dengan kadar garam di atas ambang batas. Sehingga membuat ribuan bibit maupun ikan siap panen mati dan petani mengalami kerugian besar.

Kasi Produksi Perikanan, DKP3 Banjarmasin, Sulaiman menyebut, saat pengecekan DO di Sungai Martapura, Kelurahan Banua Anyar, hanya berada di angka dua, jauh dari ambang normal.

“Setelah kami cek PH-nya (Hidrogen) normal. Tapi DO sangat kurang, hanya dua. Sehingga ikan kehabisan oksigen. Kalau normal harusnya paling tidak DO-nya sepuluh,” ucap Sulaiman.(SU)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

5 PROVINSI dengan Korban PHK Paling Banyak, Diantaranya Kalsel dan Kaltim
PERTEMUAN IKA FISIP ULM, jadi Pembincangan Hangat Angkatan 1990
RIBUAN ALUMNI Angkatan 1979-2022 Bersatu dalam Pertemuan IKA FISIP ULM
BARITO PUTRA Taklukan PSS Sleman 1-0, Menggusur Persipura Jayapura
KERIBUTAN SEKELOMPOK REMAJA Bersenjata Tajam di Keramat Banjarmasin, Polisi Bertindak
ZURIAT PAGUSTIAN se Kalsel dan Luar Daerah Memperkuat Solidaritas, Pangeran Khairul Saleh Memberikan Motivasi
DERMAGA PASAR TERAPUNG di TMII jadi Etalase Budaya Kalsel dengan Dihadirkan Jukung Tradisional
PENYELUNDUPAN 179 Ekor Kura-kura Digagalkan

Berita Terkait

Minggu, 12 April 2026 - 22:29

5 PROVINSI dengan Korban PHK Paling Banyak, Diantaranya Kalsel dan Kaltim

Minggu, 12 April 2026 - 22:15

BAC 2026: Korea Selatan Juara Umum

Minggu, 12 April 2026 - 15:12

PERTEMUAN IKA FISIP ULM, jadi Pembincangan Hangat Angkatan 1990

Minggu, 12 April 2026 - 02:04

RIBUAN ALUMNI Angkatan 1979-2022 Bersatu dalam Pertemuan IKA FISIP ULM

Sabtu, 11 April 2026 - 19:15

KERIBUTAN SEKELOMPOK REMAJA Bersenjata Tajam di Keramat Banjarmasin, Polisi Bertindak

Sabtu, 11 April 2026 - 19:03

ZURIAT PAGUSTIAN se Kalsel dan Luar Daerah Memperkuat Solidaritas, Pangeran Khairul Saleh Memberikan Motivasi

Sabtu, 11 April 2026 - 17:38

DERMAGA PASAR TERAPUNG di TMII jadi Etalase Budaya Kalsel dengan Dihadirkan Jukung Tradisional

Sabtu, 11 April 2026 - 00:44

PENYELUNDUPAN 179 Ekor Kura-kura Digagalkan

Berita Terbaru

Podium ganda putra Badminton Asia Championships 2026. (instagram: @badminton.ina)

Internasional

BAC 2026: Korea Selatan Juara Umum

Minggu, 12 Apr 2026 - 22:15

Petugas keamanan berada di dekat baliho perundingan AS-Iran di luar pusat media di Islamabad, Pakistan, Minggu (12/4/2026). (AP/ANJUM NAVEED)

Internasional

PERUNDINGAN Iran-AS tak Tercapai ‘Kesepakatan’

Minggu, 12 Apr 2026 - 21:58

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca