SuarIndonesia – 2020 lalu tercatat 2 dari 3 rumah sakit milik Pemprov Kalsel menerima pendapatan jauh melebihi target.
Pemasukan utama dari layanan pasien covid yang dibayarkan oleh Kementerian Kesehatanan (Kemenkes) RI.
Dari sisi persentase pendapatan RSJ Sampang Lihum paling besar. Realisasi pendapatan rumah sakit yang bergerak di bidang pelayanan gangguan mental dan rehabilitasi, ini 188,16 persen atau Rp36.641.776.365 dari target Rp19.473.767.000.
Jika dilihat dari sisi jumlah nominal maka RSUD Ulin Banjarmasin mendapatkan penghasilan. Realisasi pendapatan RS Ulin Rp372.471.334.436 dari target Rp302.500.000.000 atau 123,13 persen.
Dari 3 rumah sakit milik Pemprov Kalsel hanya RSUD M. Ansari Saleh yang tidak mencapai 100 persen atau hanya 96,33 persen.
Realisasi pendapatan RS Ansari Saleh pada 2020 sebesar Rp130.944.857.156 dari target Rp135.938.188.207.
Direktur Utama (Dirut) RSUD Ulin Banjarmasin, Hj. Suciati, mengaku pendapatan terbesar pada 2020 disumbangkan layanan pasien covid. Diakuinya pada tahun lalu pelayanan pasien umum menurun drastis.
Dikatakan Suciati, biaya layanan pasien covid sudah ditetapkan kemenkes. Ia menyebut biaya layanan 1 pasien antara Rp70 sampai 130 juta.
“Biaya pelayanan cukup besar, tergantung tindakan medis yang dilakukan,” katanya.(RW)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















