DITOLAK Eksepsi Dua Terdakwa Dugaan Korupsi di PT Dok dan Perkapalan Kodja Bahari

SuarIndonesia – Eksepsi dua terdakwa perekara dugaan korupsi pada PT Dok dan Perkapalan Kodya Bahari, yakni Albertus Patarru dan Suharyono
Ditolak  majelis hakim yang di tangani hakim I Gede Yuliartha.

Penolakan majelis hakim pada Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Banjarmasin tersebut disampaikan pada sidang lanjutan, Selasa (29/11/2022).

Karena eksepsi kedua terdakwa di tolak, maka majelis hakim meminta agar JPU pada sidang mendatang sudah bisa mendatangkan saksi yang jumlahnya dikisaran angka 30 orang.

Kedua terdakwa yang disidang secara terpisah tersebut, dengan obyek dan saksi yang sama, maka dalam kesaksiaan nanti kedua dihadirkan secata bersama pula.

Adapun kedua terdakwa Albertus Patarru selaku Direktur Bisnis (sudah purna tugas)dan Ir Suharyono selalu Direktur Operasional di PT Kodja Bahari, bertindak selaku pejabat pembuat komitmen (PPK) dalam proyek pembangunan dok tersebut.

Ada empat terdakwa kasus dugaan korupsi pada PT Dok dan Perkapalan Kodja Bahari yang menjalani proses persidangan di pengadilan Tipikor Banjarmasin dan keempatnya tidak dilakukan penahanan.

Keempat terdakwa tidak ditahan mulai dari penyelidikan pihak Kejaksaan Tinggi Kalimantan Selatan hingga proses persidangan.

Seperti diketahui, kedua terdakwa sidang terdahulu tersebut adalah Lidyannnor selaku pemilik PT Lidy’ s Arta Borneo dan M Saleh selaku pelaksana dari perusahaan tersebut dalam mengerjakan pembangunan dok dimaksud.

Kedua disidang secara terpisah tetapi dengan majelis hakim yang sama yang diketuai hakim Aris Buwono dengan didampingi hakim adhock Ahmad Gawie dan Arie Winarno, sementara JPU dikomandoi jaksa Harwanto Kasi penuntutan pada Asisten Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Tinggi Kalsel.

Menurut Dakwaan keduanya dengan obyek yang sama mengakibat kerugian negara yang mencapai Rp 5 M lebih dari nilai proyek sebesar Rp 18 M, pelaksanaan proyek menggunakan anggaran dari PT Kodja Bahari Shipyard sebuah perusahaan pelat merah.

Keempat terdakwa tersebut sidangnya dilakukan secara langsung. Karena keempat tidak ditahan.

Kedua terakhir mungkin sama dakwaan terhadap kedua terdakwa terdahulu yakni melanggar pasal 2 jo pasal 18 UU No 31 tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU No 20 tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi jo pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP untuk dakwaan primair. Serta dakwaan subsidair pasal 3 jo pasal 18 UU No 31 tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU No 20 tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi jo pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP.(HD)

 318 kali dilihat,  1 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

error: Content is protected !!