SuarIndonesia – Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Kalsel, sudah menetapkan 7 kelompok terbang (kloter). 7 kloter tersebut 4 di antaranya diisi penuh jemaah asal Kalsel, 1 gabungan Kalsel dan Kalteng, dan 2 kloter Kalteng.
Masing-masing kloter sudah ditetapkan Kanwil Kemenag Kalsel. Kloter 1 dari Kabupaten Tabalong, Balangan, dan Banjar.
Kloter 2 dari Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Hulu Sungai Tengah, Banjar, dan Kota Banjarbaru.
Kloter 3 dari Kabupaten Hulu Sungai Utara, Tapin, Barito Kuala, dan Kota Banjarmasin.
Kloter 4 dari Kabupaten Tanah Laut, Kotabaru, Tanah Bumbu, dan Banjarmasin.
Kloter 5 dari Provinsi Kalimantan Tengah. Kloter 6 dari Provinsi Kalimantan Tengah. Kloter 7 dari Kabupaten Banjar, Kota Banjarmasin, dan Provinsi Kalimantan Tengah.
Kepala Kanwil Kemenag Kalsel, Muhammad Tambrin, menerangkan 7 Kloter tersebut akan diberangkatkan dalam dua gelombang. Gelombang pertama Kloter 1 sampai dengan Kloter 5, selanjutnya gelombang kedua Kloter 6 dan 7.
“Secara garis besar pemberangkatan dan pemulangan Jemaah Haji dibagi menjadi dua gelombang.
Jemaah Haji gelombang pertama akan mendarat di bandara Madinah dan pemulangan melalui bandara Jeddah. Gelombang kedua mendarat di Jeddah dan dipulangkan melalui Madinah,” kata Tambrin.
Berdasarkan data dari Kementerian Agama, hingga 10 Mei 2022 tercatat 132.208 nama yang berkeinganan berangkat ke Tanah Suci Mekkah. Dengan jumlah tersebut maka daftar tunggu atau waiting list calon jemaah Kalsel mencapai 36 tahun.
Sebelum terjadinya pandemi COVID-19 kuota haji Kalsel sejatinya sebanyak 3.818 orang, namun terjadi pengurangan karena pembatasan yang diberlakukan pemerintah Arab Saudi.
Karena pandemi Covid-19, maka tahun ini calon jemaah diwajibkan sudah mendapatkan vaksin 1, 2, dan booster.(RW)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















