DISEMPROT Anggota Komisi II DPRD Kalsel Dua Pegawai di Kantor Pelayanan Pelabuhan Batulicin

Bagikan :
DISEMPROT Anggota Komisi II DPRD Kalsel Dua Pegawai di Kantor Pelayanan Pelabuhan Batulicin

SuarIndonesia – Anggota Komisi II DPRD Kalsel, Muhammad Yani Helmi menyemprot dua orang pegawai struktural di kantor pelayanan Pelabuhan Perikanan (PP) Batulicin dikarenakan konsep aturan pengembangan BLUD tak sesuai

“Semestinya menurut saya kalian berdua itu lebih mendalami BLUD yang sebelumnya sudah terlebih dahulu berdiri seperti kunjungan kerja (kunker) ke RSUD Ulin Banjarmasin,” cetusnya

Hal menegangkan tersebut terjadi saat kegiatan Monitoring Pelaksanaan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD), secara dadakan ke kantor Pelabuhan Perikanan (PP) Batulicin, Kabupaten Tanah Bumbu.

Tak segan, Yani Helmi menemukan adanya kejanggalan dalam pengelolaan perubahan status tersebut.

“Ada kekurangan sedikit-sedikit boleh, tapi tidak banyak gitu loh, ini harus yang membidangi benar-benar untuk urusan administrasi ada instansi yang membidangi silahkan dikoordinasikan, jangan cuma satu saja yang bekerja agar realisasi BLUD terbentuk, semuanya harus sama-sama jalan biar sinergi juga terlihat,” tegasnya.

Wakil Ketua Fraksi Partai Golkar Kalsel membidangi ekonomi dan keuangan tersebut, Rabu (26/1/2022) meminta kepada kedua pegawai struktural di Pelabuhan Perikanan (PP) Batulicin hendaknya dalam pelaksanaan BLUD harus dijalankan sesuai aturan yang telah ditentukan oleh kepala daerah.

“Apabila semua urusannya sudah selesai langsung datang ke Biro Ekonomi Setdaprov Kalsel, saya masih ingat ada 12 UPTD yang dijadikan BLUD.

Apabila kita anggap ada puluhan berstatus BLUD setidaknya ada satu contoh instansi yang bisa dilihat sebagai potensi besar dalam keberhasilan ini,” paparnya.

Anggota DPRD Kalsel kerap disapa Paman Yani itu juga mengingatkan kepada dua orang pejabat tersebut agar tidak terlalu bertumpu seutuhnya dengan Kepala Pelabuhan Perikanan (PP) Batulicin.

Mengingat selama ini yang dia ketahui hanya pimpinannya saja melakukan penyelesaian proses peralihan dari Unit Pelaksana Teknis (UPT) menjadi Badan Layanan Umum Daerah (BLUD).

“Saya tekankan jangan ditumpuk semuanya ke pimpinan, kerja harus sama-sama.

Mana ada cerita, sampai saat ini kepalanya cuma berjuang sendiri untuk bisa mendirikan BLUD. Mulai sekarang, saya minta seluruh pegawai Pelabuhan Perikanan (PP) Batulicin harus bersinergi menjadi tim yang solid.

Ini instruksi Gubernur jangan dianggap remeh, peruntukkannya demi rakyat untuk pelayanan dan kesejahteraan juga pasti bagi instansi tersebut,” tutup YanI Helmi (*/HM)

 201 kali dilihat,  1 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.