DISEBUT Hampir Punah Ikan Haruan dan Pepuyu di Kalsel

- Penulis

Selasa, 25 Januari 2022 - 17:14

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SuarIndonesia– Ikan Haruan atau Gabus dan pepuyu disebut hampir punah. Padahal dua jenis ikan tersebut mempunyai nilai ekonomis yang tinggi.

Pemprov Kalsel dan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) bekerja sama mewujudkan pembangunan kampung perikanan budidaya tawar, payau, dan laut berbasis kearifan lokal dengan meresmikan Unit Produksi Gabus Haruan dan Unit Produksi Maggot di Balai Perikanan Budidaya Air Tawar (BPBAT) Mandiangin.

Menurut Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kalsel, Rusdi Hartono, unit produksi Gabus Haruan ini dibangun di lahan seluas 1.000 meter persegi untuk menghasilkan induk unggul bagi pembudidaya ikan sebanyak 25 sampai 30 ribu ekor per tahun.

Hal tersebut disebutnya dapat mengurangi ketergantungan dari penggunaan induk di alam yang secara tidak langsung telah mengganggu keberlanjutan ekosistem perairan umum.

“Keunggulan induk Gabus Haruan yang dihasilkan adalah sudah terdomestikasi, adaptif terhadap lingkungan budidaya, memiliki daya tahan yang baik terhadap penyakit, dan memiliki kemampuan telusur sumber benihnya,” ucap Rusdi.

Baca Juga :   POLDA KALSEL Kerahkan Pengamanan Debat "Pamungkas" Paslon Gubernur dan Wakil

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kalsel, Rusdi Hartono

Pada sisi lain, Mutaqin, salah satu petambak ikan pepuyu di Kecamatan Karang Intan, mengaku stok pepuyu di penambak cukup banyak. Kendala yang dihadapi saat ini bukan minimnya pepuyu atau hampir punah, namun kesulitan untuk memasarkan.

“Ketika sudah besar dan siap panen kami kesulitan untuk memasarkan,” ujarnya.

Ia pun berharap pemerintah turun tangan membina pihaknya agar pemasaran lebih mudah, sehingga para petambak bergairah untuk membudidayakan pepuyu.

“Jika tidak pembinaan tentu kami enggan membudidayakan pepuyu. Jujur saja sekarang kami sudah siap panen tapi mencari pembeli sangat susah.

Jika begini terus kami kemungkinan tidak lagi membudidayakan pepuyu. Mudah-mudahan ke depan pemerintah turun tangan membina para petambak pepuyu,” pintanya.(RW)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

WALI KOTA BANJARBARU Sertakan Rombongan Lurah dan Camat ke Kementerian LH RI
DUA TERDAKWA di BRI Cabang Tabalong “Telah Meraup” 4,8 Miliar
PEREMPUAN BERBAJU MERAH Kebingungan Motornya Mogok di Tengah Padat Arus, Kasat Lantas Sigap Mendorong
AKSI KAMISAN di Tengah Guyuran Hujan dengan Pengawalan – Pelayanan Polresta Banjarmasin
UNISKA MAB Tambah Guru Besar, Rektor Zainul Resmi Dikukuhkan sebagai Profesor ke-17
DISERAHKAN SK PENETAPAN dari DPP untuk Kepengurusan DPD PAN se-Kalsel
NENEK SIMPAN JASAD Putrinya dalam Freezer
HANTARKAN ASPIRASI, Sekaligus DPRD Kalsel Berdialog dengan DPR RI

Berita Terkait

Jumat, 3 April 2026 - 23:07

WALI KOTA BANJARBARU Sertakan Rombongan Lurah dan Camat ke Kementerian LH RI

Kamis, 2 April 2026 - 22:15

DUA TERDAKWA di BRI Cabang Tabalong “Telah Meraup” 4,8 Miliar

Kamis, 2 April 2026 - 21:58

PEREMPUAN BERBAJU MERAH Kebingungan Motornya Mogok di Tengah Padat Arus, Kasat Lantas Sigap Mendorong

Kamis, 2 April 2026 - 21:41

AKSI KAMISAN di Tengah Guyuran Hujan dengan Pengawalan – Pelayanan Polresta Banjarmasin

Kamis, 2 April 2026 - 21:22

UNISKA MAB Tambah Guru Besar, Rektor Zainul Resmi Dikukuhkan sebagai Profesor ke-17

Kamis, 2 April 2026 - 16:22

NENEK SIMPAN JASAD Putrinya dalam Freezer

Kamis, 2 April 2026 - 13:08

HANTARKAN ASPIRASI, Sekaligus DPRD Kalsel Berdialog dengan DPR RI

Rabu, 1 April 2026 - 23:53

DUA PEMAIN SABU Disergap Polisi, Sempat Membuang Barang Bukti

Berita Terbaru

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca