DISEBUT Hampir Punah Ikan Haruan dan Pepuyu di Kalsel

Bagikan :
DISEBUT Hampir Punah Ikan Haruan dan Pepuyu di Kalsel

SuarIndonesia– Ikan Haruan atau Gabus dan pepuyu disebut hampir punah. Padahal dua jenis ikan tersebut mempunyai nilai ekonomis yang tinggi.

Pemprov Kalsel dan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) bekerja sama mewujudkan pembangunan kampung perikanan budidaya tawar, payau, dan laut berbasis kearifan lokal dengan meresmikan Unit Produksi Gabus Haruan dan Unit Produksi Maggot di Balai Perikanan Budidaya Air Tawar (BPBAT) Mandiangin.

Menurut Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kalsel, Rusdi Hartono, unit produksi Gabus Haruan ini dibangun di lahan seluas 1.000 meter persegi untuk menghasilkan induk unggul bagi pembudidaya ikan sebanyak 25 sampai 30 ribu ekor per tahun.

Hal tersebut disebutnya dapat mengurangi ketergantungan dari penggunaan induk di alam yang secara tidak langsung telah mengganggu keberlanjutan ekosistem perairan umum.

“Keunggulan induk Gabus Haruan yang dihasilkan adalah sudah terdomestikasi, adaptif terhadap lingkungan budidaya, memiliki daya tahan yang baik terhadap penyakit, dan memiliki kemampuan telusur sumber benihnya,” ucap Rusdi.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kalsel, Rusdi Hartono

Pada sisi lain, Mutaqin, salah satu petambak ikan pepuyu di Kecamatan Karang Intan, mengaku stok pepuyu di penambak cukup banyak. Kendala yang dihadapi saat ini bukan minimnya pepuyu atau hampir punah, namun kesulitan untuk memasarkan.

“Ketika sudah besar dan siap panen kami kesulitan untuk memasarkan,” ujarnya.

Ia pun berharap pemerintah turun tangan membina pihaknya agar pemasaran lebih mudah, sehingga para petambak bergairah untuk membudidayakan pepuyu.

“Jika tidak pembinaan tentu kami enggan membudidayakan pepuyu. Jujur saja sekarang kami sudah siap panen tapi mencari pembeli sangat susah.

Jika begini terus kami kemungkinan tidak lagi membudidayakan pepuyu. Mudah-mudahan ke depan pemerintah turun tangan membina para petambak pepuyu,” pintanya.(RW)

 213 kali dilihat,  4 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.