“DIPETIESKAN” Kasus Dugaan Mafia Tanah Melibatkan Oknum Kades, Pelapor Mengajukan Permohonan SP2HP

- Penulis

Selasa, 15 Juli 2025 - 20:16 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Enis Sukmawati dari Kantor Hukum Nenggala Alugoro selaku kuasa hukum dari Sofyan Hutapea, selaku pelopor. (SuarIndonesia/Ist)

Enis Sukmawati dari Kantor Hukum Nenggala Alugoro selaku kuasa hukum dari Sofyan Hutapea, selaku pelopor. (SuarIndonesia/Ist)

SuarIndonesia -Diduga “dipetieskan” (tidak ditindaklanjuti) sebuah kasus yang telah sekian lama dilaporkan tentang adanya mafia tanah melibatkan oknum aparat pemerintah desa.

“Kasus ini menjadi potret nyata bagaimana mafia tanah berkedok oknum  yang mampu mengubah status kepimilikan hak orang lain, tapi juga mampu mengendalikan pemerintahan desa,” kata Enis Sukmawati dari Kantor Hukum Nenggala Alugoro, kuasa hukum dari Sofyan Hutapea, selaku pelopor, kepada awak media, Selasa (15/7/2025),

Dikatakan, laporan tersebut terkait dugaan tindak pidana memasukkan keterangan palsu dalam pernyataan fisik bidang tanah dan akta otentik, serta penyerobotan tanah milik kliennya.

Dalam penyidikan awal, dua orang telah ditetapkan sebagai tersangka, yakni AK  dan Jyn. Namun, hanya berkas Jyn yang dikirim ke Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada 11 Desember 2019.

Namun sangat disayangkan untuk berkas perkara  AK, tidak ada kelanjutannya hingga saat ini si tahun 2025.

Kasus ini juga mengungkap fakta adanya tumpang tindih sertifikat tanah. Kliennya, yang memiliki sertifikat sejak 2005, mendapati lahannya diterbitkan kembali sertifikat lain pada tahun 2017.

Berdasarkan yurisprudensi Mahkamah Agung tahun 2018, sertifikat yang diakui adalah yang lebih lama terbit.

“Kami melihat adanya indikasi kuat praktik mafia tanah yang melibatkan aparat desa. Ini bukan sekadar soal tanah, tapi tentang penyalahgunaan kekuasaan yang merampas hak-hak rakyat,” ucap Enis Sukmawati.

Sehingga pihaknya, lanjut Enis Sukmawati bersama Sofyan Hutapea mengajukan permohonan Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyidikan ( SP2HP).

Ini semua sehubungan dengan Laporan Polisi : LP/95/IX/2019/Kalsel/Res Batola tanggal 03 September 2019 tentang telah terjadi Tindak Pidana memasukkan keterangan palsu ke dalam Surat Keterangan Pernyataan Fisik Bidang Tanah.

Memasukkan keterangan palsu ke dalam akta otentik dan atau menjual hak atas tanah yang diketahui milik orang lain. Sebagaimana Pasal 263, Pasal 266 Jo Pasal 385 KUHPidana. “Makanya klien kami selaku pelapor menyatakan melanjutkan laporan tersebut,” jelas Enis Sukmawati.

Baca Juga :   KEPERGOK Ingin Curi Helm Dikejar Warga Berakhir Terjun ke Sungai Martapura

Seharusnya kata Enis Sukmawati, penghentian penetapan tersangka AK diberikan Surat Penghentian Penyidikan (SP3) dari Penyidik kepada pelapor.

Sebagaimana  Pasal 109 ayat (2) KUHAP yang memberikan kewenangan kepada penyidik untuk menghentikan penyidikan jika tidak ditemukan bukti yang cukup untuk menuntut tersangka, atau jika peristiwa yang disangkakan bukan merupakan tindak pidana.

“Namun dalam kasus ini ada kejanggalan, tidak ada kelanjutan penetapan tersangka, namun dari penyidik juga tidak memberikan SP3.

“Maka demi kepastian hukum, kami mengajukan  SP2HP  atas penetapan tersangka AK,  dan hukum dapat berpihak kepada warga negara yang seharusnya mendapatkan haknya.

Ironisnya penetapan status tersangka yang melekat pada AK, tidak menghentikan pula status AK sebagai Kepala Desa (Kades),” tegasnya.

Harapannya, pemerintah daerah dapat memberantas oknum-oknum mafia tanah terutama oknum-oknum yang ada dalam pemerintahan desa.

Sementara Kasi Humas Polres Batola, Iptu Marum mengatakan, kasus ini dalam pengecekan.

Kuasa hukum berharap Polda Kalsel segera memberikan SP2HP dan membawa perkara ini ke pengadilan untuk memberikan keadilan kepada kliennya. (*/ZI)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

UTAMAKAN Tindakan Preemtif dan Preventif pada Operasi Patuh Intan 2026
SUJUD SYUKUR Relawan Karhutla saat Hujan di Martapura
DIGRATISKAN 19 LAYANAN Pencatatan Hak Cipta
BELUM LAPORKAN BO, 700 Ribu Badan Usaha Masih Diblokir Kemenkum
KAPOLDA KALSEL, Gagas Forum Rektor dan “Crisis Center” Atasi Karhutla, Ciptakan Kamtibmas hingga Mendukung Pendidikan Unggul
SINERGI KAMTIBMAS Forkopimda Kalsel bersama Para Pimpinan Perguruan Tinggi, Begini Penekanan Kapolda
KONTEN KREATOR Bobon Santoso, Aksi Sosial “Kuali Merah Putih” untuk Relawan Karhutla di Kalsel dan Salurkan Bantuan Presiden
ANCAMAN Asap Karhutla, Kapolsek Banjarmasin Tengah Turun Bagikan Masker

Berita Terkait

Senin, 26 Oktober 2026 - 20:36

BMKG: 15 Pesawat Dikerahkan untuk OMC di Tiga Provinsi

Senin, 26 Oktober 2026 - 20:06

BELUM LAPORKAN BO, 700 Ribu Badan Usaha Masih Diblokir Kemenkum

Senin, 26 Oktober 2026 - 16:10

KONTEN KREATOR Bobon Santoso, Aksi Sosial “Kuali Merah Putih” untuk Relawan Karhutla di Kalsel dan Salurkan Bantuan Presiden

Minggu, 25 Oktober 2026 - 20:16

BANTUAN BERAS untuk 33,2 Juta Penerima Desil 1

Jumat, 23 Oktober 2026 - 23:06

LIGA 2 CHAMPIONSHIP: Barito Putera Kandaskan PSBS Biak 3-0

Jumat, 23 Oktober 2026 - 20:21

KASUS EMPAT PELABUHAN: KPK Periksa Mantan Kepala KSOP Samarinda

Jumat, 23 Oktober 2026 - 20:13

26 OKTOBER, Korlantas Polri Gelar Operasi Patuh 2026

Jumat, 23 Oktober 2026 - 20:08

243 ORANG dan 13 Korporasi jadi Tersangka Karhutla

Berita Terbaru

Dansatbrimob cek lokasi kebakaran hutan di TN Tanjung Puting setelah hujan turun. (Foto: Polda Kalteng)

Kalteng

TNTP DIGUYUR HUJAN DERAS, Bara Api Masih Tersisa

Senin, 26 Okt 2026 - 22:06

Relawan pemadam karhutla di Martapura sujud syukur begitu hujan turun. (Foto: Istimewa)

Kab. Banjar

SUJUD SYUKUR Relawan Karhutla saat Hujan di Martapura

Senin, 26 Okt 2026 - 21:46

Sebanyak 15 pesawat dikerahkan untuk menjalankan operasi modifikasi cuaca yang difokuskan di tiga provinsi, yaitu Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Sumatera Selatan, guna mengantisipasi serta menanggulangi potensi bencana hidrometeorologi seperti kebakaran hutan dan lahan maupun banjir. (Foto ilustrasi: SI/UT/Gemini.Ai)

Nasional

BMKG: 15 Pesawat Dikerahkan untuk OMC di Tiga Provinsi

Senin, 26 Okt 2026 - 20:36

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca