SuarIndonesia – Seiring menggeliat kembali bisnis batubara pada tahun ini, dana bagi hasil (DBH) tahun depan diperkirakan mengalami kenaikan. Persentase kenaikan DBH diperkiran antara 7 sampai 10 persen dibanding tahun 2021.
Menurut Kasubbid Dana Transfer Daerah Bakeuda Kalsel, Alfiansyah, pemerintah pusat memang belum mengeluarkan Perpres tentang Rincian Alokasi Transfer ke Daerah dan Dana Desa (TKDD) Tahun Anggaran 2022, namun sudah terdapat gambaran dana bagi hasil yang diterima Kalsel tahun depan akan naik.
“Ada sedikit peningkatan jika dibandingkan tahun ini. Kisarannya sekitar tujuh sampai 10 persen,” katanya.
Dia mengungkapkan, sektor yang memberikan kontribusi besar atas meningkatnya dana bagi hasil ialah naiknya harga acuan batu bara dalam beberapa bulan terakhir.
“Mudah-mudahan kondisi ini terus bertahan, karena dalam beberapa tahun terakhir dana transfer umum yang kita terima menurun,” ungkapnya.
Untuk tahun ini, Alfi menyebut anggaran dari pusat yang paling banyak berkurang ialah dana bagi hasil.
“Tahun lalu alokasi dana bagi hasil yang kita dapat Rp828 miliar, sedangkan tahun ini cuma Rp548 miliar. Turun sekitar Rp300 miliar,” sebutnya.(RW)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















