DILARANG Mengemis di Kawasan Masjid Raya Sabilal Muhtadin

- Penulis

Sabtu, 5 November 2022 - 01:59

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SuarIndonesia – Kawasan Masjid Sabilal Muhtadin atau Masjid Raya yang menjadi langganan gelandangan dan pengemis (gepeng) mangkal di setiap hari Jumat menjadi perhatian bagi Pemerintah Kota (Pemko) Banjarmasin.

Biasanya, mereka mangkal di trotoar jalan menunggu uluran tangan para dermawan yang melintas di kawasan tersebut. Baik itu berupa uang maupun makanan.

Namun hari Jumat (4/11/2022) pagi, puluhan Gepeng tidak dapat melakukan kebiasaan itu lagi. Karena jajaran Satpol PP Banjarmasin berpatroli, dengan mengumpulkan mereka di emperan jalan.

Bersama Dinas Sosial (Dinsos) serta Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P3A) Kota Banjarmasin, para gepeng diberikan pembinaan agar tidak lagi mangkal di lokasi itu.

Arbain, salah seorang warga yang diamankan mengaku terpaksa berada di jalanan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

“Saya sudah tidak bekerja. Dengan istri pun saya sudah pisah,” ungkapnya

Ia mengaku, tidak pernah memaksa pengendara yang lewat untuk memberikannya uang atau makanan.

“Kalau ada yang memberi kita terima. Tidak menentu setiap hari ada juga. Kita juga tiap saat di kawasan Sabilal, bisa saja ke tempat lain,” imbuh pria 60 tahun itu.

Kepala Satpol-PP Kota Banjarmasin, Ahmad Muzaiyin membeberkan, lebih 30 orang pengemis yang pihaknya kumpulkan.

“Kita akui Gepeng dan Anjal semakin marak. Khususnya setiap Jumat,” ucapnya saat ditemui awak media, Jumat (4/11/2022) pagi.

Ia menekankan, bahwa sebenarnya pihaknya tidak melarang warga melakukan kegiatan jumat berkah yang sudah menjadi budaya di masyarakat Kota Banjarmasin.

“Tapi lokasi di sini (sekitar Masjid Sabilal Muhtadin) menjadi fokus perhatian kita. Jadi kita minta mereka (para gepeng) pindah ke lokasi lain,” sambungnya.

Ia mengatakan, para gepeng yang dikumpulkan langsung didata oleh dinas terkait. Sekaligus diberikan pemahaman agar tidak mangkal di sekitaran Masjid Sabilal Muhtadin

“Kita juga menerima keluhan beberapa warga. Mereka dianggap mengganggu aktivitas di jam sibuk. Karena pada jam itu warga berangkat ke kantor, dan mengantar anak ke sekolah,” imbuhnya.

Baca Juga :   KELAKUAN "Ayah Bejat" Hamili Anak Kandung, Dilaporkan Sang Ibu ke Polisi

Kemudian, ia kembali menekankan, jika kembali kedapatan pihaknya tidak segan melakukan tindakan yang represif. Salah satunya kita serahkan ke rumah singgah Baiman.

“Bagi paman becak, kalau kedapatan lagi terpaksa becaknya kita amankan. Rata-rata memang karena faktor ekonomi. Sebagian juga pemain lama dan sudah pernah masuk rumah singgah,” tuntasnya.

Sementara itu, Kabid Perempuan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Banjarmasin, Rusdiati membeberkan, alasan mereka kembali ke jalanan, meski sudah pernah masuk rumah singgah.

Hal itu dikarenakan, mereka menginginkan bisa kembali ke rumah singgah. Bukan tanpa sebab, di sana kebutuhan sehari-hari mereka terpenuhi. Bahkan diberi uang.

“Mereka merasa nyaman di rumah singgah. Tapi di situ maksimal hanya dua hari. Setelah itu mereka dipulangkan,” ungkapnya.

Di sisi lain, sebagian gepeng yang diamankan sebenarnya sudah terdata sebagai penerima bantuan Sosial dari Pemko Banjarmasin.

“Kita data ada sebagai penerima Bantuan Langsung Tunai (BLT) dan beras,” ujar Kabid Rehabilitasi Dinas Sosial Banjarmasin, Maria Sri.

Ia mengungkapkan, pihaknya sudah memberikan edukasi kepada mereka agar tidak kembali ke jalanan. Jika masih tidak diindahkan, maka Satpol PP akan langsung menertibkan mereka.

“Di rumah singgah akan kita edukasi lagi selama tiga hari sesuai SOP kami. Lalu kita pulangkan. Kalau yang dari luar daerah akan kita telusuri dulu alamatnya, baru kita kembalikan,” tukasnya.

“Kita tidak menjamin mereka memberikan makan setiap hari. Kita sudah kumpulkan data mereka dan akan diverifikasi oleh petugas lapangan. Kalau ada yang belum menerima bantuan sosial akan kita usulkan,” tutupnya. (SU)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

BURONAN RESIDIVIS Pembunuh di Surgi Mufti Banjarmasin Diringkus di Kalteng
WALI KOTA BANJARBARU Sertakan Rombongan Lurah dan Camat ke Kementerian LH RI
DUA TERDAKWA di BRI Cabang Tabalong “Telah Meraup” 4,8 Miliar
PEREMPUAN BERBAJU MERAH Kebingungan Motornya Mogok di Tengah Padat Arus, Kasat Lantas Sigap Mendorong
AKSI KAMISAN di Tengah Guyuran Hujan dengan Pengawalan – Pelayanan Polresta Banjarmasin
UNISKA MAB Tambah Guru Besar, Rektor Zainul Resmi Dikukuhkan sebagai Profesor ke-17
DISERAHKAN SK PENETAPAN dari DPP untuk Kepengurusan DPD PAN se-Kalsel
HANTARKAN ASPIRASI, Sekaligus DPRD Kalsel Berdialog dengan DPR RI

Berita Terkait

Sabtu, 4 April 2026 - 21:53

BURONAN RESIDIVIS Pembunuh di Surgi Mufti Banjarmasin Diringkus di Kalteng

Jumat, 3 April 2026 - 23:07

WALI KOTA BANJARBARU Sertakan Rombongan Lurah dan Camat ke Kementerian LH RI

Kamis, 2 April 2026 - 22:15

DUA TERDAKWA di BRI Cabang Tabalong “Telah Meraup” 4,8 Miliar

Kamis, 2 April 2026 - 21:58

PEREMPUAN BERBAJU MERAH Kebingungan Motornya Mogok di Tengah Padat Arus, Kasat Lantas Sigap Mendorong

Kamis, 2 April 2026 - 21:22

UNISKA MAB Tambah Guru Besar, Rektor Zainul Resmi Dikukuhkan sebagai Profesor ke-17

Kamis, 2 April 2026 - 16:50

DISERAHKAN SK PENETAPAN dari DPP untuk Kepengurusan DPD PAN se-Kalsel

Kamis, 2 April 2026 - 16:22

NENEK SIMPAN JASAD Putrinya dalam Freezer

Kamis, 2 April 2026 - 13:08

HANTARKAN ASPIRASI, Sekaligus DPRD Kalsel Berdialog dengan DPR RI

Berita Terbaru

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca