DELAPAN SAKSI dari UPPB-Perumda Beberkan Perkara Korupsi Bokar 1,829 Miliar di Tabalong

- Penulis

Kamis, 13 November 2025 - 22:33

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SuarIndonesia – Ada delapan saksi dari unsur Unit Pengolahan dan Pemasaran Bokar (UPPB) serta pihak Perusahaan Umum Daerah (Perumda), beberkan perkara korupsi jual beli bahan olahan karet (bokar) di Kabupaten Tabalong, Kalimantan Selatan.

Dari perkara dengan terdakwa mantan Bupati Tabalong, Anang Syafriani, Ainudin (Dirut Perumda Tabalong), serta Jumiyanto (Dirut PT Eksklusife Baru), disebut rugikan miliaran rupiah.

Seorang lagi, Galih alias Budiyono (buron) didakwa bersama-sama melakukan tindak pidana korupsi dalam kerja sama jual beli bokar.

Dimana berdasarkan LHP Investigatif BPK RI Nomor 23/R/LHP/DJPI/PKN.01/06/2025, kerugian negara akibat perbuatan para terdakwa mencapai sekitar Rp1,829 miliar.

Pada sidang lanjutan Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Banjarmasin, Kamis (13/11/2025), dipimpin Ketua Majelis Hakim Cahyono Reza Adrianto SH MH,semua saksi ungkap awal jual-beli tersebut.

Para saksi di sidang lanjutan Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Banjarmasin, Kamis (13/11/2025) (SuarIndonesia/ZI)

Pada mula satu saksi, Pahyuni, Koordinator UPPB Tabalong, mengungkap keterlibatannya dalam kerja sama yang belakangan menimbulkan kerugian besar bagi para petani.

Ia mengaku mengenal terdakwa Anang Syafriani dan Ainudin sejak lama. UPPB, kata dia, merupakan mitra pemerintah daerah yang diwajibkan menjual bokar kepada Perumda.

Pahyuni menceritakan awal mula pertemuannya dengan Anang pada 2019.  Saat itu, Bupati Tabalong menyebut akan ada investor berminat membeli bokar hingga 10 ribu ton.

“Saya ditelepon langsung oleh Pak Anang untuk menindaklanjuti rencana investor tersebut,” ujarnya.

Pertemuan digelar di Aula Pemkab Tabalong dihadiri seluruh pengurus UPPB.

Dalam forum, terdakwa Anang memperkenalkan Galih sebagai calon investor.

Setelah bupati meninggalkan ruangan, pembahasan berlanjut antara pihak UPPB dan investor.

Baca Juga :   HEBOH VIDEO Dinilai Fitnah di Bungkusan Masakan Padang Dilaporkan ke Polisi

Menurut Pahyuni, pihaknya mempercayai Galih karena dikenalkan oleh Dodi, protokoler bupati, dan disebut-sebut sudah mendapat restu langsung dari Anang.

“Saya percaya karena Galih datang bersama Dodi dan mengaku sudah bertemu Pak Bupati,” katanya.

Namun berujung kerjasama dengan Galih justru membuat UPPB merugi hingga Rp2,3 miliar.

Kami rugi besar dan harus bertanggung jawab kepada para petani,” jelasnya.

Ia menyebut Galih sebagai investor bodong karena tidak memiliki modal nyata.

Saksi lain, Sugeng dari UPPB Bima Sakti, menambahkan sebagian pembayaran bokar memang diterima dari Perumda.

Namun sekitar 50 persen sisanya masih tertahan di PT EB, perusahaan rekanan dalam kontrak.

Sementara itu, Soleh, Kabid Perkebunan Tabalong, mengaku sempat mendengar langsung ucapan bupati di depan para pengurus.

“Saya dengar sendiri Pak Bupati bilang, kalau ada apa-apa dengan Galih, itu urusan saya,’” ucapnya.

Dalam keterangan lainnya, Andreas, manajer PT Insan Bonafide, menyebut hanya mengenal Galih dan Jumiyanto dalam transaksi tersebut.

Ia mengaku tidak mengetahui peran PT EB.“Awalnya bokar akan dijual ke luar Kalimantan, tapi kemudian dialihkan ke Insan Bonafide,” ujarnya.

Terungkap pula bahwa pembayaran bokar senilai Rp2,3 miliar dilakukan melalui transfer bank ke rekening pribadi, bukan atas nama Perumda maupun PT EB sebagaimana mestinya.

Sidang akan kembali dilanjutkan pekan depan dengan agenda pemeriksaan saksi tambahan. (ZI)

 

 

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

JASAD PEREMPUAN MEMBUSUK di Dalam Kamar, Sebelum Temuan Terdengar Pertengkaran
AKSI TAWURAN Kelompok Remaja di Tembus Mantuil, Pelaku Diamankan Polresta Banjarmasin
MENKO KUMHAM IMIPAS: Masih Banyak Pungli Dilakukan Jajaran Birokrasi
JEMAAH HAJI Kloter 02 Debarkasi Banjarmasin Mendarat di Bandara Syamsuddin Noor
KAYU HALABAN Dikembangkan untuk Komoditas Unggulan Kalsel
KASUS PEMERASAN SERTIFIKAT K3: 10 Terdakwa Divonis 1,5–6,5 Tahun Penjara
KPK GELEDAH KEDIAMAN Eks Wamen Imipas Silmy Karim
HARI LINGKUNGAN HIDUP, Setwan Kalsel Bersihkan Got Tersumbat

Berita Terkait

Minggu, 7 Juni 2026 - 15:56

JASAD PEREMPUAN MEMBUSUK di Dalam Kamar, Sebelum Temuan Terdengar Pertengkaran

Sabtu, 6 Juni 2026 - 18:21

AKSI TAWURAN Kelompok Remaja di Tembus Mantuil, Pelaku Diamankan Polresta Banjarmasin

Jumat, 5 Juni 2026 - 18:25

HARI LINGKUNGAN HIDUP, Setwan Kalsel Bersihkan Got Tersumbat

Jumat, 5 Juni 2026 - 17:56

KECELAKAAN MAUT di Lintasan S Parman Banjarmasin, Renggut Nyawa Seorang Perempuan

Jumat, 5 Juni 2026 - 15:23

GERAKAN INDONESIA ASRI, Polda Kalsel Bersinergi Pemprov Aksi Bersih-bersih Bantaran Sungai Martapura

Jumat, 5 Juni 2026 - 15:17

BUPATI Abdul Hadi, Buka Balangan Islamic Fest 2026 Disaksikan Ribuan Warga

Kamis, 4 Juni 2026 - 20:49

KEJURNAS 2026: 3 Atlet Panjat Tebing Kobar Lolos Wakili Kalteng

Kamis, 4 Juni 2026 - 20:37

KELOMPOK ORANG UTAN Naik Bus, Ternyata Lagi Pindah ‘Sekolah’

Berita Terbaru

Rubrik opini

Memelihara Harapan, Catatan Hendry Ch Bangun

Sabtu, 6 Jun 2026 - 21:30

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Prof Dr Abdul Mu’ti, bersama Gubernur Kaltim Rudy Mas'ud membaur dengan kepala sekolah pada peresmian 102 satuan pendidikan yang selesai direvitalisasi di Kaltim. (Foto: Adpim Kaltim)

Kaltim

102 SEKOLAH Hasil Revitalisasi Diresmikan

Jumat, 5 Jun 2026 - 20:53

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca