SuarIndonesia – Target investasi Kalsel dari Rancangan Pembangunan Menengah Daerah (RPJMD) tahun 2022 sebesar Rp 11,66 persen.
“Realisasi semester 1 Rp6,65 triliun, atau 57,08 persen dari target,” ujar Plt. Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kalsel, Hanifah Dwi Nirwana, Rabu (10/8/2022).
Jika mengacu target RPJMD Kalsel Hanifah optimis mampu mencapai, sebab pada semester pertama saja sudah melebihi setengah target. Belum lagi data sementara semester 2 sudah dibukukan investasi sebesar Rp 4,2 triliun.
Berdasarkan data DPMPTSP, Penanaman Modal Asing (PMA), negara yang paling besar berinvestasi di Kalsel berasal dari Singapura (45%) dengan total proyek sebanyak 24.
Kemudian, disusul hongkong 7 proyek, namun besaranya tidak begitu besar yakni dengan nilai Rp 97,8 miliar, dan Malaysia total 5 proyek dengan nilai investasi mencapai Rp 24,5 miliar.
Realisasi PMA terbesar berurutan di Tanah Bumbu, Kotabaru dan Banjar, sedangkan sektor usaha PMA terbesar berurutan adalah pertambangan, industri kayu dan perumahan/kawasan industri/perkantoran.
Adapun di sektor Penenaman Modal Dalam Negeri (PMDN), nilai realisasi pada Triwulan II 2022, realisasi investasi Kalsel Januari- Juni 2022 adalah Rp 6,65 Triliun yang berasal dari PMDN Rp 5,43 Triliun dan PMA sebesar Rp 1,22 Triliun sehingga peringkat Kalsel secara nasional adalah peringkat ke-10 (PMDN) dan ke-21 (PMA).
Jika dibedah per daerah, maka PMDN terbesar berurutan adalah di Banjarmasin, Tanah Laut dan Kotabaru, sedangkan sektor usaha PMDN terbesar berurutan adalah industri makanan, pertambangan dan jasa lainnya.
Jika ditotal dan dibedah baik PMDN dan PMA berdasar sektor maka jawabannya masih didominasi sektor Batubara.
“Secara keseluruhan (PMDN dan PMA) maka sektor paling dominan pada Triwulan II adalah pertambangan,” katanya.(RW)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















