‘BUYAR’ Janji Fee Proyek Tiga Persen, Dibeberkan Saksi di Sidang OTT KPK

- Penulis

Jumat, 21 Maret 2025 - 20:11 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SuarIndonesia – Lima  saksi di sidang OTT KPK di Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi (PN Tipikor) Banjarmasin, yang satunya diantaranya mengaku buyar janji Fee proyek senilai tiga persen.

Semua di sidang lanjutan pada Kamis (20/3/2025), kasus dugaan suap yang menyeret mantan Kadis PUPR Kalsel, Ahmad Solhan, mantan Kabid Cipta Karya Yulianti Erlynah, Bendahara Rumah Tahfiz Darussalam H. Ahmad, dan eks Plt. Kabag Rumah Tangga Gubernur Kalsel, Agustya Febry.

Mereka bersaksi adalah Siswanto Hadi Direktur PT Wiswani Karya Mandiri, Tri Yulianto Direktur PT Hairadi Indo Utama, Hairusi Ramadhan Direktur CV Bangun Banua Bersama. Lalu David Direktur CV Berkah Ibu Zahra. dan Hasibi Rasidi selaku pegawai Bank Kalsel.

Usai sidang salah seorang saksi, Siswanto Hadi wartawan mengataka, kalau sebelum adanya proyek pembangunan Lapangan Sepak Bola Terpadu di Banjarbaru tahun 2024, dihubungi oleh salah seorang teman.

Oleh temannya dikenalkan kepada Sugeng Wahyudi kontraktor yang terjerat OTT KPK.

“Kenal sama Sugeng baru kenal, itupun dikenalkan sama teman saya yang mengaku saudara, dan oleh Sugeng perusahaan saya dianggap masuk kualifikasi untuk mengerjakan proyek di Kalsel, dan urusan administrasi diurus oleh David,” ucapnya.

Setelah ada kesepakatan, perusahaan miliknya dipinjam oleh Sugeng Wahyudi dengan janji memberikan fee proyek senilai tiga persen.

Baca Juga :   KAWANAN PENJARAH 1,3 Ton Sawit Tertangkap Setelah Dibuntuti Tim Pengawas

Selain itu ada perjanjian apabila pekerjaan tidak selesai maka pihak yang meminjam perusahaannya akan membayar Rp 5 miliar.

“Namun belum sempat fee tersebut dibayar ternyata proyek ini bermasalah karena adanya OTT KPK,” ucap Siswanto.

Lainnya, saksi Hasibi sebut bahwa Sugeng Wahyudi memiliki rekening pribadi di Bank Kalsel cabang Martapura.

Di mana terdapat dana masuk Rp 2 miliar lebih. Sugeng kemudian menarik Rp 750 juta secara tunai dan mentransfer Rp 1,6 miliar ke PT Jasa Abadi Mandiri.

Menurut JPU Mayer Simanjuntak, uang tunai Rp 750 juta itulah yang kemudian diserahkan kepada terdakwa Yulianti setelah ditambah menjadi Rp 1 miliar. “Uang itu diserahkan ke Yulianti di RM Kampung Kecil dan diduga sebagai suap,” ujar Mayer. (ZI)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

HUJAN di Banjarbaru Diwarnai Pohon Tumbang dan Angin Kencang
MENKO PM: Pelibatan Pesantren untuk Mencegah Karhutla
SELEKSI KONTINGEN Brisportartcular 2026 Digelar BRI Region 14 Banjarmasin, Tercatat 31 Peserta Berebut 8 Posisi Wakil Badminton
GRAND FINAL Nanang – Galuh Kalsel, Ini Deretan Sosok yang Dinobatkan
AMUK API di Permukiman Blok Pasar Lama, Seorang Meninggal Dunia
TENGGELAM Dua Anak Peserta Porsadin Tingkat Provinsi Kalsel, Satu Tak Terselamatkan
DIPROSES Polda Kalsel 12 Korporasi Terkait Karhutla Ada Keterkaitan Saham Asing, 11 Orang Diperiksa
SEJUMLAH RELAWAN BPK Mendapat Voucer BBM Gratis

Berita Terkait

Minggu, 25 Oktober 2026 - 21:12

WARGA LAMANDAU ‘MENUGAL’ Padi Gogo di Lahan Bekas Karhutla

Minggu, 25 Oktober 2026 - 20:54

VIRAL! Foto Menkes Pakai Oksigen, Menkes Bantah Sesak Napas

Jumat, 23 Oktober 2026 - 21:59

PUNCAK MUSIM HUJAN antara Desember-Januari 2027

Jumat, 23 Oktober 2026 - 20:33

PETUGAS Terus Berjibaku Tangani Karhutla

Kamis, 22 Oktober 2026 - 00:07

TERKAIT KARHUTLA, 6 Izin Perusahaan di Kalteng Dibekukan

Selasa, 20 Oktober 2026 - 00:26

DEMO KARHUTLA-KABUT ASAP Memanas! Mahasiswa Segel Kantor Gubernur Kalteng

Minggu, 18 Oktober 2026 - 20:42

KASUS KARHUTLA Kalteng: 46 Tersangka, 12 Laporan Seret Perusahaan

Minggu, 18 Oktober 2026 - 19:37

WATER BOMBING Dimaksimalkan atasi Karhutla Tanjung Puting

Berita Terbaru

Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) A Muhaimin Iskandar batau Cak Imin dalam rangka Peringatan Hari Santri di Pondok Pesantren Al Falah Putera Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Sabtu (24/10/2026). (Foto: Kemenko PMK)

Kalsel

MENKO PM: Pelibatan Pesantren untuk Mencegah Karhutla

Minggu, 25 Okt 2026 - 22:14

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca