SuarIndonesia – Pertumbuhan investasi di Kalsel berjalan cukup baik, sebab mampu melebihi dari yang ditargetkan.
Target investasi yang dibebankan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kalsel, sebesar Rp10, 5 triliun dan capaian hingga September Rp11, 19 triliun.
Kepala DPMPTSP Kalsel, Nafarin, menjelaskan pada triwulan ke tiga perkembangan investasi di Kalsel untuk Penanaman Modal Asing (PMA) sebesar 70,42 juta US Dollar, dengan 56 proyek dan peringkat 17 nasional.
Adapun Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) Rp3,533 triliun, dari 98 proyek dan berada di peringkat 10.
Menurut Nafarin, jika ditotal dari Januari sampai September atau selama sembilan bulan PMDN totalnya Rp6,825 triliun (279 proyek) dan Kalsel berada di peringkat 12 nasional.
Adapun untuk PMA, totalnya 291,45 Juta USD Atau Rp 4,37 Trilun. “Totalnya Rp11.19 triliun dan melebihi target,” kata Nafarin.
Jika dihitung dari Januari sampai September, investasi paling besar adalah sektor pergunanan, transportasi, dan komunikasi, disusul tambang, dan ketiga sektor perkebunan dan pertanian.
“Untuk Januari sampai September negara penanam modal paling dominan adalah Malaysia, Rp1,73 triliun, Thailand Rp722,6 miliar, Korea Selatan Rp667,64 miliar, Mauritius Rp400 miliar, dan Australia Rp353,99 miliar,” urai Nafarin.
Nafarin berharap, di triwulan terakhir 2019 ini investasi kembali bergairah dan bisa mendongkrak lagi ivenstasi di Kalsel, sebab semakin banyak investasi perekonomian semakin meningkat.
“Alhamdulillah forum investasi yang kita laksanakan dan kita ikuti memberikan efek terhadap jumlah investasi.
Semua capaian ini berkat dukungan kepala daerah,” bebernya.(RW)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















