SuarIndonesia- Bus rapid transit (BRT) milik Pemprov Kalsel sementara waktu berhenti beroperasi.
Penghentian operasional karena tidak mendapatkan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar.
Dalam sehari operasional, bus BRT warna biru itu menghabiskan kurang lebih 55 liter bio solar.
Kepala Bidang (Kabid) Angkutan Dinas Perhubungan (Dishub) Kalsel, Mutaim, mengungkapkan pihaknya sudah berupaya mencari suplai BBM ke beberapa penyedia, namun bahan bakar jenis bio solar sedang terjadi kelangkaan.
“Hari ini hanya ada tuga bus yang beroperasi sisa BB.
Kemarin, dan bus yang lain kami tidak berani meluncurkan karena takut kehabisan BBM,” ungkapnya.
Dishub mengumumkan penghemtian operasional itu melalui sosial media resmi millik Dinas Perhubungan Kalsel sejak Selasa (14/5/2024).
Sebagai antisipasi, pemprov masih mengoperasionalkan angkutan Bus Buy The Servics (BTS) Banjarbakula. Masyarakat masih bisa menggunakan tayo sebagai pengganti.(RW)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















