Suarindonesia – Menyusul banyaknya event nasional di kota Banjarmasin ternyata tak hanya meningkatkan kunjungan wisata susur sungai saja tetapi dampak ekonomi kreatif di ibukota Kalsel semakin hari bertambah menggeliat.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Banjarmasin, Drs H Ikhsan Alhak menilai prediksi jumlah wisatawan yang datang ke Banjarmasin tahun 2019 lebih banyak di tahun kemarin yang diperkirakan mencapai ratusan ribu orang.
Bahkan prediksi kenaikan ini dinilai berdasarkan dari banyaknya event wisata, event nasional yang telah digelar sejak awal tahun hingga sekarang.
“Kalau melihat dari banyaknya event, maka bisa dipastikan presentase kedatangan wisatawan juga akan meningkat, diprediksi puluhan ribu kunjungan,” ujar Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Banjarmasin, Drs H Ikhsan Alhak kepada awak media, di Banjarmasin (01/10/2019).
Menurut Ikhsan, presentase kenaikan wisata tersebut dapat dilihat dari berbagai indikator. Indikatir tersebut di antaranya jumlah penerbangan wisata datang, tingkat hunian hotel dan penginapan, tiket kunjungan ke tempat wisata, dll.
“Yang paling mudah dilihat yakni naiknya tingkat hunian hotel karena banyaknya event nasional yang digelar pemerintah seperti harganas dan harorganas,” kwtanya.
Indikator lainnya, ketika Banjarmasin menjadi tuan rumah Akkopsi membahas tentang City Sanitasion Summit (CSS) yang disandingkan dengan event Hari Jadi Kota Banjarmasin ke 493 tahun pada september tadi. Tamu yang datang menghadiri CSS tersebut saja sekitar 200 undangan belum lagi wisata lokalnya untik menyaksikan malam puncak hari jadi.
Iksan juga merasa yakin, tingkat kunjungan wisata di Banjarmasin terus bertambah. Terlebih pada bulan Oktober ini Banjarmasin akan menjadi tuan rumah lagi untuk asosiasi kota peduli inklusi dengan tamu undangan sekitar 80 kepala daerah atau kabupaten di Indonesia.
Ikhsan berharap dengan banyaknya kunjungan wisata ke kota Banjarmasin dapat membuka peluang sektor riil masyarakat, yakni ekonomi. “Dan ini tantangan serta peluang bagi warga kota agar bisa merespon minat wisatawan dengan tingkat kunjungan tersebut,” tuturnya.
Kemudian, visa saja dengan bentuk kuliner, supenier dan gait wisata serta dibukanya peluang home stay. “Hal – hal itu adalah peluang positif yang harus jeli dan bisa dimanfaatkan masyarakat,” demikian Ikhsan. (SU)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















