Suarindonesia – Belaian kasih sayang Kapolda Kalsel, Irjen Polisi Yazid Fanani dan ucapan lebut penuh kasih sayang dari Ketua Bhayangkari,Ketua Daerah Kalsel Ny Rinny Yazid Fanani, ke bocah penderita celah bibir, bikin sentuh si orang tua dan keluarga bocah tersebut.
Hal sama dirasakan para orang lainnya serta ibu-ibu pengurus Bhayangkari, ketika melakukan kunjungan ke Rumah Sakit (RS) Bhayangkara Hoegeng Imam Santoso yang ada di lingkungan Mapolresta Banjarmasin, Senin (17/6).

Kapolda didampingi Kapolresta Banjarmasin, Kombes Pol Sumarto, Kabid Dokkes, Kombes Pol dr H Erwinn Z H MARS,MH.Kes serta pejabat utama lainnya, melihat langsung pelaksanaan operasi atau tindakan medis/pembedahan terkait bakti kesehatan operasi kelainan kongenital celah bibir dan langit langit secara gratis dengan tema “Senyum Bersama Polri” ini.
Kapolda bersama sang istri melihat satu persatu bocah dan anak penderita celah bibir hingga ada orang dewasa pasien penderita kelainan pada langit-langit.
Tak hanya belaian, dan ada salah satu bocah yang akan dioperasi kepalnya dicium kapolda dan dapat usapan dari Ketua Bhayangkari, Ny Ny Rinny Yazid Fanani.
“Ya Allah terimakasih. Terimakasih juga Pak Polisi atas semua ini. Kalau kami tak mampu biayai untuk normalkan bibir anak,” ucap ibu yang mengaku berasal dari Kecamatan Aluh-Aluh Kabupaten Banjar.
Siang itu, sudah lima pasien yang telah dilakukan operasi dan lainnya menunggu.
Sesuai rencana akan berlangsung selama dua hari dan kegiatan ini serentak dilakukan pada 24 RS Bhayangkara di seluruh Indonesia, dalam rangka HUT ke 73 Bhayangkara.
Se Indonesia ditarget 500 pasien dan ternyata melampaui yang ketika itu dari data ada 700 lebih pasien.
Sedangkan rekapitulasi operasi celah bibir dan langit- langit jumlah terdaftar pasien se Kalsel sebanyak 34 orang (bayi, anak dan dewasa) kiriman 10 Polres.
Setelah dilaksanakan screening yang bisa dilaksanakan hanya sebanyak 29 orang, dan 5 orang dinyatakan mengalami penyulit Operasi/kontra indikasi operasi berupa gizi buruk, Hemoglobin HB darah dibawah normal dan berat badan di bawah normal.
Pada bagian lain menurut kapolda, program “senyum Bersama POlri” pada tahun lalu jumlahnya 250 dan secara nasional tahun ini naik lebih dari 300 persen.
“Ini menjadi catatan dan kalau kita melihat animo atau jumlah dari pasiennya naik secara signifikan.
Intinya tim kesehatan Polda Kalimantan Selatan (Kalsel) ingin sedikit memberi andil kontribusi kepada masyarakat banua utamanya di dalam kegiatan sosial masyarakat,” ujar kepada awak media
Untuk tim dalam pelaksaan ada dokter ahli jumlahnya 10 orang melibatkan lintas disiplin ilmu dokter ahli bedah 10 orang dokter anastesi 3 orang dan juga didukung perawat.
Ada pula didukung dengan beberapa dokter ahli untuk anak, yanmg suemua biar ada kolaborasi untuk memberikan yang terbaik. (ZI)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















