BARU 3, Produk Garam di Kalsel Bersertifikasi SNI

- Penulis

Kamis, 17 Desember 2020 - 21:41

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SuarIndonesia – Puluhan badan usaha di Kalsel sudah mengantongi sertifikat standar nasional Indonesia (SNI).

Sementara badan usaha yang mempunyai sertifikat halal sudah berjumlah 800 industri kecil menengah (IKM).

Jika mendapatkan sertifikat SNI maka otomatis mendapatkan sertifikat halal dan izin edar makanan dalam negeri (MD).

Hingga saat ini tercatat 136 produk Kalsel mendapatkan label MD.
Label MD dikhususkan bagi jenis minuman dan makanan basah.

Menurut Mahyuni tercatat di Kalsel ada 11 produsen garam dan baru 3 yang mendapatkan sertifikasi SNI.

Mengapa produsen garam lambat mendapatkan SNI, menurut Mahyuni karena rata-rata mempunyai modal kecil dan sulit meningkatkan manajemen mutu. Produsen garam kebanyakan produksi rumahan.

Mahyuni menjabarkan, kemampuan anggaran yang dimiliki pihaknya untuk membantu percepatan sertifikasi produk hanya berkisar 20 sampai 40 pertahun.

Baca Juga :   PUPR KALSEL Diingatkan Jangan Terulang Kasus Hukum

Untuk mendapatkan sertifikasi memerlukan biaya yang tinggi dan rentan waktu antara 8 sampai 10 bulan. Jika menggunakan dana sendiri maka sulit dipenuhi oleh IKM.

“Jika kami yang memfasilitasi gratis karena dibantu pendanaan. Mengurus sertifikasi ada biaya yang keluar untuk biaya assesor yang melakukan pendampingan.

Yang cukup mahal juga untuk menyamakan standar sertifikasi dengan kondisi di lapangan.

Misalnya membuat dapur produksi yang terpisah dengan dapur rumah tangga. Untuk mendapatkan sertifikasi proses produksi harus higienis dan tidak bercampur aduk dengan rumah tangga atau terpisah,” bebernya.(RW)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

PENGEROYOKAN di Sungai Andai, Tiga Remaja Ditangkap Polisi
KASUS PRIA TENTENG PISTOL Depan Arena Gym, Polresta Banjarmasin Minta Keterangan Saksi dan Korban
TIM SAR Gabungan Masih “Berjibaku” Pencarian Remaja Tenggelam di Sungai Martapura
SEORANG REMAJA Diduga Epelipsi Hilang di Sungai Martapura
PENYALAHGUNAAN Bio Solar Subsidi Dibongkar Reskrim Polresta Banjarmasin
KASUS PROYEK di Disdik Banjarmasin Ternyata Total Anggaran 6,5 Miliar, Segera Tetapkan Tersangka
DUGAAN PERSETUBUHAN Terungkap Lewat Ponsel
TERKAIT MORTIL, Dicek Gegana Brimob Polda Kalsel dan Dihancurkan

Berita Terkait

Minggu, 19 April 2026 - 15:57

PENGEROYOKAN di Sungai Andai, Tiga Remaja Ditangkap Polisi

Minggu, 19 April 2026 - 15:18

KASUS PRIA TENTENG PISTOL Depan Arena Gym, Polresta Banjarmasin Minta Keterangan Saksi dan Korban

Minggu, 19 April 2026 - 00:21

TIM SAR Gabungan Masih “Berjibaku” Pencarian Remaja Tenggelam di Sungai Martapura

Sabtu, 18 April 2026 - 23:27

SEORANG REMAJA Diduga Epelipsi Hilang di Sungai Martapura

Jumat, 17 April 2026 - 15:58

KASUS PROYEK di Disdik Banjarmasin Ternyata Total Anggaran 6,5 Miliar, Segera Tetapkan Tersangka

Jumat, 17 April 2026 - 15:25

DUGAAN PERSETUBUHAN Terungkap Lewat Ponsel

Kamis, 16 April 2026 - 22:51

TERKAIT MORTIL, Dicek Gegana Brimob Polda Kalsel dan Dihancurkan

Kamis, 16 April 2026 - 22:18

DITEMUKAN BAHAN PELEDAK Mortil “81 Tampella” Peninggalan Zaman Perang di Kampung Arab

Berita Terbaru

Kapal tanker berlayar di Teluk, dekat Selat Hormuz di tengah perang Iran vs AS-Israel. (REUTERS/Stringer)

Internasional

IRAN: Selat Hormuz Dibuka Penuh Selama Gencatan Senjata

Jumat, 17 Apr 2026 - 22:18

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca