SuarIndonesia – Barito Putera resmi rekrut tiga pemain baru untuk menghadapi Liga 1 Indonesia musim 2024/2025.
Tiga pemain asing resmi menandatangani kontrak bersama Barito Putera.
Antara lain dua pemain asal Negara Brasil yakni Lucas Morelatto dan Lucas Gama, serta satu pemain asal Gabon bernama Levy Madinda.
Penandatanganan kontrak ketiga legiun asing dilaksanakan di kediaman CEO Barito Putera Hasnuryadi Sulaiman Jalan Kampung Melayu, Banjarmasin.
Moment penandatangan kontrak itu diunggah akun resmi CEO Barito Putra, @hasnur_baritoputera dalam bentuk video. Dalam unggahannya para pemain sambil membentangkan jersey Barito Putera.
“Bismillah, Wasaka (Waja Sampai Kaputing,” tulis @hasnur_baritoputera, Jumat (28/6).
Akun resmi manajemen Barito Putra, @baritoputeraoficial juga mengunggah momen bergabungnya tiga pemain asing tersebut dengan menuliskan caption “Welcome to the familiy @lucasgama_Ig @levymadinda11 @lucasmorelatto_”.
Diketahui, Lucas Morelatto merupakan pemain berposisi gelandang yang baru kali peetama bermain di Liga Indonesia. Levy Madinda merupakan eks Persib Bandung yang bermain pada posisi gelandang.
Dan Lucas Gama adalah mantan pemain PSIS Semarang yang akan bermain di lini belakang pertahanan tim Laskar Antasari.
Bersamaan dengan tiga pemain asing, Barito Putera juga melakukan perpanjangan kontrak dengan yaitu Risky Pora.
Pemain senior itu dipastikan akan kembali bermain bersama Barito Putera pada Liga 1 musim 2024/2025.
Sebelumnya, Barito Putra juga medatanganan jumlah pemain lokal.
Kiper yang pernah memperkuat Tim Nasional Indonesia (Timnas) Indonesia, yaitu Muhammad Ridho resmi berjersey Barito Putera.
Barito Putera kembali memperkuat pertahanan dengan mendatangkan seorang kiper yang juga pernah memperkuat Timnas yaitu Satria Tama.
Pada musim sebelumnya, Satria Tama memperkuat tim Madura United.
Bersamaan dengan Satriatama, Barito Putera juga mendatangkan seorang pemain baru mantan pemain Madura United, Novan Setya. Novan Setya merupakan pemain yang bermain di bek sayap.
Sedangkan pada Jumat (29/6/2024) malam Dimana kenalkan Skuadnya dan Jersey, dikemas dalam Barito Putera Bershalawat di Mesjid Raya Sabilal Muhtadin dipimpin Habib Syech Abdul Qadir Assegaf, yang merupakan Dewan Penasehat tim Laskar Antasari, bersama ulama muda Banua Guru Rasyid Ridho.
Musim ini, sebanyak 28 orang pemain yang akan memperkuat Barito Putera diperkenalkan kepada publik, bersama dengan 7 orang tim pelatih.
Di posisi tim pelatih, ada nama Frans Sinatra Huwae sebagai Direktur Teknik, kemudian Rahmad Darmawan sebagai pelatih kepala, didampingi Isnan Ali dan Sofyan Morhan Sebagai Asisten Pelatih.
Kemudian ada nama Luis Fernando Vitorino sebagai pelatih kiper, Nurcholis Majid sebagai pelatih fisik dan Oktavery Krisnanda sebagai analis.
Sedangkan untuk pemain, di posisi penjaga gawang ada nama Nur Halid, Gale Trisna, Muhammad Ridho, dan Satria Tama.
Pemain belakang diisi oleh Bagas Kaffa, Ilham Zusril Mahendra, Muhammad Firly, Yuswanto Aditya, Muhammad Iqban Gwijangge, Alexandro Felix Kamaru, Novan Setya Sasongko, dan Lucas Gama Moreira.
Untuk mengisi sektor lapangan atengah, ada Nazar Nurzaidin, Bayu Pradana, Aditya Daffa, Muhammad Helmi, Ferdiansyah, Muhammad Reza Zuhro, Natanael Siringoringo, Levy Madinda, Lucas Morelatto, Buyung Ismu Lessy, Abdul Aziz, dan Rizky Rizaldi Pora.
Di barisan penyerang, Barito Putera memiliki Murilo Otavio Mendes, Bagus Kahfi, Rahmat Beri Santoso, dan Eksel Runtukahu.
Selain itu, Barito Putera juga memperkenalkan jersey terbarunya yang akan dikenakan pada kompetisi Liga 1 2024-2025.
Dengan desain dan motif yang elegan, jersey baru tim Laskar Antasari diharapkan dapat membangkitkan rasa percaya diri dan semangat Waja Sampai Kaputing (WASAKA) saat dikenakan oleh para pemain.
Di jersey terbaru ini, logo pendiri PS Barito Putera, almarhum H Abdussamad Sulaiman HB dan almarhumah Hj Nurhayati, yang biasanya berada di belakang jersey, kini diletakkan di bagian depan dada sebelah kiri.
CEO Barito Putera, Hasnuryadi Sulaiman mengatakan logo kedua orang tuanya yang berada di belakang, dimintanya untuk dipindah ke depan.
“Di bagian dada sebelah kiri, di jantung kita. Dengan harapan para pemain selalu mengingat apa yang menjadi nilai-nilai yang diajarkan oleh abah dan mama,” ucapnya.
Hasnuryadi menambahkan nilai-nilai yang diajarkan tersebut adalah lakukan semuanya karena cinta dan kekeluargaan.
Karena PS Barito Putera adalah satu-satunya tim yang didirikan di rumah sakit, dimana sang pendiri akan menghadapi operasi besar.
“Saya yakin dan membaca sejarah, mungkin hanya Barito Putera satu-satunya klub sepakbola atau klub olahraga yang didirikan di sebuah rumah sakit menjelang operasi antara hidup dan mati,” tuturnya. (ZI)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















