BARA GAMBUT Pulpis Masih Mengintai

- Penulis

Senin, 3 Agustus 2026 - 22:40 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto ilustrasi karhutla Pulang Pisau, Kalteng. (Foto: Istimewa)

Foto ilustrasi karhutla Pulang Pisau, Kalteng. (Foto: Istimewa)

SuarIndonesia — Kobaran api yang membakar kawasan lahan di Kabupaten Pulang Pisau, Kalimantan Tengah, mulai berhasil dikendalikan. Namun, perjuangan tim gabungan belum berakhir, karena bara di bawah permukaan masih mengancam.

Di balik permukaan gambut yang terlihat tenang, bara api masih tersimpan dan memicu kepulan asap pekat. Kondisi tersebut membuat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kini memasuki tahap pendinginan.

Tim gabungan terus menyisir lokasi untuk memastikan tidak ada lagi bara yang berpotensi memunculkan api baru. Karakteristik lahan gambut menjadi tantangan tersendiri.

Api yang telah dipadamkan di permukaan belum tentu benar-benar mati karena bara dapat bertahan di lapisan bawah tanah dan sewaktu-waktu kembali membakar permukaan.

Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran meminta seluruh instansi terkait tidak lengah dan memperkuat koordinasi dalam menangani karhutla di Pulang Pisau. Menurutnya, kecepatan respons menjadi kunci untuk mencegah titik api berkembang menjadi kebakaran yang lebih luas.

“Penanganan karhutla di Kabupaten Pulang Pisau ini harus dilakukan secara cepat, tepat, dan terkoordinasi tanpa ada toleransi keterlambatan. Keselamatan masyarakat adalah tanggung jawab bersama, sehingga begitu ada titik api terdeteksi, respons harus segera dilakukan agar kebakaran tidak semakin meluas,” ujar Agustiar Sabran, dikutip dari detikKalimantan, Senin (3/8/2026).

Sementara itu, Kepala Pelaksana BPB-PK Kalteng Ahmad Toyib mengatakan, patroli terpadu, penyekatan, hingga pemadaman terus dioptimalkan di kawasan rawan karhutla. Langkah tersebut dilakukan untuk mencegah bara kembali menyala sekaligus mengantisipasi penyebaran api ke kawasan lain.

“Kami mengoptimalkan patroli, penyekatan, dan pemadaman terpadu untuk mencegah penyebaran api yang lebih luas di lahan gambut. Kami juga mengimbau masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara dibakar serta segera melaporkan apabila menemukan titik api sekecil apa pun,” kata Toyib.

Baca Juga :   WARGA KOBAR Keluhkan Sulitnya dapat BBM

Penanganan karhutla tidak hanya diarahkan pada pemadaman api. Pemerintah juga menyiapkan langkah mitigasi untuk membantu masyarakat yang terdampak asap dan keterbatasan air.

BNPB bersama kementerian terkait dan Pemerintah Kabupaten Pulang Pisau membangun sumur bor dan sumur temporer. Selain menjadi sumber air untuk mendukung proses pemadaman, fasilitas tersebut juga dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan air bersih warga.

“Armada truk tangki air bersih turut disiagakan untuk mendistribusikan pasokan air kepada masyarakat di wilayah terdampak,” katanya.

Pemerintah juga memperkuat operasi terpadu dengan melibatkan berbagai unsur, mulai dari TNI, Polri, BNPB, BPBD, Manggala Agni, Masyarakat Peduli Api (MPA), hingga unsur pemerintah daerah.

Penanganan dilakukan melalui jalur darat dan udara, ditambah dukungan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC). Langkah tersebut diharapkan mampu mempercepat proses pendinginan, terutama di kawasan gambut yang menyimpan bara di bawah permukaan.

“Meski api di permukaan telah berhasil dikendalikan, ancaman belum sepenuhnya berakhir. Selama bara di dalam gambut belum benar-benar padam, potensi munculnya titik api baru tetap menjadi perhatian,” pungkasnya.

Pemerintah pun meminta masyarakat ikut berperan dengan tidak melakukan pembakaran lahan serta segera melaporkan setiap kemunculan asap atau titik api. Targetnya jelas, yakni memastikan bara di bawah gambut benar-benar mati sebelum puncak musim kemarau semakin meningkatkan risiko karhutla di Kalimantan Tengah. (*/ut)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

KARHUTLA di Kalteng 12 Perkara Libatkan Korporasi, 38 Jadi Tersangka
KABUT ASAP di Kalteng, Evakuasi Korban KM Virgo Terpaksa Jalur Darat
3 KURIR Narkoba Tertangkap Bawa 16,3 Kg Sabu dari Kalbar ke Palangka Raya
DITANGKAP Usai Bakar Rumput Halaman Rumah
KMT ELISABET TENGGELAM: 5 Awak Hilang Telah Teridentifikasi
HARI KE-13: 10 Korban KM Virgo Transport 8 Ditemukan, Lima di Kalteng
TELAH DITEMUKAN 160 Korban KM Virgo Transport-8 dan 52 Meninggal Dunia
195 SUMUR BOR Hadapi Karhutla dan Kekeringan

Berita Terkait

Minggu, 27 September 2026 - 21:35

DANA 760 Miliar Pemkab Balangan Belum Cair

Minggu, 27 September 2026 - 15:44

LANAL Banjarmasin Kegiatan “Trauma Healing” pada Penumpang KM Virgo Transport 8 yang Selamat

Minggu, 27 September 2026 - 15:33

PEDULI LINGKUNGAN, Sungai Pemurus jadi Sasaran Aksi Bersih

Minggu, 27 September 2026 - 00:19

KARHUTLA di Kalteng 12 Perkara Libatkan Korporasi, 38 Jadi Tersangka

Sabtu, 26 September 2026 - 22:07

KABUT ASAP di Kalteng, Evakuasi Korban KM Virgo Terpaksa Jalur Darat

Sabtu, 26 September 2026 - 21:26

ATASI Karhutla, DPRD Kalsel Gaungkan Semangat Pancasila

Sabtu, 26 September 2026 - 21:20

PULUHAN PENYELAM Menghadapi Kondisi Ekstrem Menemukan -Mengevakuasi Korban KM Virgo Transport 8

Sabtu, 26 September 2026 - 18:13

KEMBALI TERIDENFITIKASI Lima Jenazah Korban KM Virgo Transport 8, Pencarian Masih Berlangsung

Berita Terbaru

Sekretaris Daerah Balangan, Fakhriyanto

Balangan

DANA 760 Miliar Pemkab Balangan Belum Cair

Minggu, 27 Sep 2026 - 21:35

Anggota Polda Kalsel melakukan metode suntik gambut dalam penanggulangan karhutla di Jalan Gubernur Syarkawi Kecamatan Gambut, Kabupaten Banjar. (Foto: Antara)

Kab. Banjar

6,7 HA Karhutla Gambut Dipadamkan Lewat Metode Suntik

Minggu, 27 Sep 2026 - 20:58

Yanuar Diansyah, Kepala Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin. (Foto: HO-Dinkes Banjarmasin)

Kalsel

WASPADA! ISPA Banjarmasin Alami Peningkatan

Minggu, 27 Sep 2026 - 20:49

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca