BANYAK Angkutan Truk di Provinsi Kalsel Over Kapasitas

Bagikan :
BANYAK Angkutan Truk di Provinsi Kalsel Over Kapasitas

SuarIndonesia – Banyak angkutan truk di Provinsi Kalimantan Selatan yang disebut melebihi kapasitas atau Over Dimension dan Over Loading (ODOL).

Hal tersebut disampaikan Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan, Budi Setiyadi, saat meresmikan Operasional Unit Pelaksana Penimbangan Kendaraan Bermotor UPPKB Kintap dan Kegiatan Pekan Keselamatan Jalan Tahun 2021, di
Terminal Tipe A. Gambut Barakat, JI.A. Yani Km 17 Kabupaten Banjar, Kamis (7/10/2021).

Ia menyebut Kementerian Perhubungan sendiri sering mendapat
komplain dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPERA).

Pada laporan Kementerian PUPERA, disebutkan dalam satu tahun kerugian negara akibat truk ODOL mencapai Rp 43 triliun.

Ia menyebut Provinsi Kalimantan Selatan termasuk daerah yang terbanyak populasi truk angkutan barang.

Di lapangan banyak ditemukan truk angkutan melanggar regulasi yang ditetapkan pemerintah.

Ia menegaskan Kementerian Perhubungan tetap melakukan penindakan terhadap truk-truk yang melebihi ukuran dan
muatan atau Over Dimension dan Over Loading.

Hal ini dilakukan dalam upaya mewujudkan Indonesia Bebas Over
Dimension dan Over Loading (ODOL)  2023 mendatang.

Sementara itu Gubernur Kalsel, H.Sahbirin Noor, dalam sambutan tertulis yang dibacakan Kepala Dinas Perhubungan, Rusdiansyah, menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada semua pihak yang turut berperan, baik secara langsung ataupun tidak dalam menyelesiakan pembangunan UPPKB Kintap.

Gubernur berharap, kepada petugas yang mengelola UPPKB Kintap, agar bekerja secara professional dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku dan jangan sampai terjadi praktek pungli.

“Saya minta kepada petugas yang mengelola UPPKB Kintap, agar bekerja professional, mencegah jangan sampai terjadi pungli atau pelanggaran lainnya sesuai aturan penimbangan kendaraan bermotor,” harap gubernur.

Terkait ODOL, Rusdiansyah mengapresiasi langkah-langkah Kementerian Perhubungan menangani truk ODOL dalam rangka mewujudkan Indonesia Bebas ODOL 2023.

“Kami juga meminta perhatian lebih dari Kementerian Perhubungan, terkait

pembangunan UPPKB di Tanjung. Terus terang angkutan yang banyak melintas di jalan itu kebanyakan mengangkut semen PT.Conch.

Kita berharap jalan-jalan yang dibangun oleh pak Sauqi dan jajaran (Balai Pelaksanaan Jalan Nasional Kalsel dan Balai Wilayah Sungai Kalimantan II) tidak cepat rusak, kami juga mohon kerjasama dengan kawan-kawan Atrindo dan lainnya,” harap Rusdiansyah.(RW)

 1,658 kali dilihat,  1 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

error: Content is protected !!