BANK KALSEL Siap Ganti Kerugian, Jika Terbukti Nasabah Jadi Korban Skimming

SuarIndonesia – Menyusul adanya laporan nasabah yang juga merupakan pegawai Bank Kalsel maupun puluhan guru di Banjarmasin ternyata saldo yang dimiliknya berkurang saat akan ditarik oleh pemiliknya. Hal ini diduga karena memang adanya skimming sehingga berhasil memindahkan saldo ke rekening pemilik lainnya.

Skimming sendiri merupakan tindakan pencurian informasi kartu kredit atau debit melalui cara menyalin informasi yang terdapat pada strip magnetik kartu kredit atau debit secara ilegal.

Dengan laporan tersebut, kini Bank Kalsel sedang melakukan deteksi terhadap laporan dari para korban skimming ini, walaupun nasabah belum melaporkannya.

Bahkan Bank Kalsel juga telah mengambil tindakan dengan menutup fitur magnetic stripe untuk mencegah kembali terjadinya skimming.

Direktur Utama Bank Kalsel Hanawijaya mengutarakan hal tersebut dalam jumpa pers dengan lengkap didampingi jajaran direksi, sekaligus menyampaikan komitmen Bank Kalsel terhadap nasabah Bank Kalsel yang saat ini mengalami skimming.

“Saya pastikan bahwa Bank Kalsel berkomitmen untuk membayar dana nasabah 100%, apabila nasabah terverifikasi dan terbukti terkena skimming,’’

“Selanjutnya, Bank Kalsel akan mengambil langkah hukum dalam kaitannya dengan penyelesaian permasalahan skimming ini,” tegas Hanawijaya tegas Direktur Utama Bank Kalsel Hanawijaya kepada awak media, di Kantornya Lantai III Bank Kalsel, Senin (02/08/2022).

Sementara, Farida guru SMP 12 pun mengaku terkejut manakala dananya tinggal Rp900 ribu. Padahal saldo terakhir ada Rp40.900.000. Namun dia lega setelah memndapatkan pelayanan dari Bank Kalsel.

Baca Juga :

KORBAN SKIMMING, Inilah Keluh-Kesah dan Harapan Nasabah Bank Kalsel

Ia merupakan salah satu nasabah Bank Kalsel yang mengalami skimming. Awalnya memang mengaku sangat sedih atas kehilangan dana rekeningnya yang mencapai hilang puluhan juta rupiah, apalagi rekening tabungan itu hanya satu-satunya yang dimilikinya.

“Namun setelah Bank Kalsel berkomitmen dan menjamin bahwa dana saya akan diganti seratus persen. Atas hal ini, saya imbau nasabah lain agar tetap tenang, mengingat sudah ada komitmen dari Bank Kalsel untuk melakukan penggantian,” ucap Farida di Lantai 1 Cabang Utama Bank Kalsel.

Sama halnya dengan Ny Salmah karyawan Dinas Pendidikan Kalsel, dia tahu menjadi korban tindak skimming setelah dikasih tau suruh cek dana dan saat akan ditarik, ternyata di atm disebutkam saldo anda tak mencukupi.

Dana yang hilang sejumlah puluhan juta rupiah tersebut, terlapor transaksinya pada 11.00 siang. Dengan segera, begitu dapat informasi dari teman, langsung melapor ke Bank Kalsel.

“Saat ini saya sudah merasa tenang dengan adanya komitmen Bank Kalsel, karena Bank Kalsel menjamin dana diganti sepenuhnya. Pesan saya kepada semua nasabah yang ATMnya di bobol, agar segera lapor ke Bank Kalsel agar segera ditindaklanjuti,” ucapnya.

Dengan banyaknya laporan, akhirnya Bank Kalsel memperpanjang pelayanan. Dan untuk menghindari dan meminimalisir risiko terjadi hal serupa, Bank Kalsel mengimbau kepada seluruh nasabah untuk mengganti PIN ATM secara berkala, menjaga kerahasiaan data, dan menggunakan fitur Tarik Tunai Tanpa Kartu (Cardless) melalui Mobile Banking Aksel by Bank Kalsel.

“Saya berharap dan meminta maaf atas ketidaknyamanan nasabah. Dan jika nasabah mengalami kesulitan dapat menghubungi call center atau cabang Bank Kalsel terdekat,” demikian Dirut Bank Kalsel Hanawijaya.(SU)

 177 kali dilihat,  1 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

error: Content is protected !!