BANJIR dan Longsor di Gorontalo: 22 Ribu Orang Terdampak, 28 Tewas

- Penulis

Senin, 15 Juli 2024 - 21:25 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto udara banjir menggenangi rumah warga di Telaga Jaya, Kabupaten Gorontalo, Gorontalo, Sabtu (13/7/2024) lalu. [ANTARA FOTO/Adiwinata Solihin]

Foto udara banjir menggenangi rumah warga di Telaga Jaya, Kabupaten Gorontalo, Gorontalo, Sabtu (13/7/2024) lalu. [ANTARA FOTO/Adiwinata Solihin]

SuarIndonesia — Bencana banjir dan longsor yang terjadi beberapa hari terakhir di Gorontalo berdampak pada 4.500 rumah terendam dan 28 orang meninggal dunia.

Dikutip dari CNN Indonesia, banjir di Kabupaten dan Kota Gorontalo terjadi sejak Rabu (10/7/2024) lalu akibat hujan deras yang mengguyur daerah tersebut. Tercatat satu orang meninggal dunia dalam bencana tersebut.

“Di Gorontalo ada beberapa kejadian, ada longsor, ada banjir, ada banjir dengan intensitas permukaan air yang cukup signifikan. 4.500 warga terdampak yang artinya sudah hampir 22 ribu warga terdampak,” kata Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari di akun Youtube BNPB, Senin (15/7/2024).

Sementara itu, tanah longsor di area pertambangan emas tanpa izin di Desa Tulabolo Timur, Kecamatan Suwawa Timur, Kabupaten Bone Bolango menewaskan 27 orang, pada Minggu (7/7/2024).

“Jadi Tim SAR sudah menghentikan pencarian, sesuai dengan kesepakatan dan sudah didiskusikan dengan keluarga korban, sehingga data terakhir meninggal dunia 27 orang dan hilang 14 orang,” ujarnya.

Banjir di Kota Gorontalo menyebabkan delapan kecamatan terdampak dan empat jembatan terputus. Sementara di Kabupaten Boalemo ada dua kecamatan tergenang banjir dan 640 jiwa terdampak dengan ketinggian bervariasi antara 30 cm hingga 50 cm.

Baca Juga :   BERTAHUN-Tahun Diperkosa Ayah Kandung

“Ini kalau kita lihat kondisi beberapa hari terakhir, mulai tanggal 26 Juni, kemudian merembet ke bulan Juli itu, memang kondisi curah hujan di bagian leher dari Sulawesi itu cukup signifikan,” jelasnya.

Bencana alam ini, kata Muhari, bukan hanya terjadi di Gorontalo, tapi juga terjadi di Sulawesi Utara, Sulawesi Selatan bagian utara dan Sulawesi Tenggara bagian utara.

“Jadi meskipun kita melihat secara umum ada di kemarau, tapi kita harus memperhatikan ada kondisi-kondisi regional lain yang mempengaruhi intensitas curah hujan di Indonesia,” ujarnya. [*/UT]

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

HUJAN di Banjarbaru Diwarnai Pohon Tumbang dan Angin Kencang
BANTUAN BERAS untuk 33,2 Juta Penerima Desil 1
AMUK API di Permukiman Blok Pasar Lama, Seorang Meninggal Dunia
TENGGELAM Dua Anak Peserta Porsadin Tingkat Provinsi Kalsel, Satu Tak Terselamatkan
LIGA 2 CHAMPIONSHIP: Barito Putera Kandaskan PSBS Biak 3-0
DIPROSES Polda Kalsel 12 Korporasi Terkait Karhutla Ada Keterkaitan Saham Asing, 11 Orang Diperiksa
SEJUMLAH RELAWAN BPK Mendapat Voucer BBM Gratis
KASUS EMPAT PELABUHAN: KPK Periksa Mantan Kepala KSOP Samarinda

Berita Terkait

Minggu, 25 Oktober 2026 - 21:12

WARGA LAMANDAU ‘MENUGAL’ Padi Gogo di Lahan Bekas Karhutla

Minggu, 25 Oktober 2026 - 20:54

VIRAL! Foto Menkes Pakai Oksigen, Menkes Bantah Sesak Napas

Jumat, 23 Oktober 2026 - 21:59

PUNCAK MUSIM HUJAN antara Desember-Januari 2027

Jumat, 23 Oktober 2026 - 20:33

PETUGAS Terus Berjibaku Tangani Karhutla

Kamis, 22 Oktober 2026 - 00:07

TERKAIT KARHUTLA, 6 Izin Perusahaan di Kalteng Dibekukan

Selasa, 20 Oktober 2026 - 00:26

DEMO KARHUTLA-KABUT ASAP Memanas! Mahasiswa Segel Kantor Gubernur Kalteng

Minggu, 18 Oktober 2026 - 20:42

KASUS KARHUTLA Kalteng: 46 Tersangka, 12 Laporan Seret Perusahaan

Minggu, 18 Oktober 2026 - 19:37

WATER BOMBING Dimaksimalkan atasi Karhutla Tanjung Puting

Berita Terbaru

Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) A Muhaimin Iskandar batau Cak Imin dalam rangka Peringatan Hari Santri di Pondok Pesantren Al Falah Putera Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Sabtu (24/10/2026). (Foto: Kemenko PMK)

Kalsel

MENKO PM: Pelibatan Pesantren untuk Mencegah Karhutla

Minggu, 25 Okt 2026 - 22:14

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca