Bangunan RPU Banjarmasin Memprihatinkan, Bekas Limbahnya Berserakan

- Penulis

Jumat, 19 Juli 2019 - 21:20

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suarindonesia – Sekitar seperempat pengusaha yang sebelumnya menempati rumah potong unggas (RPU) Basirih sejak tahun 2017 mulai meninggalkan tempat yang disediakan oleh Pemerintah dan yang dibangun dengan Dana Alokasi Khusus 2008 yang lalu.

Bahkan sejak 2017, rumah pemotongan unggas Jalan Tembus Mantuil, Basirih, Banjarmasin Selatan yang sebelumnya menjadi kebanggaan Pemerintah Kota Banjarmasin kala itu kini seakan-akan dibiarkan begitu saja.

Dari hasil tinjauan di lapangan Jumat (19/07/2019) siang hari, terdapat dua rumah RPU yang letaknya strategis di depan justru kini kosong karena selain kondisi atap bangunan memprihatinkan dan lapuk juga, bekas limbah RPU yang tak tertata semakin menambah bau kurang sedap dan airnya mengalir kesana-kemari pada saat kondisi kemarau.

Kekosongan Rumah Potong Unggas yang ditinggalkan para pemakainya juga dibenarkan Kepala UPTD RPH Basirih, Sulasno saat berada di lokasi RPU, Jumat siang. “Memang sudah dua tahun kemarin lima pengusaha unggas enggan menempati lokasi yang dinilai minim sarana fasilitas dan akhirnya mereka meninggalkan,’’ paparnya.

Namun, di lokasi yang memprihatinkan tersebut masih ada dua pengusaha bertahan. Kedua pengusaha yang masih bertahan dengan kondisi rusak tersebut memang kerap mengeluh dan melakukan perbaikan sendiri. Namun karena kosong sehingga mereka memakainya dan limbahnya berantakan, ujar Lasno lagi.

Menurutnya kebijakan Pemko Banjarmasin memindahkan seluruh aktivitas pemotongan ayam ke RPU yang sebelumnya menjadi kebanggan kini sudah mulai ditinggalkan. Karena selain kondisi kandangnya memprihatinkan juga limbahnya berserakan dan baunya cukup menyengat.

Bahkan para pengusaha yang bertahan menuntut UPTD supaya memperbaiki kondisi rumah RPU tersebut. Mereka ingin berupa perawatan bentuk bangunan gedung, sarana prasarana maupun fasilitas pendukung lainnya dibenahi.

“Sudah kita surati pengusaha yang meninggalkan RPU agar kembali, tetapi mereka tidak mau, degan alasan kondisi RPUnya jauh dan fasilitasnya sangat terbatas dan banyak atap yang bocor dan rusak” katanya.

Baca Juga :   SOSIALISASI Instruksi Jaksa Agung, Kajati Kalsel : Manfaatkan Forum dan Diskusikan Semua Kendala

Bahkan, ujar Sulasno, untuk menanggulangi minimnya fasilitas, sudah diusulkan anggaran perbaikan tetapi usahnya gagal dan hampir tak mendapatkan sambutan dan juga tak mendapatkan respon para pemangku kebijakan. Padahal usulannya anggaran ke Pemko Banjarmasin untuk segera memperbaiki kondisi yang dianggap terbengkalai itu.
Sulasno juga berusaha memasukan dalam Dana Alokasi Khusus (DAK).

Namun usahanya tak pernah direpson dan harapan itu putus di tengah jalan. Bahkan sejak Pemka tidak mengabulkan usulannya dalam memlakukan perbaikan seperti yang diinginkan para para peternak tersebut.

Malah, belakangan diketahui bahwa Pemko tidak ada mempunyai menu anggaran di bidang peternakan.
“Tahun 2020 juga di usulkan lagi untuk APBD. Sampai disetujui, kita berhenti, karena kita ingin memberikan pelayanan terbaik,” katanya.

Ia juga menyesalkan kondisi ini tidak mendapat perhatian lebih dari DPRD Banjarmasin di bawah kepemimpinan Hj Ananda.

“Padahal wakil rakyat itu dipilih oleh rakyat, namun peninjauan ke lapangan pun sampai sekarang tidak pernah dilakukan,” katanya.

Sampai berita ini diturunkan belum ada konfirmasi resmi dari Waikota H Ibnu Sina maupun Wakilnya H Hermasyah. Sementara Ketua DPRD Kota Banjarmasin Hj Ananda sendiri telah mendengar laporan dan berjanji akan mengomunikasikannya dengan Komisi terkait dalam hal ini Komisi II DPRD Banjarmasin.

“Saya akan langsung menghubungi ketua Komisi II, karena ini berkaitan dengan lingkungan dan Dinas terkait dalam hal ini Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Peternakan untuk membicarakan permasalahan RPU. Karena waktu saya masih di Komisi II, kami sangat gencar membahas RPU ini untuk ditangani,” ujarnya kepada wartawan beberapa waktu lalu.(SU)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

RESMI DITUTUP Sekdaprov Kalsel MTQN Tingkat Provinsi di Batola, Piala Bergilir dan Tetap Diraih Kota Banjarmasin
BERGESER JABATAN Sejumlah “PAMEN” Lingkup Polda Kalsel, Termasuk Lima Kapolres
MANGKIR, Empat Pejabat PDAM Batola Ditangkap Tim Gabungan Kejaksaan dan Dijebloskan ke Lapas
RIBUAN PAKET SEMBAKO Disalurkan Polda Kalsel dalam Rangka Hari Bhayangkara ke-80
DIPERSIAPKAN Pemprov Kalsel Lima langkah Penguatan Gubernur sebagai Wakil Pemerintah Pusat
INDONESIA Hentikan Impor Solar Menyusul mandatori B50
BURONAN PEMBUNUH Kakak Ipar Diringkus Polresta Banjarmasin di Pahandut Kalteng
POLICE EXPO 2026 Digelar Polda Kalsel Momentum Semakin Mendekatkan dengan Masyarakat

Berita Terkait

Jumat, 26 Juni 2026 - 22:03

PLAZA Seremoni IKN Raih Honour Award

Jumat, 26 Juni 2026 - 21:43

RESMI DITUTUP Sekdaprov Kalsel MTQN Tingkat Provinsi di Batola, Piala Bergilir dan Tetap Diraih Kota Banjarmasin

Jumat, 26 Juni 2026 - 20:16

BERTAMBAH LAGI, Peserta SPPI Meninggal saat Latmil Jadi 4 Orang

Jumat, 26 Juni 2026 - 19:15

BERGESER JABATAN Sejumlah “PAMEN” Lingkup Polda Kalsel, Termasuk Lima Kapolres

Kamis, 25 Juni 2026 - 22:30

BEJAT! Paman Cabuli Dua Keponakannya Lima Kali

Kamis, 25 Juni 2026 - 22:20

DISDIKBUD ‘Digeruduk’ Emak-emak

Kamis, 25 Juni 2026 - 22:12

3 PENCURI Meteran Air PDAM Diringkus

Kamis, 25 Juni 2026 - 21:59

RIBUAN PAKET SEMBAKO Disalurkan Polda Kalsel dalam Rangka Hari Bhayangkara ke-80

Berita Terbaru

Plaza Seremoni IKN tampak dariu udara. (Foto: Humas OIKN)

Kaltim

PLAZA Seremoni IKN Raih Honour Award

Jumat, 26 Jun 2026 - 22:03

Belanda dan Jepang lolos ke babak 32 besar Piala Dunia 2026. (IMAGN IMAGES via Reuters/JAY BIGGERSTAFF)

Internasional

PIALA DUNIA 2026: Klasemen dan Tim yang Lolos

Jumat, 26 Jun 2026 - 19:55

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca