BAKAL DIUBAH Jadi Kota Lama Riverside, Lokasi Kawasan Wisata Mandiri yang Mati Suri

- Penulis

Jumat, 26 Agustus 2022 - 23:50

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SuarIndonesia – Wisata Kuliner Mandiri (WKM) yang lama mati suri bakal diubah menjadi Kota Lama Riverside (KRL). Hal itu disampaikan langsung oleh Wali Kota Banjarmasin, Ibnu Sina.

Ia menjelaskan, kawasan yang lama akan dibersihkan dan direnovasi. Sesuai dengan konsep Water Front City, dengan lebih banyak area terbukanya.

Ada kafe-kafe di sekitarnya, menyambung kawasan Kota Lama. Kemudian dijadikan tempat pedestrian seperti di kota lain.

Dijelaskan Ibnu, pasca pandemi, pembangunan sekarang mesti menyesuaikan. Modelnya, berupa sarana ruang publik yang luas. Tempat yang nyaman untuk berinteraksi. Karena saat ini sudah ada investor swasta yang masuk.

Disinggung terkait nasib sejumlah pedagang yang tersisa, ia menyatakan bakal merangkulnya.

“Tapi, tetap akan diseleksi oleh pihak investor swasta. Desainnya sudah ada, dan masih proses,” ujarnya, ketika diwawancarai di Balai Kota, belum lama tadi.

Di sisi lain, Ibnu menjelaskan bahwa kawasan itu hanya sebagian saja digunakan oleh investor swasta. Artinya, masih ada sebagian lahan. Dan itu, akan ditawarkan ke pihak lainnya.

“Baru setengah, masih ada setengah lagi. Jadi, bisa ditawarkan ke pihak perbankan, atau pihak swasta lainnya,” tambahnya.

Terpisah, adanya rencana renovasi dan pengembangan KWM juga sudah didengar oleh sejumlah pedagang yang menghuni kawasan yang berlokasi di Jalan Hasanuddin HM, Kecamatan Banjarmasin Tengah.

Salah satunya, mantan Wakil Ketua Koperasi WKM, Yadi. Meski mengetahui kabar itu, sayangnya hingga kini pihaknya mengaku belum mendapatkan informasi langsung dari Wali Kota Banjarmasin, Ibnu Sina terkait rencana itu. Ia justru mendapat kabar, bahwa para pedagang yang tersisa, harus angkat kaki tahun ini.

Padahal menurutnya, bila melihat perjanjian kontrak yang ada sejak tahun 2013, baru berakhir pada tahun 2023 mendatang.

Ia pun lantas menceritakan awal mula terbentuknya kawasan tersebut. Dituturkannya sejak tahun 2013 atau pada saat era Wali Kota Banjarmasin masih dijabat H Muhidin, ialah yang menginisiasi koperasi bersama pedagang lainnya.

Baca Juga :   GUBERNUR KALSEl H Sahbirin Noor Mengudurkan Diri Disampaikan ke Presiden, Berkas Diproses

“Pembangunan awal KWM ini juga menggandeng Dinas Koperasi dan UMKM. Kemudian, kami menerima dana hibah kementerian. Kebetulan ada program untuk 50 UMKM. Kami ajukan, akhirnya terealisasi kawasan ini,” tuturnya.

Di sisi lain, kios-kios lama yang ada di KWM menurut Yadi, secara tidak langsung milik koperasi yang telah mendirikan kawasan tersebut.

Menurut Yadi, seharusnya pemko bisa datang langsung ke lokasi. Mendata warung-warung yang masih aktif, lalu, menyampaikan bagaimana nasib pedagang ketika ada investor yang masuk.

“Alangkah baiknya jika ini dibicarakan bersama. Mencari solusi sama-sama bagaimana nasib kami di sini,” tekannya.

Disinggung terkait pernyataan Ibnu yang bakal merangkul pedagang yang ada, Yadi menyatakan bahwa bila tanpa adanya jaminan tertulis, pernyataan itu menurutnya hanyalah janji manis.

Dan tidak menutup kemungkinan, membuat nasib pedagang jadi terkatung-katung tanpa adanya kejelasan.

“Kalau tidak ada pendataan dan survei ke pedagang yang masih aktif di WKM, artinya bisa dipastikan bahwa jawaban wali kota hanya sekadar jawaban politis,” pungkasnya.

Diketahui, sebelumnya. WKM berada di tepian Sungai Martapura. Berseberangan dengan maskot patung bekantan itu.

Kawasan ini, dahulu dibangun pada tahun 2013. Kerja sama antara Pemko Banjarmasin dengan salah satu bank BUMN.

Diresmikan pada tahun 2014, KWM dikenal dengan ragam dagangan kulinernya. Sempat pula menjadi ikon wisata kuliner di Banjarmasin.

Sayang, pamornya sebagai ikon wisata kuliner itu tidak berlangsung lama. Hanya hingga tahun 2017 saja. Setelah itu, KWM perlahan ditinggalkan pengunjung.(SU)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

WALI KOTA BANJARBARU Sertakan Rombongan Lurah dan Camat ke Kementerian LH RI
DUA TERDAKWA di BRI Cabang Tabalong “Telah Meraup” 4,8 Miliar
PEREMPUAN BERBAJU MERAH Kebingungan Motornya Mogok di Tengah Padat Arus, Kasat Lantas Sigap Mendorong
AKSI KAMISAN di Tengah Guyuran Hujan dengan Pengawalan – Pelayanan Polresta Banjarmasin
UNISKA MAB Tambah Guru Besar, Rektor Zainul Resmi Dikukuhkan sebagai Profesor ke-17
DISERAHKAN SK PENETAPAN dari DPP untuk Kepengurusan DPD PAN se-Kalsel
HANTARKAN ASPIRASI, Sekaligus DPRD Kalsel Berdialog dengan DPR RI
DUA PEMAIN SABU Disergap Polisi, Sempat Membuang Barang Bukti

Berita Terkait

Jumat, 3 April 2026 - 23:07

WALI KOTA BANJARBARU Sertakan Rombongan Lurah dan Camat ke Kementerian LH RI

Kamis, 2 April 2026 - 22:15

DUA TERDAKWA di BRI Cabang Tabalong “Telah Meraup” 4,8 Miliar

Kamis, 2 April 2026 - 21:58

PEREMPUAN BERBAJU MERAH Kebingungan Motornya Mogok di Tengah Padat Arus, Kasat Lantas Sigap Mendorong

Kamis, 2 April 2026 - 21:41

AKSI KAMISAN di Tengah Guyuran Hujan dengan Pengawalan – Pelayanan Polresta Banjarmasin

Kamis, 2 April 2026 - 21:22

UNISKA MAB Tambah Guru Besar, Rektor Zainul Resmi Dikukuhkan sebagai Profesor ke-17

Kamis, 2 April 2026 - 16:22

NENEK SIMPAN JASAD Putrinya dalam Freezer

Kamis, 2 April 2026 - 13:08

HANTARKAN ASPIRASI, Sekaligus DPRD Kalsel Berdialog dengan DPR RI

Rabu, 1 April 2026 - 23:53

DUA PEMAIN SABU Disergap Polisi, Sempat Membuang Barang Bukti

Berita Terbaru

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca