Awal Ditemukan Bayi Dalam Kardus, Jarudin Cium Bau Menyengat

- Penulis

Sabtu, 2 Februari 2019 - 23:28

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suarindonesia – Orang pertama kali melihat dan menemukan sosok bayi sudah tak bernyawa dalam kotak kardus di Desa Sungkai RT 03 Kecamatan Simpang Empat, Kabupaten Banjar, Sabtu (2/2) tak lain adalah Jarudin.

Ketika itu Jarudin ingin memarkinkan sepeda motor di samping teras rumahnya.

Saat sedang memarkirkan sepeda motornya, saksi Jarudin mencium bau busuk yang menyengat.

Diceritakan, karena penasaran lalu Jarudin memeriksa sekitar rumahnya dan saat melakukan pemeriksaan tersebut melihat kotak kardus.

Dan saat dibuka kotak kardus tersebut ia kaget karena di dalam kardus tersebut ada sosok bayi namun saat diperiksa dan diperhatikan bayi tersebut sudah meninggal dunia.

Selanjutnya Jarudin langsung melaporkan penemuanya ke pihak Polsek Simpang Empat.

Sejumlah anggota Polsek Simpang Empat terdiri dari Kanit Sabhara Iptu Ridwan Pane, Kanit Intelkam Ipda Sukemi, KA SPK Bripka Imam Priyono dan anggotanya meluncur ke TKP.

Baca Juga :   BANK INDONESIA Hidupkan Semangat Pahlawan Dalam Lembaran Rupiah

Petugas pengumpulan saksi–saksi dan keterangan untuk mengungkap siapa orang tua yang tega membuang bayi tersebut.

Tindak lanjutya, Iptu Ridwan Pane menghubungi unit indentifikasi atau Inavis Polres Banjar untuk olah TKP.

Hingga bayi itu dievakuasi bersama anggota Emergency Banjar dan Tim Identifikasi ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ratu Zaleha, Martapura, dan diketahui jensi bayi itu laki-laki.

Kapolres Banjar AKBP Takdir Mattanete melalui Kapolsek Simpang Empat, Iptu Endris Ary Dinindra, mengatakan, sampai saat ini terus melakukan penyelidikan. (ZI)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

PENCURI 1,6 TON SAWIT Ketahuan! Gegara Tertidur Pulas Usai Beraksi
2 NAPI LAPAS Palangka Raya Dikirim ke Nusakambangan
SAAT BERENANG, Bocah Jio Hilang Misterius di Sungai
PRIA R NGAMUK Bacok Ibu dan Anak
MAYAT MA Mengapung di Sungai Lok Tamu, Diduga Mau Cuci Baju
DIDUGA LOMPAT dari Jembatan Mahakam, BB Ditemukan Tewas Mengambang
TERKUAKNYA DUGAAN KS di Ponpes Kukar, Korban Diam Bertahun-tahun
JASAD PEREMPUAN MEMBUSUK di Dalam Kamar, Sebelum Temuan Terdengar Pertengkaran

Berita Terkait

Minggu, 7 Juni 2026 - 22:52

SAAT BERENANG, Bocah Jio Hilang Misterius di Sungai

Minggu, 7 Juni 2026 - 22:36

MAYAT MA Mengapung di Sungai Lok Tamu, Diduga Mau Cuci Baju

Minggu, 7 Juni 2026 - 22:20

TERKUAKNYA DUGAAN KS di Ponpes Kukar, Korban Diam Bertahun-tahun

Minggu, 7 Juni 2026 - 15:56

JASAD PEREMPUAN MEMBUSUK di Dalam Kamar, Sebelum Temuan Terdengar Pertengkaran

Sabtu, 6 Juni 2026 - 18:21

AKSI TAWURAN Kelompok Remaja di Tembus Mantuil, Pelaku Diamankan Polresta Banjarmasin

Jumat, 5 Juni 2026 - 20:53

102 SEKOLAH Hasil Revitalisasi Diresmikan

Jumat, 5 Juni 2026 - 20:48

DUA PEMUDA HILANG di Hutan Bagugus Dievakuasi

Jumat, 5 Juni 2026 - 18:25

HARI LINGKUNGAN HIDUP, Setwan Kalsel Bersihkan Got Tersumbat

Berita Terbaru

Proses pemindahan napi high risk Lapas Palangka Raya ke Nusakambangan. (Foto: dok Ditjenpas Kalteng)

Hukum

2 NAPI LAPAS Palangka Raya Dikirim ke Nusakambangan

Minggu, 7 Jun 2026 - 22:58

Lokasi bocah Jio Norahito (11) yang hilang di Sungai Kapuas, Desa Sei Hanyu, Kabupaten Kapuas, Kalteng. (Foto: dok SAR Palangka Raya)

Kalteng

SAAT BERENANG, Bocah Jio Hilang Misterius di Sungai

Minggu, 7 Jun 2026 - 22:52


Pelaku R pembacok ibu dan anak di Palangka Raya, Minggu (7/6/2026). (FotoL dok Polsek Pahandut)

Hukum

PRIA R NGAMUK Bacok Ibu dan Anak

Minggu, 7 Jun 2026 - 22:45

Mayat MA mengapung di sungai Desa Lok Tamu, Banjar. (Foto: Istimewa)

Kab. Banjar

MAYAT MA Mengapung di Sungai Lok Tamu, Diduga Mau Cuci Baju

Minggu, 7 Jun 2026 - 22:36

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca