Suarindonesia – Apel konsolidasi Operasi Ketupat dan kesiapan Polda Kalsel turut Pengamanan Sidang PHPU 2019, digelar Kamis (13/6).
Dipimpin Kapolda Kalimantan Selatan (Kalsel), Irjen Polisi Yazid Fanani bersama Danrem 101/Antasari Kolonel Inf Syech Ismed diikuti Sekda Provinsi Kalsel, H Abdul Haris Makkie, Ketua Komisi III DPRD Kalsel, Danlanal Banjarmasin, Kadis Perhubungan Provinsi Kalsel, Forkopimda serta FKUB Kalsel.
Pada apel Konsolidasi ditampilkan Panser, Mobil Barakuda, serta berbagai mobil alutsista yang akan digunakan untuk pengamanan di banua ini.
Bahkan satuan Gegana Polda Kalsel turut memamerkan peralatan keamanan mereka.
Pada bagian lain kapolda mengatakan, gangguan Kamtibmas selama Operasi Ketupat, turun.
Pada bagian lain kapolda mengatakan, untuk gangguan kamtibmas selama Operasi Ketupat Tahun 2019, ada mengalami penurunan diakumulasi melalui angka yakni sebanyak 107 kasus atau 82,3 persen, atau dari 130 kasus kejahatan yang sebelumnya pada operasi 2018.
Menjadi 23 kasus pada operasi 2019 Untuk kecelakaan lalu lintas sebanyak 31 kejadian kecelakaan, 16 orang meninggal dunia, 5 luka berat dan 43 luka ringan.
Sebelumnya, kapolda juga imbau Menjelang sidang sengketa Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) di Mahkamah Konstitusi (MK) yang dimulai pada tanggal 14 Juni 2019 mendatang,) dan imbauan kepada warga untuk menjaga persatuan dan kesatuan.
Warga Kalsel juga diimbau untuk menghormati mekanisme hukum yang akan berlangsung di MK dengan cara tidak melakukan aksi demo. (ZI)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















