SuarIndonesia – Pada tahun ini perhitungan surplus beras di Kalsel mencapai 902.712 ton. Kelebihan stok beras tersebut bisa membantu daerah tetangga seperti Kaltim dan Kalteng.
Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Kalsel, H. Syamsir Rahman, mengatakan salah satu langkah strategis untuk meningkatkan produktifitas tanaman adalah dengan penggunaan benih varietas unggul dan bersertifikat.
Dikatakanya, kendala dan permasalahan yang dihadapi adalah pemotongan anggaran, perubahan iklim, alih fungsi dan fragmentasi lahan pertanian, rusaknya infrastruktur, serangan hama dan penyakit serta kelangkaan pupuk, dan benih terlambat.
Sementara itu, Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan, Suparmi, menyampaikan dalam sub sektor perkebunan provinsi Kalsel ada 2 komoditas unggulan yaitu karet yang produksinya mencapai 206.480 ton pada tahun 2020 dan kelapa sawit dengan produksi sebesar 1.125.950 ton pada tahun 2020.
Untuk komoditas perikanan dan kelautan disampaikan Sekretaris Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kalsel, Muhammad Fadheli.
Diprediksikan surplus ketersediaan dan kebutuhan bahan pangan berbasis komoditas perikanan sebanyak 27.419.671 kg dan pada Mei 2021 diproyeksikan akan surplus sebanyak 34.155.472 kg.
Hal tersebut terungkap pada Rapat Koordinasi Sinkronisasi dan Sinergitas Pembangunan Pertanian di Kalimantan Selatan, Senin (3/5/2021) di Kantor Gubernur Kalsel di Banjarmasin.
Mewakili PJ Gubernur Kalimantan Selatan, Safrizal ZA, menyampaikan pentingnya kembali diadakan analisis untuk mempertajam strategi.
“Kita juga masih perlu analisis komoditi, mana komoditi unggulan yang akan dikembangkan dan mana yang komoditi penting. Kita harus mempertajam strateginya lagi, mesti berbagi peran supaya paralel dan pembagian kerjanya dan bersinergi,” ucap Safrizal.(RW)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















