Suarindonesia – Jalan akses menuju Sekolah Dasar Negeri Basirih 10 Banjarmasin di Desa Kuin Besar Kecamatan Banjarmasin Selatan bukan menjadi suatu kekurangan melainkan menjadi daya tarik tersendiri bagi Kota Banjarmasin.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Banjarmasin, Drs H Totok Agus Daryanto mengakui, benar akses ke SDN tersebut hanya bisa dilalui melewati jalur sungai dan tidak ada jalur darat sehingga menyebabkan guru dan murid di sana harus menggunakan angkutan sungai berupa perahu motor.
“Benar hanya ada akses sungai, tetapi ini kan mau dijadikan destinasi kearifan lokal. Sekolah yang bisa menjadi muatan lokal bagi para warga dan wisatawan yang datang ke kota Banjarmasin,” ucap Totok kepada wartawan, Selasa (25/2) siang.
Menurut Totok Agus jika bicara akses bukan suatu hambatan karena berpuluh tahun sudah warga atau peserta didik di sekolah tersebut terbiasa menikmatinya. Sebab mereka merupakan masyarakat yang kental dengan budaya sungai.
“Mereka ini kan kental dengan budaya sungainya. Oleh karena itu dari Dinas Pendidikan pun ingin menyediakan kelotok gratis buat pelajar di sana meskipun saat ini masih sebatas wacana, tapi kami berusaha mewujudkannya,” ungkapnya.
Selain itu Totok menerangkan masyarakat pinggir sungai di sana membuat SDN Basirih 10 Banjarmasin memiliki khas sekolah dengan kearifan lokal sungai dan menjadi daya tarik tersendiri bagi warga yang ingin bersekolah di sana.
“Kearifan lokal inilah yang akan dipertahankan sebagai objek wisata baru. Mudah-mudahan dalam waktu dekat bisa menjadi destinasi wisata berbasis sungai terbaru di Banjarmasin,” ujar Totok.
Lebih lanjut Totok mengungkapkan meski hanya akses sungai yang dimiliki SDN Basirih 10 Banjarmasin. Namun soal infrastruktur dan fasilitas di sekolah tidak kalah bersaing dengan sekolah di tengah kota lainnya.(SU)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















