Suarindonesia – Dinas Perhubungan (Dishub) Kalsel mulai mencari driver dan navigator bus tayo tersebut. Rekrutmen driver dan navigator dilaksanakan melalui sistem seleksi.
Setelah diumumkan, sebanyak 32 orang menjadi pendaftar calon driver dan navigator. Kamis (27/6) bertempat di Terminal Gambut Barakat Km 17 dilaksanakan tes terhadap calon driver dan navigator tersebut.
Berdasarkan absensi kehadiran, dari 32 pelamar hanya 15 yang mengikuti tes kemarin. Sisanya akan diberikan kesempatan mengikuti tes Jumat (28/6) hari ini.
Pada tes tahap pertama ada beberapa materi yang harus diselesaikan pelamar. Yaitu tes tertulis, psikotes, standar pelayanan, dan aturan keselamatan lalu lintas.
“Psikotes kami menghadirkan ahli dari UIN Antasari, terkait aturan dari Polda, dan dari kami terkait standar pelayanan, ” jelas Kabid Angkutan Dishub Kalsel, Firman.
Bagi peserta yang lulus akan mengikuti tes tahap kedua. Tes tahap kedua terdiri dari materi simulasi keselamatan berlalu lintas yang dikoordinir Polda Kalsel.
Sebelum simulasi atau praktek, ujar Firman, ada pengarahan terlebih dahulu. “Terakhir pemantauan akhir (pantauhir), setelah itu tim yang menentukan mana yang menjadi driver dan navigator BRT,” bebernya.
Dikatakan Firman, berdasarkan jumlah BRT yaitu 5 unit, maka pihaknya mencari 10 driver dan 5 navigator.
Rencananya, driver akan dibagi menjadi dua sift tugas kerja dengan waktu kerja 8 jam per hari.
Sesuai aturan, driver setiap 4 jam harus istirahat. “Sift pertama 4 jam bekerja lalu dilanjut sift kedua 4 jam, sift dua istrirahat dilanjut lagi sift pertama, dan setelahnya sift kedua lagi. Rencana kami BRT operasional dari pagi sampai malam,” urainya.
Firman menambahkan, jika nanti ada tambahan bis lagi dari pemerintah pusat maka tentunya driver dan navigator juga akan ditambah.
“Mereka akan mendapatkan gaji pokok sesuai UMR, tapi kami sedang mempertimbangkan penggajian menggunakan skema tunjangan, karena kita tau pekerjaan mereka di lapangan banyak resiko,” katanya.
Sementara, Sekretaris Dishub Kalsel, M. Mirhansyah menambahkan, rekrutmen driver dan navigator ini dilaksanakan secara seleksi untuk menjaring sumber daya manusia yang berkualitas, sebab menurutnya pekerjaan sebagai driver dan navigator cukup beresiko.
“Kami mencari yang profesional, ramah, humanis, paham dengan segala ketentuan terkait BRT, dan bisa mengaplikasikan demengan betul.
Operasional BRT ini kan mengutakan pelayanan dan keselamatan di jalan raya, makanya kita harus menjaring orang yang tepat, ucapnya.
Di sisi lain, Vesa salah satu peserta tes calon navigator mengaku tertarik untuk menjadi bagian dari operasional BRT.
Meski bukan orang yang berpengalaman menjadi navigator, Vesa merasa terpanggilan membantu dan memberikan pelayanan.
“Mudah-mudahan saya diterima dan menjadi bagian operaisonal BRT, ” ujar wanita yang baru lulus dari Uniska Banjarmasin ini. (RW)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















