Suarindonesia – Upaya Pemko Banjaramsin melanjutkan penataan siring menjadi salah satu agenda prioritas kepemimpinan Walikota H Ibnu Sina dan Wakilnya H Hermansyah.
Hal ini dibuktikan, setelah dilakukan rapat bersama pedagang beras yang berjualan di Maura Kelayan yang setuju pindah. Minggu depan proyek bantuan Balai akan dilakukan lelang.
Kepala PUPR Kota Banjarmasin Ir H Arifin Noor MT kepada awak media mengatakan bahwa lanjutan penataan Siring di Muara Kelayan yang semula hanya 150 meter, kini dengan sistem multiyear pelaksanaan pembanguan ditambah menjadi 400 meter.
“Alhamdulillah pihak balai menyetujui menambah dengan mengucurkan panjang siring menjadi 400 meter, sehingga diharapkan seluruh wilayah yang semula terputus bisa diselesaikan tahun ini dan dilanjutkan tahun depan,’’ ucap Arifin Noor kepada awak media, di Balaikota Banjarmasin, Selasa (23/07/2019).
Selain mendapatkan kuncuran bantuan pembangunan dana DAK untuk penyelesaikan pembangunan Siring, Arifin juga mengatakan bahwa pihaknya sudah terus mengajukan kucuran dana untuk infrastruktur lainnya.
Namun karena siring menjadi mega proyek pengembangan kota sehingga permohoan bantuan untuk penataan penyelesaian lokasi Muara Kelayan Banjarmasin.

Kasubbid Pertanahan Dinas Perumahan dan Permukiman Banjarmasin Rusni membenarkan jika tahun depan akan dilakukan pembebasan lanjutkan revitalisasi sungai di Muara Kelayan Banjarmasin.
Bahkan untuk dana sudah siap dengan pagu Rp13 M dari 29 persil yang semusnya sudah sepakat pindah di lokasi relokasi sementara.
Namun dari 29 persil tersebut 25 murni pedagang dan 4 warung akan direlokasi di dua tempat saja sehingga mereka akan memakai warung bersamaan, ujarnya saat mengikuti rapat yang dipimpin Wakil Walikota H Hermasnyah.
Sementara sejumlah warga pemilik toko di Pasar Beras tertua di Banjarmasin, Ahur mengatakan, memang benar jika sudah ada rapat terkait pembebasan lahan yang akan terkena toko miliknya.
Namun dia bisa berbuat apa-apa kerena memang harus mengikuti kebijakan pemerintah.
Mereka tampak setuju setelah para pedagang beras yang berlokasi Jalan Pasar Pagi dan Gang Ketawa, Kecamatan Banjarmasin Tengah, setuju dipindah dalam pertemuan antara jajaran Pemko Banjarmasin yang dipimpin Wakil Walikota Banjarmasin H Hermansyah, dengan para pedagang tersebut, di ruang rapat Wakil Walikota, di Balai Kota Banjarmasin, Senin (22/07/2019) siang.
Pertemuan tersebut sengaja digelar H Hermansyah, dengan tujuan mendengarkan langsung aspirasi para pedagang mengingat tempat berjualan mereka akan dibebaskan, sehubungan dengan rencana pembangunan lanjutan Siring Muara Sungai Kelayan.
‘`Pertemuan ini digelar agar saya bisa mendengar langsung aspirasi warga. Tidak ada niat saya atau niat jajaran Pemko Banjarmasin untuk melakukan penggusuran atau menghilangkan pekerjaan masyarakat,’’ ujarnya.
Sebagai gantinya, Pemko Banjarmasin akan membangun pasar beras baru, di mana untuk penentuan lokasinya, diserahkan kepada para pedagang beras tersebut. “Jadi silakan pian-pian semua tentukan lokasinya. Nanti akan kami bangun pasar berasnya,’’ pungkasnya.
Rencanannya, perhitungan terhadap fisik dan lahan milik warga tersebut akan dilakukan tim appraisal dalam waktu dekat. Setelah penilaian tersebut selesai dilakukan, Pemko Banjarmasin akan sesegera mungkin menyerahkan uang penggantian melalui transfer rekening ke masing-masing pedagang tersebut. (SU)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















