SuarIndonesia– Tahun 2021 baru saja berkahir. Lantas bagaimana dengan pembangunan di Provinsi Kalsel. dan berikut beberapa rincian prioritas pembangunan 2021.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kalsel, Nurul Fajar Desira, menyebut persentase pembangunan 2021 mencapai 90 persen lebih.
Fajar merincikan pembangunan bidang infrastruktur yang dibiayai APBD.
Pertama pusat informasi geopark Tahura, objek wisata Sungai Luar dilengkapi akses , Jembatan Malimali menghubungkan Mataraman – Sungai Ulin.
Khusus akses ini tingal satu kilo belum teraspal karena terkendala lahan, namun tahun ini diselesaikan. Berikutnya pembangunan Jembatan Aranio akses Banjarbaru – Batulicin dan beberapa jembatan di dalamnya, dan menyelesaikan akses jalan makam Datu Kalampayan.
Pada bidang sosial, meliputi pembangunan tahap 1 laboratorium kesehatan di Jalan Bumimas sudah selesai, operasi jantung pertama di RSUD Ulin dalam rangka pusat jantung terpadu sudah tersedia lengkap dengan ruang operasi, kamar inap, dan kamar ICU.
Ke depan tidak masalah operasi jantung terbuka. Pembangunan bidang sosial lainnya yaitu panti disabilitas, panti tuna sosial, gudang farmasi, rehabilitasi lapangan SKB Mulawarman, rehabilitasi lapangan dan ruang Golf Swargaloka, rehabilitasi lapangan sepakbola Kayu Tangi, rehabilitasi lapangan Tenis Dharma Praja yang saat ini masih berproses untuk fasilitasi tribun.
“Bidang keagamaan kita menyelesaikan pembangunan Masjid Bambu Kiram, hibah kepada masjid dan tempat ibadah, dan hibah kepada perguruan tinggi dan pesantren,” katanya.
Lantas bagaimana dengan 2022? .Fajar menyebut prioritas ke depan menyelesaikan ruas Sungai Ulin – Mataraman, selain juga melanjutkan lintas Banjarbaru-Batulicin sembari mencari sumber dukungan APBN.
Kemudian, pembebasan lahan akses bandara. Diperkirakan jika penyiapan lahan selesai maka pembangunan akses bandara sepanjang 3 kilometer tersebut akan dibiayai APBN.
“Fokus kami 2021 juga pembebasan lahan pembangunan bendungan Riam Kiwa. Jika lahan sudah tuntas maka 2022 ini pekerjaan fisik bisa dimulai.
Kami juga menyiapkan anggaran pembebasan lahan pembangunan kanal dan kolam kontrol banjir di Hulu Sungai Tengah (HST).
Selain itu, kami juga menyelesaikan geosite geopark, sehingga bulan April sudah hilang mengusulkan ke tingkat Unesco,” katanya.(RW)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















