14 WNI Sindikat TPPO di LN, Polisi Koordinasi dengan Kamboja

- Penulis

Jumat, 21 Juli 2023 - 21:18

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy


Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirkrimum) Polda Metro Jaya Kombes Hengki Haryadi.(Foto: KOMPAS.COM)

Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirkrimum) Polda Metro Jaya Kombes Hengki Haryadi.(Foto: KOMPAS.COM)

SuarIndonesia — Polda Metro Jaya saat ini telah menetapkan 12 tersangka kasus TPPO sindikat penjualan ginjal di Kamboja. Selain sindikat yang berada di Indonesia, diketahui masih ada 14 tersangka WNI yang berada di Kamboja.

“Dari salah satu tersangka (menyebutkan) bahwa ada 14 orang yang masih di sana (Kamboja), oleh karenanya kami bentuk tim gabungan bersama Kadiv Hubinter,” kata Dirkrimum Polda Metro Jaya Kombes Hengki Haryadi kepada wartawan di Polda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (21/7/2023).

Ke-14 orang tersebut saat ini masih dalam pengejaran pihak kepolisian. Polri dalam hal ini melakukan upaya police to police untuk menangkap keempat belas tersangka tersebut.

“Kita kan ada namanya kita coba menggunakan level diplomasi P to P atau police to police supaya mempercepat kita ambil ke sana kan, karena warga negara Indonesia kita ambil tersangka. Tapi prioritas pertama menyelamatkan dulu ini pendonor-pendonor ini,” jelas Hengki.

Koordinasi Ketat dengan Kepolisian Kamboja
Kadiv Hubinter Polri Irjen Krishna Murti mengakui adanya kesulitan dalam proses pemulangan para WNI korban TPPO penjualan ginjal dari Kamboja ke RI. Polri berkoordinasi ketat dengan Kepolisian Kamboja hingga KBRI di Kamboja.

Hal ini mengingat operasi transplantasi ginjal dilakukan di RS Preah Ket Mealea, yang merupakan rumah sakit militer di bawah pemerintahan Kamboja.

“Terjadi eksekusi transaksi ginjal itu di RS pemerintah dan ini menjadi catatan dan kami harus berkomunikasi dengan otoritas yang lebih tinggi, bahkan kami ke Stafsus Perdana Menteri untuk meminta bantuan memulangkan para korban TPPO. Kami juga berkomunikasi ketat dengan Kepolisian Kamboja, kami juga berkomunikasi ketat dengan interpol Kamboja dan alhamdulillah kasus ini bisa terungkap,” papar Krishna dalam jumpa pers di Polda Metro Jaya, Kamis (20/7).

Baca Juga :   GUDANG PUPUK Organik Phospat Ilegal Digerebek Polda Kalsel

Akan tetapi, kesulitan tersebut menjadi tantangan Polri ke depan. Polri terus berkoordinasi dengan KBRI untuk memantau para tersangka yang masih ada di sana.

“Kami harus melakukan koordinasi yang ketat dengan didukung KBRI khususnya, karena kami tidak punya Atase Polri di Kamboja kami meng-employing dukungan dari atase pertahanan,” katanya, seperti dikutip detikNews, Jumat (21/7/2023).

Kendala lainnya, Polri belum memiliki nota kesepahaman (MoU) dengan Kamboja, khususnya mengenai kasus-kasus terkait TPPO.

“Pertama kesulitan kami dan jadi catatan kami adalah belum ada kesepahaman tentang kasus-kasus TPPO, baik di lingkungan internal dalam negeri, domestik khususnya kementerian lembaga, termasuk KBRI. Sebagian menganggap ini belum terjadi tindak pidana, tapi kami yakinkan ini telah terjadi tindak pidana,” paparnya. (*/UT)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

WALI KOTA BANJARBARU Sertakan Rombongan Lurah dan Camat ke Kementerian LH RI
DUA TERDAKWA di BRI Cabang Tabalong “Telah Meraup” 4,8 Miliar
DISERAHKAN SK PENETAPAN dari DPP untuk Kepengurusan DPD PAN se-Kalsel
HANTARKAN ASPIRASI, Sekaligus DPRD Kalsel Berdialog dengan DPR RI
DUA PEMAIN SABU Disergap Polisi, Sempat Membuang Barang Bukti
SEORANG PEMUDA Warga AKT Banjarmasin Tewas Ditikam Sepulang dari Lokasi Memancing Ikan
DIGEREBEK Tambang Emas Ilegal di Tahura Sultan Adam, Situasi Sempat Tegang
STOK BBM Indonesia Aman karena Punya Sumber Minyak Baru

Berita Terkait

Jumat, 3 April 2026 - 23:07

WALI KOTA BANJARBARU Sertakan Rombongan Lurah dan Camat ke Kementerian LH RI

Kamis, 2 April 2026 - 22:15

DUA TERDAKWA di BRI Cabang Tabalong “Telah Meraup” 4,8 Miliar

Kamis, 2 April 2026 - 21:58

PEREMPUAN BERBAJU MERAH Kebingungan Motornya Mogok di Tengah Padat Arus, Kasat Lantas Sigap Mendorong

Kamis, 2 April 2026 - 21:41

AKSI KAMISAN di Tengah Guyuran Hujan dengan Pengawalan – Pelayanan Polresta Banjarmasin

Kamis, 2 April 2026 - 21:22

UNISKA MAB Tambah Guru Besar, Rektor Zainul Resmi Dikukuhkan sebagai Profesor ke-17

Kamis, 2 April 2026 - 16:22

NENEK SIMPAN JASAD Putrinya dalam Freezer

Kamis, 2 April 2026 - 13:08

HANTARKAN ASPIRASI, Sekaligus DPRD Kalsel Berdialog dengan DPR RI

Rabu, 1 April 2026 - 23:53

DUA PEMAIN SABU Disergap Polisi, Sempat Membuang Barang Bukti

Berita Terbaru

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca