Suarindonesia – Kepala Pelaksana BPBD Kalsel Wahyuddin, mengatakan sesuai prediksi dari BMKG masuknya musim hujan pada minggu ketiga bulan Oktober, sehingga masih ada waktu satu bulan harus diwaspadai.
Ia menjelaskan pafa tanggal 17 dan 18 September 2019, Badan Lingkungan Hidup Daerah merekam di Bandara Syamsudin Noor terdapat udara yang sangat tidak sehat.
“Selain alasan itu, ada 3 kabupaten kota yang sudah menetapkan status naik dari siaga menjadi tanggap darurat. Banjarbaru, Hulu Sungai Utara, dan Kabupaten Balangan.
Atas pertimbangan itu status provinsi dinaikkan menjadi tanggap darurat dari siaga darurat mulai tanggal 23 September 2019,” kata Wahyuddin.
Dikatakannya, pasca ditetapkannya per 23 September 2019 menjadi tanggap darurat konsekuensinya dalam 14 hari upaya menangani kabut asap harus maksimal dengan dukungan semua pihak.
Ia membeberkan, untuk Karhutla di wilayah Banjarbaru sekitar Bandara ada 6 titik utama yang dilakukan upaya pemadaman. Pertama 4 titik berada di Guntung Damar, 1 titik di Liang Anggang, dan Trikora Banjarbaru.
“Empat titik ini tinggal sedikit lagi yang perlu dilakukan pemadaman, sudah dilakukan perendaman lokasi terbakar agar bara api padam,” kata Wahyuddin.(RW)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















