SuarIndonesia – Pelaksanaan Banjarmasin Sasirangan Festival (BSF) ke enam tahun 2022 ini membuat Wali Kota Bogor, Bima Arya Sugiarto kagum dengan kain sasirangan.
Menurutnya, hal tersebut lantaran Kota Banjarmasin saat ini tengah bergerak menuju ekonomi hijau yang notabenenya memiliki prinsip pembangunan yang ramah lingkungan.
“Dan Kota Banjarmasin bisa membaca trend itu, yakni memproduksi kain sasirangan dengan bahan ramah lingkungan dan berkelanjutan,” ucapnya saat ditemui, Rabu (28/09/2022) siang di halaman Balai Kota.
Selain menggunakan bahan alami, yang membuat dirinya kagum adalah motifnya yang juga tak jauh dari keindahan alam.
“Ini sangat selaras visi kedepan untuk mencapai ekonomi hijau,” imbuhnya.
Ia menilai, prospek usaha sasirangan dengan bahan alami di Kota Banjarmasin ini sangat menjanjikan. Apalagi jika dipadukan dengan wisata sungai.
“Kain sasirangan dan wisata sungai sangat representatif dan kedua hal ini merupakan potensi paling besar yang dimiliki Kota Banjarmasin,” imbuhnya.
Kendati demikian, Ketua Umum Apeksi ini membeberkan bahwa ada beberapa PR yang harus dibenahi di Kota Banjarmasin. Seperti terkait kebersihan sungai.
“Memang masih banyak PR, sehingga pemko harus banyak dan gencar melakukan edukasi dan membangun infrastruktur yang mumpuni,” katanya.
“Tapi ini semua memerlukan kerjasama yang kuat. Karena untuk mencapai suksesnya program kerja khususnya di bidang kebersihan sungai ini perlu dukungan dari pemerintah di daerah sekitarnya,” pungkasnya.(SU)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















