TURUN Kadar Garam, Intake Sungai Bilu Kembali Produksi

- Penulis

Selasa, 1 Oktober 2019 - 23:38

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suarindonesia – Menyusul adanya hujan belakangan ini berdampak penurunan Kadar garam di sungai Martapura berangsur-angsur turun. Bahkan kadar garam yang dilaporkan mulai pagi sudah kembali turun hingga 1.200 miligram per liter.

Direktur Operasional PDAM Bandarmasih, Ir H Supian membenarkan adanya penurunan kadar garam sudah di angka 1.200 miligram per liter.

“Mungkin karena adanya hujan di wilayah hulu. Saat ini sudah 1.200. Beberapa hari lalu sempat 6.000,” ujarnya Dirop Kota Banjarmasin, Selasa (1/10/2019).

Dengan turunnya kadar garam tersebut, maka pengambilan air baku dari Intake Sungai Bilu yang beberapa hari ini distop mulai bisa beroperasi kembali.

Namun demikian, lanjut Supian pemakaian air baku dari Intake Sungai Bilu tetap harus melalui proses pencampuran dengan air baku dari Intake Sungai Tabuk.

“Karena masih di atas 250 miligram per liter maka pengolahannya harus melalui proses pencampuran dulu dengan air dari Sungai Tabuk,” jelasnya.

Kendati demikian, turunnya kadar garam ini bukan berarti semerta-merta distribusi air bersih ke pelanggan langsung berjalan lancar. Mengingat, proses pengolahan dan penyalurannya masih perlu memakan waktu.

Selain itu, saat ini untuk mengatasi krisis air bersih di beberapa wilayah Banjarmasin yang terpapar akibat penurunan volume suplai air dari PDAM sendiri. PDAM masih berupaya penyaluran air bersih melalui mobil tangki.

Penyaluran air melalui mobil tangki ini hanya solusi untuk jangka pendek. Sedang jangka menengah PDAM mengupayakan melalui penambahan jaringan perpipaan yang ada di Intake Sungai Tabuk.

Menurut Supian, Intake Sungai Tabuk sebenarnya bisa menyediakan air untuk kedua IPA milik PDAM, Pramuka dan A Yani. Akan tetapi, memang perlu tambahan jaringan perpipaan.

Nah, hingga saat ini PDAM baru bisa membanguan jaringan dari Intake Sungai Tabuk ke daerah Pematang. Sedang dari Pematang ke IPA II Pramuka masih belum bisa diselesaikan karena terkendala biaya.

Baca Juga :   SOLID di Debat Kedua, Bang Rizal dan Ustaz Rosyadi Sukses Tepis Serangan Paslon Satu

“Diameter 800, kalau panjangnya sekitar 7,5 kilometer. Ini yang masih perlu diselesaikan. Jika ini selesai maka apabila intrusi air laut di Sungai Bilu kembali terjadi maka Intake Sungai Tabuk masih bisa menopang keperluan dua IPA yang ada,” paparnya.

Lantas kapan pembangunan itu bisa selesai? Supian berkata, yang harusnya jadi pertanyaan kapan kucuran dana untuk PDAM Bandarmasih bisa diberikan.

“Bukan kapan selesai. Tapi kapan anggarannya ada. Kapan duitnya ada untuk membangun itu,” kata Supian sambil tertawa.

Menurutnya, PDAM saat ini memang sangat memerlukan suntikan dana untuk melakukan pembangunan jaringan perpipaan tersebut baik dari Pemerintah Pusat, Provinsi Kalsel, maupun Pemko Banjarmasin sendiri.

Mengingat, hingga saat ini penyertaan modal khususnya dari Pemko tak pernah kunjung disalurkan karena berbagai kendala.

Sementara itu, Wali Kota Banjarmasin, Ibnu Sina, sebelumnya sempat menyinggung terkait persoalan kenapa Pemko tak menyalurkan lagi penyertaan modal ke PDAM.

Orang nomor satu di Banjarmasin itu berkata, yang menjadi kendala saat ini yakni perubahan status PDAM untuk menjadi Perusahaan Perseroan Daerah (Perseroda) atau Perusahaan Umum Daerah (Perumda) masih belum terlaksana.

Kendati demikian, perubahan status itu akan secepatnya dilakukan, agar permasalahan yang saat ini dihadapi oleh PDAM khususnya terkait penyertaan modal itu bisa beres.

“Kami akan sesegeranya dalam bulan ini untuk kejelasan status PDAM apakah dia jadi Perumda atau Perseroda. Kami berharap ini bisa dalam bentuk Perumda,” ujarnya.(SU)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

RUMAH AMBRUK Seluruh Penghuni Dievakuasi, Enam Luka-luka dan Seorang Meninggal Dunia
PEMADAMAN BERGILIR Kembali Terjadi, Tim Advokasi : Gugatan Segera Dirampungkan dan Direksi PT PLN Harus Bertanggung Jawab
DIRESMIKAN Pos Bakamla Zona Tengah Banjarmasin
POLISI-WARGA Penataan Eks Terminal Sentra Antasari dan Bersihkan Kawasan Pasar
PARKIR LIAR di Titik Rawan Kemacetan Ditertibkan
PATROLI Dini Hari Titik Rawan Balap Liar di Banjarmasin, Tindak 26 Pelanggar
DPRD KALSEL Dorong Program Rumah Layak Huni, Ribuan Unit BSPS Disiapkan 2026
MAERAUNG Fight Tournament Volume III 2026

Berita Terkait

Sabtu, 25 Juli 2026 - 22:11

RUMAH AMBRUK Seluruh Penghuni Dievakuasi, Enam Luka-luka dan Seorang Meninggal Dunia

Sabtu, 25 Juli 2026 - 21:52

KOBARAN API Ludeskan Delapan Rumah, Empat Warga Terluka

Sabtu, 25 Juli 2026 - 16:51

PEMADAMAN BERGILIR Kembali Terjadi, Tim Advokasi : Gugatan Segera Dirampungkan dan Direksi PT PLN Harus Bertanggung Jawab

Sabtu, 25 Juli 2026 - 16:38

DIRESMIKAN Pos Bakamla Zona Tengah Banjarmasin

Sabtu, 25 Juli 2026 - 15:15

POLISI-WARGA Penataan Eks Terminal Sentra Antasari dan Bersihkan Kawasan Pasar

Sabtu, 25 Juli 2026 - 15:00

PATROLI Dini Hari Titik Rawan Balap Liar di Banjarmasin, Tindak 26 Pelanggar

Jumat, 24 Juli 2026 - 18:36

DPRD KALSEL Dorong Program Rumah Layak Huni, Ribuan Unit BSPS Disiapkan 2026

Jumat, 24 Juli 2026 - 16:56

MAERAUNG Fight Tournament Volume III 2026

Berita Terbaru

Kab. Banjar

KOBARAN API Ludeskan Delapan Rumah, Empat Warga Terluka

Sabtu, 25 Jul 2026 - 21:52

Kalsel

DIRESMIKAN Pos Bakamla Zona Tengah Banjarmasin

Sabtu, 25 Jul 2026 - 16:38

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca