SuarIndonesia – Sebagai bank pembangunan daerah untuk mendukung pendapatan asli daerah (PAD), Bank Kalsel turut memfasilitasi ratusan alat perekam transaksi usaha kepada Pemerintah Kota Banjarmasin.
Direktur Utama Bank Kalsel, Agus Syabarrudin mengungkapkan alat rekam transaksi berbasis online atau yang disebut dengan Tapping Box merupakan wujud nyata dari Bank Kalsel dalam upaya mendongkrak PAD terhadap pelaku wajib pajak.
“Upaya Bank Kalsel dalam mendukung PAD di seluruh Kalimantan selatan dan ini dimulai dari Banjarmasin,” ucapnya.
Ia membeberkan saat ini Pemko Banjarmasin sudah melakukan pemasangan Tapping Box di berbagai pelaku usaha, baik perhotelan maupun rumah makan untuk menggunakan alat tersebut.

Oleh karena itu, sebanyak 400 unit tapping box akan dipasang dan diberikan cara kerjanya kepada setiap pelaku usaha agar setiap saat pengawasan dapat terpantau dengan jelas.
“Cara kerja alat ini sangat efektif, terbukti setelah dilakukan pemasangan tapping box, pengawasan dapat dikontrol oleh Pemko dan laporan pajak meningkat sekitar 3 kali lipat,” paparnya.
Hal tersebut dibuktikan dengan pajak yang dihasilkan oleh salah satu rumah makan ternama di kawasan Jalan Gatot Subroto yang mengalami kenaikan pembayaran pajak yang berlipat ganda.
“Awalnya laporan pajak makanan hanya sekita Rp8 juta, setelah pemasangan tapping box meningkat menjadi Rp25 juta,” bebernya.

Terkait tapping box yang digunankan, pihaknya yang mencari ke berbagai perusahaan penyedia alat tapping box, dan berhasil menemukan dengan kualitas terbaik untuk disalurkan kepada pelaku usaha.
“Setelah ada support dari Bank Kalsel, sebagai bank pembangunan daerah untuk mendukung pendapatan asli daerah, kami mengharapkan ini akan terus berjalan,” tegasnya.
Sementara iru Kepala Bakeuda Kota Banjarmasin, Subhan Noor Yaumil, membenarkan tapping box adalah solusi dalam upaya meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), tentunya hal ini memerlukan pengawasan yang ketat kepada pelaku usaha, terkait pajak yang dihasilkan agar tidak ada penyelewengan laporan.
“Mengoptimalkan PAD, Pemko bekerjasama dengan Bank Kalsel pusat meluncurkan alat rekam transaksi berbasis online,” ujarnya.
Ia menjelaskan perlu adanya strategi dan terobosan yang tepat dalam pengawasan kepada pihak wajib pajak untuk meningkatkan PAD agar tidak ada kecurangan yang terjadi.
“Saya yakin ini tidak akan terjadi lagi, karena setiap pelaporan akan diawasi lewat tapping box ini,” tutupnya,(ADV)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















