TIM PKM Riset Eksakta ULM Berhasil Buat Inovasi Sistem Pengolahan Limbah Cair Sasirangan

- Penulis

Selasa, 24 Oktober 2023 - 21:59 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tim PKM Riset Eksakta yang terdiri dari Mahasiswa program studi Fakultas FMIPA dan mahasiswa Program Studi Teknik Lingkungan Fakultas Teknik. (SuarIndonesia/SU)

Tim PKM Riset Eksakta yang terdiri dari Mahasiswa program studi Fakultas FMIPA dan mahasiswa Program Studi Teknik Lingkungan Fakultas Teknik. (SuarIndonesia/SU)

SuarIndonesia- Sasirangan merupakan kain khas Kalimantan Selatan (Kalsel) yang diproduksi oleh sebagian besar masyarakat Kota Banjarmasin. Terutama di Kampung Sasirangan.

Pembuatan kain Sasirangan menggunakan pewarna sintetik, sehingga menghasilkan limbah cair yang berwarna pekat dan mengandung zat kimia berbahaya pencemar lingkungan.

Limbah cair sasirangan yang dihasilkan belum ada pengolahan khusus dan langsung di buang ke badan air.

“Sebelumnya, belum terdapat pengolahan terhadap limbah cair sasirangan, sehingga limbah yang dihasilkan langsung dibuang ke badan air,” ucap Astalani, salah satu pengrajin Sasirangan di Kampung Sasirangan, Banjarmasin, Selasa (24/10/2023).

Kondisi ini membuat keresahan mengenai pencemaran air di sungai Kalsel bila tidak ditanggulangi dengan baik.

Ini juga menjadi urgensi penelitian Tim PKM Riset Eksakta yang terdiri dari Mahasiswa program studi Fakultas FMIPA dan mahasiswa Program Studi Teknik Lingkungan Fakultas Teknik mengenai pengembangan sistem pengolahan limbah cair sasirangan dengan pemanfaatan purun tikus.

“Limbah cair sasirangan menjadi penyumbang sumber pencemar di sungai Kalsel, khususnya Banjarmasin tepatnya di Kampung Sasirangan dimana masyarakatnya merupakan pengrajin sasirangan dengan skala industri rumah tangga,” ujar Raida Salsabila, Ketua Tim PKM Riset Eksakta Universitas Lambung Mangkurat (ULM).

Ditambahkannya, selama berjalannya industri tersebut, belum ada pengolahan limbah cair sasirangan yang baik dan benar serta masyarakat disana langsung membuang limbah tersebut ke kolong rumah yang langsung menuju ke sungai Martapura dan memiliki potensi besar untuk mencemari badan air,” ucapnya.

Berdasarkan pada permasalahan terhadap limbah cair sasirangan tersebut, lanjut Raida, membuat suatu inovasi, yaitu Pengembangan Sistem Pengolahan Limbah Cair Sasirangan dengan Metode Ozonisasi Menggunakan Media Filter Keramik Komposit Berbasis Purun Tikus.

Baca Juga :   KEMBANGKAN BISNIS, Bangun Banua Kejar Kenaikan PAD Kalsel

“Purun tikus kami pilih untuk dijadikan suatu objek dalam penelitian ini karena potensinya dalam mengurangi parameter pencemar yang terkandung di dalam limbah cair sasirangan sangat siginifikan,” jelasnya.

Menurut Raida, purun tikus dikombinasikan dengan keramik untuk dijadikan sebagai adsorben serta diletakkan sebagai material penyusun di filtrasi.

“Metode ozonisasi kami lakukan untuk menurunkan parameter warna serta mampu untuk menurunkan pH dari yang semula basa menjadi pH netral.

Ozonisasi kami lakukan variasi juga terhadap waktu penggunaannya yaitu selama 30 menit dan 60 menit,” paparnya.

Dia menambahkan, penggabungan dari material serta metode tersebut terbukti efektif untuk menurunkan parameter pencemar seperti padatan tersuspensi dengan efisiensi setelah filtrasi sebesar 64 persem, setelah sedimentasi dan adsorbsi sebesar 75 persen.

Setelah ozonisasi selama 30 menit sebesar 80 persen dan ozonisasi selama 60 menit 90 persen.

“Hasil efisiensi tersebut menjadi indikator kami, penurunan yang siginifikan terhadap parameter pencemar dapat membuktikan bahwasannya penggunaan purun tikus yang dijadikan media filter dan keramik komposit serta dengan adanya metode ozonisasi dapat menurunkan beberapa parameter hanya dengan pengolahan yang sederhana dan dapat dengan mudah untuk dibuat,” pungkasnya. (*/SU)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

SELURUH Peralatan Sudah Siap Angkat Bangkai Kapal Virgo Transport 8
PEMILIK KMP Virgo Transport 8 Siap Tanggung Jawab Seluruh Hak Korban Kecelakaan
DITETAPKAN Lima Tersangka Karhutla dan 10 Korporasi dalam Penyidikan Polda Kalsel
PENANGANAN KARHUTLA di kawasan Ring 1 Bandara Syamsuddin Noor Terus Diintensifkan Tim Gabungan
JAJARAN GABUNGAN Do’a Bersama Semoga Korban KM Virgo Segera Ditemukan
SABU Tiga Kilogram dari Kalteng Gagal Masuk Banjarmasin
GUBERNUR Muhidin Bagi Per Blok Penanganan Karhutla
CAIRAN Surfaktan Disiapkan Polda Kalsel Produksi Jumlah Lebih Banyak

Berita Terkait

Jumat, 18 September 2026 - 20:58

SELURUH Peralatan Sudah Siap Angkat Bangkai Kapal Virgo Transport 8

Jumat, 18 September 2026 - 20:51

PEMILIK KMP Virgo Transport 8 Siap Tanggung Jawab Seluruh Hak Korban Kecelakaan

Jumat, 18 September 2026 - 20:43

258 KABUPATEN/KOTA Sudah Terapkan Perlinsos Digital

Jumat, 18 September 2026 - 20:31

KAPAL Induk Giuseppe Garibaldi Tiba di Jakarta

Jumat, 18 September 2026 - 14:28

PENANGANAN KARHUTLA di kawasan Ring 1 Bandara Syamsuddin Noor Terus Diintensifkan Tim Gabungan

Kamis, 17 September 2026 - 22:23

JAJARAN GABUNGAN Do’a Bersama Semoga Korban KM Virgo Segera Ditemukan

Kamis, 17 September 2026 - 21:50

SABU Tiga Kilogram dari Kalteng Gagal Masuk Banjarmasin

Kamis, 17 September 2026 - 21:41

GUBERNUR Muhidin Bagi Per Blok Penanganan Karhutla

Berita Terbaru

Persetujuan PPS tiga paket pekerjaan infrastruktur jalan 2026-2027, serta tujuh paket proyek peningkatan jalan KIPP 1B-1C 2025 yang telah selesai 100 persen diserahterimakan Kejagung kepada Otorita IKN. (Foto: HO-Humas OIKN)

Kaltim

KEJAGUNG Kawal Tiga Proyek Jalan IKN

Jumat, 18 Sep 2026 - 21:03

Deputi Bidang Transpormasi Digital Pemerintah Kementerian Pendayagunaan Aparatur Sipil Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPANRB) Cahyono Tri Birowo menghadiri acara podcast Kantor Berita ANTARA membahas Perlinsos digital berbasis AI, di Jakarta, Jumat (18/9/2026). (Foto: Antara/Laily Rahmawaty)

Nasional

258 KABUPATEN/KOTA Sudah Terapkan Perlinsos Digital

Jumat, 18 Sep 2026 - 20:43

Kapal Induk Giuseppe Garibaldi saat bersandar di Dermaga 107, Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Jumat (18/9/2026). (Foto: Antara/Walda Marison)

Nasional

KAPAL Induk Giuseppe Garibaldi Tiba di Jakarta

Jumat, 18 Sep 2026 - 20:31

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca