TERUNGKAP Hasil Penyelidikan Polisi Soal “si Hantu” Pengetuk Pintu

TERUNGKAP Hasil Penyelidikan Polisi Soal “si Hantu” Pengetuk Pintu
Foto Ilustrasi

SuarIndonesia -Terungkap dari hasil penyelidikan Kepolisian  “si hantu” pengetuk pintu rumah yang sempat gegerkan warga khususnya di Desa Wayau, Kecamatan Tanjung, Kabupaten Tabalong Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel).

Pengungkapan, setelah dalam beberapa hari ini dari keterangan, Sabtu (11/9/2021), warga resah.

Apalagi beredarnya video yang memuat kisah “hantu” mariaban ini.

Video merekam kejadian “mengetok ketok pintu rumah warga di tengah malam” berdurasi 18 detik.

Video itu beredar di sejumlah media sosial dan status WhatsApp, yang kebanyakan pada  warga Kabupaten Tabalong.

“Semua jelas mengganggu situasi kamtibmas di Tabalong,” kata Kapolres Tabalong AKBP Riza Muttaqin.

Ia melalui Kasi Humas Iptu Mujiono mengatakan, postingan video menjadi viral.

Terlebih berbarengan di Desa Wayau ada kegiatan tolak bala sembari bawa obor dan membaca shalawat burdah.

“Kegiatan merupakan ritual ibadah yang sudah dilaksanakan setiap tahun dalam menjelang bulan Safar, yang diyakini sering terjadi bala dan bencana, serta adanya kebiasaan orang yang mempunyai kajian membuang racun.

Namun kegiatan ini juga dikait – kaitkan dengan isu video misteri hantu mariaban, sehingga warga Tabalong umumnya resah,” jelasnya kepada wartawan.

“Dari hasil penyelidikan, anggota Sat Reskrim dipimpin AKP Dr. Trisna Agus Brata, SH, MH, kami pastikan video tersebut hoax, informasi itu bohong,” ujarnya lagi.

Bahwa video tersebut diduga sengaja dibuat oleh seorang remaja yang ada di Kecamatan Tanjung.

Video dibuatnya pada Kamis (9/9/2021)  di rumahnya dengan tujuan menakut – nakuti adik sepupunya yang berumur 6 tahun.

Pihak orang tua sudah menyatakan permohonan maaf kepada seluruh masyarakat Tabalong dan pihak Kepolisian, atas semua kesalahan yang dilakukan oleh anaknya.

“Kejadian seperti ini jangan terulang lagi, mari kita edukasi anak – anak kita.

Disinilah peranan orang tua untuk mengawasi anak-anak dalam penggunaan media sosial.

Yang awalnya membuat sebuah konten dengan niat bercanda, namun sebaliknya akan berdampak negatif atau membuat keresahan warga serta mengganggu situasi kondisi kamtibmas,” ujarnya.

Kemudian katanya, bagi masyarakat dan para admin media sosial yang sudah terlanjur memposting ke jejaring sosial terkait video tersebut, kiranya video dihapus.

Dan membantu pihak Polres Tabalong untuk mengklarifikasi bahwa video itu hoax atau bohong. (ZI)

 220 kali dilihat,  1 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: