Suarindonesia– Menyusul kekhawatiran meningginya kadar garam yang terimbas instrusi air laut di Banjarmasin ternyata tak mempengaruhi produksi air bersih.
Hal ini terbukti semua pelayanan air bersih di ibu kota provinsi Kalsel ini masih tetap berjalan dengan baik hanya beberapa titik saja yang membutuhkan perhatian karena ada penjualan di luar Banjarmasin.
Humas PDAM Bandarmasih M Nur Wakhid yang dikonfirmasi wartawan, membenarkan adanya pasokan air bersih yang berjalan dengan baik dan lancar. Bahkan perusahaan berplat merah milik Pemko Banjarmasin memastikan stok air tercukupi, meskipun suplai air sungai mengalami penurunan akibat kemarau..

“Masuknya air laut ke daerah aliran Sungai Barito dan Sungai Martapura, dikarenakan keringnya air sungai dan meningkatkan kadar air garam di daerah pesisir dan mulai memasuki aliran sungai, tetapi produksi air di PDAM masih aman karena ada pencampuran air baku dari Intake Sungai Bilu dengan Air Baku PDAM Bandarmasih,’’ ucap Humas PDAM Bandarmasih, M Nur Wakhid kepada wartawan, Kamis (29/08/2019).
Jadi, katanya, kondisi PDAM saat ini aman mesikpun kadar garam sungai yang diprediksikan meningkat karena memang ada beberapa kali hujan, tetapi belum banyak berpengaruh dengan kondisi air baku andalan PDAM dari Sungai Tabuk.
“Terus terang memang air asin ini kadar garam kita paling tinggi 250 sampai 270 mg, sehingga masih aman dan masih bisa diproduksi karena bisa dicampur dengan air baku dari Pematang,” ungkapnya.
Diakui, sesuai dengan peraturan Menteri Kesehatan batas kadar garam 250 mg liter. Batas tersebut lah air baru bisa untuk di produksi sebagai air minum.
“Kalau batas ini air dari Intake Sungai Bilu masih dalam kondisi aman,’’ katanya.

Jadi, katanya, dengan kadar air lebih dari 250 mg tadi tentu saja PDAM jika memproduksi harus dilakukan campuran karena selain menghindari peralatan tak rusak.
“Intake A Yani Banjaramsin inilah yang memproduksi air baku dari Intake Sungai Bilu juga Sungai Tabuk, atau Pematang Panjang,’’ katanya.
Dengan kombinasi penggabungan antara ketiga air tersebut ketersediaan air bersih untuk pelanggan tidak mengalami masalah selama musim kemarau.
“Secara produksi kita tidak masalah, produksi air IPA 1 Jalan A Yani 1.600 liter per jam, sedangkan IPA 2 Jalan Pramuka 4.500 sampai 4.800 liter per jam. Produksi masih seperti biasa walaupun saat ini musim kemarau,” pungkasnya.
Khusus menghindari pencurian air baku, PDAM Bandarmasih selama kemarau juga melayani penjualan air dengan harga terjangkau dengan sistem jerigen bagi warga pinggiran.
Hal ini selain untuk menekan pencurian air juga sekaligus membantu warga pesisir pinggiran yang biasa menggunakan air sungai sejak asin beralih ke air ledeng.
Bahkan langkah ini juga untuk menekan kasus Muntaber, karena ternyata banyak sekali permintaan air bersih warga pinggiran atau pesisir, bahkan ada yang menjualbelikan ke luar Banjarmsin terutama perbatasan Banjar dan Batola.(SU)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















