TERANCAM DO Vaksin, 150 Ribu Warga Banjarmasin

- Penulis

Kamis, 24 Februari 2022 - 19:50 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SuarIndonesia — Adanya kebijakan Drop Out (DO) bagi warga penerima vaksin dosis pertama atau V1 yang sudah lewat dari enam bulan belum menjalani V2 ternyata juga terjadi di Kota Banjarmasin.

Pasalnya, belum lama tadi Menteri Kesehatan (Menkes) RI, Budi Gunadi Sadikin membeberkan, bahwa lebih dari 10 juta orang di Indonesia belum disuntik vaksin dosis kedua dalam kurun waktu di atas tiga bulan.

Dari jumlah tersebut, setidaknya ada sebanyak 2,5 juta orang yang belum mendapatkan vaksin dosis kedua lebih dari enam bulan.

Karena itu, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) pun mengeluarkan Surat Edaran (SE) Nomor SR.02.06/II/921/2022 tentang Pemberian Vaksinasi Covid-19 bagi Sasaran yang Drop Out.

Kemenkes meminta sasaran yang mengalami drop out atau belum mendapatkan vaksin dosis kedua dalam waktu lebih dari enam bulan, untuk melakukan vaksinasi primer ulang.

Di Banjarmasin sendiri juga dipastikan terdapat warga yang masuk dalam kategori Drop Out, baik itu yang lewat dari 28 hari hingga enam bulan.

Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan (Dinkes) Banjarmasin, dr Bandiyah Ma’rifah mengatakan, jumlah selisih antara vaksin dosis pertama dan kedua di Banjarmasin sekitar 30 persen.

“Untuk dosis pertama sekitar 86,46 persen dan dosis kedua sekitar 65,36 persen. Jadi kemungkinan ada sekitar 150 ribuan selisihnya yang belum menjalani vaksin kedua,” katanya, Kamis (24/2/2022).

Jumlah tersebut termasuk didalamnya warga yang sudah drop out dan harus mengulang lagi penyuntikan vaksin ke dosis pertama.

Baca Juga :

KASUS BARU Covid-19 di Indonesia Tambah Lagi 61.488, Kalsel Sumbang 621

Sayangnya, dr Bandiah tidak bisa membeberkan secara gamblang jumlah pasti warga yang termasuk dalam kategori DO di atas enam bulan

“Kita masih belum tahu, karena data itu ada di Puskesmas masing-masing. Dan saat ini sedang kita coba merekapnya, tapi yang jelas pasti ada,” ungkapnya.

Ia mengaku, saat ini pihaknya masih cukup kesulitan untuk mendata warga yang vaksinasi dosis pertamanya lebih dari enam bulan ini.

“Karena di Banjarmasin ini banyak pelaku perjalanan, misalnya dia melakukan vaksinasi dosis pertamanya di Banjarmasin, kemudian vaksin keduanya dilakukan di wilayah lain, itu yang membuat kita sulit melacaknya,” ujarnya.

Selain itu, dr Bandiyah juga menerangkan ada beberapa faktor penyebab ada warga yang vaksin dosis pertamanya lewat dari enam bulan ini.

“Misalnya karena saat akan melakukan vaksinasi kedua, ada yang terpapar Covid-19. Kemudian kemarin juga sempat terjadi kekosongan vaksin di Banjarmasin,” terangnya.

Baca Juga :   RAPAT Banggar DPRD Kalsel Dihentikan, Serapan Anggaran Rendah

Saat ditanya mengenai pelaksanaan vaksinasi dari awal bagi warga yang sudah lewat dari enam bulan pelaksanaan vaksin dosis kedua, dr Bandiyah pun menerangkan saat ini masih terkendala dalam hal penginputan data di aplikasi Primary Care (PCare) Vaksinasi.

“Banyak masyarakat yang menanyakan terkait penginputan PCare nya karena masih belum siap,” katanya.

Meskipun demikian, dr Bandiyah mengatakan bahwa pelayanan vaksinasi untuk drop out di atas enam bulan ini menurutnya bisa dilaksanakan di semua puskesmas yang ada di Banjarmasin.

“Secara manual kita layani, dan ini sudah sejak adanya instruksi dari pusat kemarin. Dan di puskesmas-puskesmas juga sudah berjalan,” pungkasnya.

Lantas, apakah jenis vaksin yang disuntikkan pada warga yang sudah masuk drop out itu sama dengan jenis vaksin awal?

Terkait hal itu, dr Bandiah menerangkan, berdasarkan kebijakan dari Kemenkes, mereka yang ingin melakukan vaksin dosis pertama ini diperbolehkan disuntik dengan vaksin berbeda dari sebelumnya.

Karena itu pihaknya mengalokasikan vaksin dengan jenis Astrazaneca. Lantaran jenis vaksin tersebut masih banyak tersedia di gudang farmasi milik Dinkes Banjarmasin.

“Berdasarkan kebijakan boleh berbeda atau heterolog, dan Sinovac itu diperuntukkan untuk vaksin usia 6-11 tahun. Dan di Banjarmasin kita menggunakan Astrazaneca, baik untuk dosis pertama, kedua dan juga booster,” jelasnya.

Pelaksanaan vaksinasi untuk dosis kedua maupun booster, lanjut dr Bandiyah saat ini menjadi konsentrasi Dinkes Banjarmasin.

“Karena untuk bisa herd immunity itu vaksinasinya harus lengkap. Kalau dosis pertama itu hanya trigger saja, dan dosis kedua itu yang membentuk titer antibodi menjadi optimal. Dan herd immunity itu antara 70 sampai 90 persen dari total populasi,” katanya.

Guna menyukseskan program vaksinasi bagi yang sudah masuk drop out dan juga di atas enam bulan, dr Bandiyah mengaku pihaknya sudah melakukan sosialisasi kepada masyarakat.(SU)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

DUA JENAZAH LAGI Korban KM Virgo Transport 8 Dievakuasi dan Diterbangkan Menggunakan Helikopter ke Banjarmasin
SATU Lagi korban meninggal KM Virgo Transport 8 Ditemukan
DUKA CITA Penyerahan Jenazah Korban KM Virgo pada Pihak Keluarga, Jasa Raharja Pastikan Pemenuhan Hak Santunan
KEBAKARAN di Cempaka XI Banjarmasin Tengah Diduga Usur Kesengajaan, Seorang Diamankan Polisi
TERIDENTIFIKASI Tiga Jenazah Korban KM Virgo, Adalah Pasutri dan Sang Paman
RADIKALISME di Medsos Incar Anak Muda, FKPT Kalsel Perkuat Pencegahan Dini
KM SAR KAMAJAYA Tiba di Pelabuhan Trisakti Banjarmasin Membawa Tiga Jenazah KM Virgo
PENCARIAN Korban Kapal Virgo Transport 8 Maksimalkan Kamera Robot Bawah Air

Berita Terkait

Minggu, 13 September 2026 - 22:03

MOTOGP San Marino 2026: Marc Marquez Juara dan Puncaki Klasemen

Sabtu, 12 September 2026 - 19:10

DPRD KALSEL Apresiasi Terselenggaranya Road Safety Week.2026

Sabtu, 12 September 2026 - 18:58

RATUSAN PESERTA Berkompetisi “Road Safety Week” SDC Ditlantas Polda Kalsel

Rabu, 9 September 2026 - 22:31

ASIAN GAMES 2026: Bonus Rp3 Miliar untuk Peraih Emas Perorangan

Jumat, 4 September 2026 - 19:55

BANJIR Nepal-China: Korban Tewas Bertambah 1.280 Orang, 5.260 Masih Hilang

Senin, 31 Agustus 2026 - 19:55

BANJIR Nepal-China: Korban Tewas 919 Orang dan 4.800 Hilang

Jumat, 28 Agustus 2026 - 20:24

JEPANG Kerahkan Kapal dan Helikopter Bantu Tangani Karhutla di Indonesia

Kamis, 27 Agustus 2026 - 22:53

BANJIR NEPAL: Lebih dari 270 Orang Tewas, Hampir 1.400 Hilang

Berita Terbaru

Foto Ilustrasi garis polisi. (Foto: Getty Images/Ole Schwander)

Hukum

BOCAH Tewas Tertembak Senapan Angin

Minggu, 20 Sep 2026 - 22:50

Foto Ilustrasi, Pesawat di Bandara Tjilik Riwut Kota Palangka Raya, (Foto: Prokalteng)

Kalteng

14 JADWAL Penerbangan Terdampak Kabut Asap

Minggu, 20 Sep 2026 - 22:39

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca