TENUN Songket Nurhayadi Tembus Pasar Internasional

- Penulis

Kamis, 15 Mei 2025 - 19:39 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tenun Songket karya Nurhayadi di rumah produksi tenun motif tiga etnis di Singkawang, Kalbar. (Foto: ANTARA/Narwati)

Tenun Songket karya Nurhayadi di rumah produksi tenun motif tiga etnis di Singkawang, Kalbar. (Foto: ANTARA/Narwati)

SuarIndonesia — Tenun Songket dan tenun Tual bermotif etnis Melayu, Dayak dan Tionghoa (Tidayu) karya Nurhayadi asal Kelurahan Sijangkung, Singkawang Selatan, Kalimantan Barat mampu menembus pasar internasional seperti Eropa dan Jepang.

Dia mengatakan, produk kain tenun karyanya tersebut dipasarkan dalam bentuk set kain tapih, selendang syal dan tanjak.

“Motif beragam seperti bunga anggrek, sisik naga, seluruhnya dikerjakan menggunakan mesin tenun tradisional,” ujarnya di Singkawang, Kamis (15/5/2025).

Kain tenun tersebut, kata dia, berbeda dengan tenun daerah lainnya karena motif dan bahannya menggunakan benang katun. Sementara yang lain bisa pakai benang emas.

Dia mengatakan, produk tenun karyanya sudah dipasarkan ke Jerman dan Jepang.

“Motif paling laris dan sudah tembus mancanegara itu motif anggrek,” ujar Nurhayadi, dilansir dari AntaraNewsKalbar.

Ia mengakui, selama ini usahanya terkendala bahan baku, sehingga pengerjaan satu kain bisa memakan waktu dua bulan sejak pemesanan.

“Disini tidak ada produk yang siap, kami kerja pas ada pesanan. Satu kain itu bisa habiskan waktu dua bulan, karena benang kayunya, kami harus pesan ke Bali atau Bandung,” katanya.

Baca Juga :   BANK KALSEL Bayarkan Dividen Rp56 Miliar ke Pemprov Kalsel,2027 Dividen Ditarget Naik Rp61 Miliar

Selain bahan baku, jumlah karyawan dan tempat usaha yang masih terbatas menjadi kendala dalam memproduksi tenun. Untuk mempercepat produksi, kadang tenun dikerjakan di rumah karyawan.

Sementara itu, Lurah Sijangkung Kecamatan Singkawang Selatan, Kristiana Yuniarti meminta bantuan Pemkot dalam mempromosikan tenun karya salah satu warganya.

Selain gencar melalui media sosial, harapannya, tenun karya Nurhayadi dapat dipergunakan dalam acara resmi Pemkot Singkawang.

“Semoga Pemkot bisa membantu mempromosikan produk bu Adi (sapaan akrabnya ), minimal lewat acara resmi Pemkot Singkawang, ada yang menggunakan kain atau syal dari penenun asal Sijangkung ini,” ujarnya. (*/ut)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

SEIMBANGKAN Bisnis dan ESG, CK Bagikan Sembako dan Cek Kesehatan di 17 Desa Sungai Loban
BOOTCAMP Duta Aksel 2026, OJK dan Bank Kalsel Cetak Agen Literasi Keuangan
MAHASISWA BERORASI, Pedagang Pentol Panen Rezeki.
HARGA BBM Subsidi tak Naik hingga Akhir Tahun 2026
KKP Bagikan Gratis 4.582 Kapal Ikan Modern ke Nelayan
KEBUT REGULASI Perlindungan Pekerja Tekan Lonjakan PHK, dI Kalsel Menembus Angka 3.444 Kasus
51 ORANG UTAN Diselamatkan dari Karhutla Kalbar
KARHUTLA MELUAS, 2.458 Penerbangan Terdampak Asap

Berita Terkait

Senin, 26 Oktober 2026 - 20:36

BMKG: 15 Pesawat Dikerahkan untuk OMC di Tiga Provinsi

Senin, 26 Oktober 2026 - 20:06

BELUM LAPORKAN BO, 700 Ribu Badan Usaha Masih Diblokir Kemenkum

Senin, 26 Oktober 2026 - 16:10

KONTEN KREATOR Bobon Santoso, Aksi Sosial “Kuali Merah Putih” untuk Relawan Karhutla di Kalsel dan Salurkan Bantuan Presiden

Minggu, 25 Oktober 2026 - 20:16

BANTUAN BERAS untuk 33,2 Juta Penerima Desil 1

Jumat, 23 Oktober 2026 - 23:06

LIGA 2 CHAMPIONSHIP: Barito Putera Kandaskan PSBS Biak 3-0

Jumat, 23 Oktober 2026 - 20:21

KASUS EMPAT PELABUHAN: KPK Periksa Mantan Kepala KSOP Samarinda

Jumat, 23 Oktober 2026 - 20:13

26 OKTOBER, Korlantas Polri Gelar Operasi Patuh 2026

Jumat, 23 Oktober 2026 - 20:08

243 ORANG dan 13 Korporasi jadi Tersangka Karhutla

Berita Terbaru

Dansatbrimob cek lokasi kebakaran hutan di TN Tanjung Puting setelah hujan turun. (Foto: Polda Kalteng)

Kalteng

TNTP DIGUYUR HUJAN DERAS, Bara Api Masih Tersisa

Senin, 26 Okt 2026 - 22:06

Relawan pemadam karhutla di Martapura sujud syukur begitu hujan turun. (Foto: Istimewa)

Kab. Banjar

SUJUD SYUKUR Relawan Karhutla saat Hujan di Martapura

Senin, 26 Okt 2026 - 21:46

Sebanyak 15 pesawat dikerahkan untuk menjalankan operasi modifikasi cuaca yang difokuskan di tiga provinsi, yaitu Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Sumatera Selatan, guna mengantisipasi serta menanggulangi potensi bencana hidrometeorologi seperti kebakaran hutan dan lahan maupun banjir. (Foto ilustrasi: SI/UT/Gemini.Ai)

Nasional

BMKG: 15 Pesawat Dikerahkan untuk OMC di Tiga Provinsi

Senin, 26 Okt 2026 - 20:36

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca