Suarindonesia – Menyusul terjadinya hujan lebat Rabu (19/06/2019) siang yang menyebabkan genangan air yang cukup lama di beberapa kawasan salah satunya di depan Jalan Pengeran Sentra Antasari ternyata dikarenakan pada hari tersebut bersamaan siklus pasang air sungai di siang hari.
“Sehubungan kondisi tersebut luapan air yang tak bisa keluar ke sungai sampai kondisi air sungai mulai surut. Padahal pemeliharaan saluran sudah dioptimalkan dari gangguan sedimen dan sampah terus dilaksanakan dengan mengerahkan tenaga dari UPT Pemeliharaan Sungai dan Drainase,’’ ucap Kabid Drainase Dinas PUPR Kota Banjarmasin Ir Rusyidah kepada wartawan, Jumat (21/06/2019).
Didampingi Kepala Seksi Pemeliharaan Drainase Dinas PUPR Kota Banjarmasin, Faiz ST, MT, Rusyidah juga mengatakan memang siklus pasang surut tersebut tak bisa dihindari. Hal ini memang bisa dengan waktu yang bergesar sehingga bisa siang atau sore bahkan malam hari.
Khusus alokasi anggaran Drainase melalaui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Banjarmasin tahun 2019 untuk pemeliharaan dan pembangunan drainase di Kota Banjarmasin dianggarkan dana sebesar Rp10 miliar dari APBD Kota.

Jumlah anggaran tersebut, katanya, untuk alokasi pemeliharaan dan pembuatan drainase masing masing memiliki anggaran berbeda dengan rincian Rp4,8 M untuk pemeliharaan dan Rp5,2 M untuk pembuatan drainase, katanya.
“Untuk pemeliharaan ini hampir seluruh drainase di Kota Banjarmasin mendapatkan pemeliharaan, baik berupa pembersihan maupun drainase yang ngadat maupun tercemar akibat limbah domestik para pedagang diatasnya seperti yang terjadi di Jalan Kuripan, Jalan Pangeran Antasari dan berbagai ruas jalan lainnya yang ada aktivitas PKL di atas drainase,” beber Kepala Seksi Pemeliharaan Drainase Dinas PUPR Kota Banjarmasin, Faiz.
Adapun untuk pembuatan drainase, Faiz membeberkan tahun 2019 terdapat tiga titik daerah yang akan dibuat drainase diantaranya adalah di kawasan Sultan Adam Banjarmasin Utara, kawasan Banjar Indah Banjarmasin Timur dan kawasan Pangeran Antasari, Banjarmasin Tengah.
“Kalau di Sultan Adam ini kita bangun patokannya dari simpang empat menuju ke Mesjid Attanwir, kalau di Banjar Indah nanti sepanjang jalan dan di Jalan Pangeran Antasari tepatnya di sekitaran Toko Mas Anton,” ujar Faiz.
Ia mengungkapkan sebenarnya selain drainase ada yang lebih efektif dan murah, yakni membuat sistem gorong gorong yang menghantarkan aliran air dari suatu tempat yang belum ada drainasenya menuju ke sungai terdekat untuk mengalirkan air bekas hujan agar tidak terjadi genangan air.
“Ini lebih efektif, lebih cepat menyerap dan menghantarkan air serta lebih murah sebenarnya, jika dengan anggaran Rp5,2 M untuk pembuatan drainase bisa sepanjang 2 kilometer, kalau gorong-gorong bisa dapat dua kalinya dari panjang drainase,” ucap Faiz.(SU)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















